
Di pagi harinya Rey terbangun,perlahan matanya terbuka berusaha menangkap cahaya yang masuk ke dalam kamarnya.Sudah pukul sembilan pagi dia baru terbangun itupun karena merasa ada sesuatu yang membuat wajahnya terasa geli dan benar saja saat dia membuka matanya tangan Rain melingkar di perutnya dan wajahnya berada di bawah leher Rey dengan rambutnya yang terurai berantakan ke wajah Rey,sementara kedua tangan Rey masih juga mengunci tubuh Rain.
Rey tersenyum lembut dan membenahi rambut Rain,kemudian memperhatikan wajah nya yang begitu imut di pagi hari.Rey semakin mengencangkan pelukannya dan menciumi puncak kepala Rain yang begitu wangi lembut.
Sementara Rain masih berada di alam mimpi nya,dia bermimpi tengah tertimpa pohon yang sangat besar dan anehnya dia malah memeluk pohon tersebut.
Rey terus mengelus dan mencium kepala Rain,mungkin Rain akhirnya merasakan sentuhan tersebut dan menggeliatkan tubuhnya namun tak bisa bergerak.
Perlahan Rain membuka matanya pelan,sementara Rey kembali berpura pura menutup matanya dan semakin mengencangkan pelukannya.
Rain begitu kaget saat melihat seseorang yang berada di sampingnya namun belum bersuara,Rain mendongak dan memperhatikan orang yang menurutnya tak asing tengah memeluknya.Kemudian Rain tersadar dan berusaha melepaskan pelukan Rain namun saat Rain mendorong tubuh Rey pelukannya semakin di pererat oleh Rey.
Rain menggeliat turun sampai ke bagian dada Rey seperti cacing,kemudian Rain menggigit bagian dada Rey dengan kencang.
Rey sontak berteriak "Aaauuwww sakit sakit" pekik Rey
Kemudian Rain mengeluarkan tubuhnya dari dalam selimut dan segera duduk "Ngapain kamu di sini" tanya Rain dengan wajah lemas masih merasakan pusing di kepalanya.
Sementara Rey yang di tanya masih kesakitan dan diam masih dengan wajah datarnya kemudian duduk bersandar di sandaran kasurnya.
"Aku tanya kamu ngapain di sini?" bentak Rain membelalakkan kedua matanya
Rey diam membisu hanya memperhatikan.
Rain segera berpikir,kepalanya masih terasa begitu berat seperti ingin pecah.Di ingatannya terakhir tantenya mengirim pesan untuk menyuruhnya pulang hanya itu.Kemudian Rain melirik kembali pada Rey
"Hpku di mana?" tanya Rain mulai lembut
Rey hanya mengangkat kedua bahunya
__ADS_1
"Kamu bisa ngomong gak sih jelasin ke aku semuanya!" ucap Rain kembali kesal
Rain terus berpikir dan melihat ke sekelilingnya seperti di dalam hotel "Apa kamu bawa aku ke hotel iya?kamu culik aku kan?" tanya Rain tanpa jeda
Sementara orang yang di tanyakan hanya diam dengan wajah seperti biasanya.
Kemudian Rain memperhatikan tubuhnya,takut hal yang tak di inginkan terjadi.
Tapi menurut Rain hal yang tak di inginkannya benar telah terjadi padanya,bajunya sudah berbeda.Kini dia mengenakan kemeja putih yang menutupi tubuhnya sampai di pahanya,tak memakai bra hanya kemeja dan dalaman bawah yang dia kenakan.
Rain seperti begitu lemas tak bertenaga kemudian melirik Rey dengan tatapan sendu nya "Ini baju aku siapa yang ganti?" tanya Rain
Rey akhirnya bersuara "Aku" kemudian diam kembali
Wajah Rain begitu memerah hingga ke telinganya menahan amarah dan malu yang bersamaan,bagaimana mungkin seorang pria telah melihat tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
"Tuan tolong jelasin semuanya secara detail,hal ini bukan masalah sepele buat aku" suara Rain mulai melemah menatap Rey
Rain melamun terus berpikir sementara Rey tersenyum simpul.
"Apa yang di pikiran kamu kelinci,aku mesum yah" dasar bodoh ejek Rey dalam hatinya
Kali ini Rain yang kembali diam dan berusaha mengingat semuanya semalam.
*Flash back
Saat Rey kembali ke kamarnya dia menatap Rain dari ujung kakinya hingga ujung rambutnya,kemudian perlahan mengarah pada Rain.Dia mulai melepaskan sepatu heels di kaki gadis tersebut dengan tenang,kemudian Rey beranjak dari kasurnya dan menuju kelemari mengambil satu kemeja miliknya.
"Ini kamu ganti buruan" perintah Rey memberikan kemejanya pada Rain yang sedang membuka matanya meracau.
__ADS_1
"Gantiin" ucap Rain yang bangun dan duduk bersilah.
"Udah buruan ganti deh" perintah Rey kemudian berjalan keluar menutup pintunya.
Selang beberapa menit Rey kembali ke kamarnya,mendapati gadis tersebut telah tidur kembali dengan telentang.Kemudian Rey mendekat,Rain sangat terlihat polos mengenakan kemeja putih miliknya lalu tersenyum pada Rain kemudian menarik selimutnya tuk menutupi tubuh kecil itu.
Saat hendak melangkahkan kaki keluar dari kamar,Rain membuka matanya dan memanggil Rey
"Jangan tinggalin aku please,aku gak mau sendirian" pinta Rain dengan eyes puppy-nya.
Rey tersenyum pada Rain kemudian pergi membaringkan tubuhnya di samping Rain,perasaan nya begitu tenang saat Rain memeluknya.Rey membalas pelukan Rain hingga dirinya ikut tertidur dan sama sama terlelap.
*flash back off
Rain begitu sedih dan takut tuk pulang ke rumahnya,semua hal yang di lakukan semalam adalah yang pertama kali baginya,Pergi ke club,minum alkohol,tidak pulang ke rumah,parahnya lagi Rain tidur dengan lakilaki yang tak terlalu di kenal nya.
Jantung Rain semakin berdebar dan dirinya terus diam,kemudian Rey mendekati tubuh Rain dan langsung memeluknya "Kamu tenang aja,aku semalam gak lakuin hal yang aneh aneh ke kamu.Aku bakalan lakuin hal itu di saat mata kamu terbuka dan tersadar,biar kamu bisa rasain itu" ujar Rey dengan suara seraknya membisik di telinga Rain.
Sementara Rain masih diam menyimak perkataan dari Rey,jantungnya memburu cepat "Apa maksudnya biar aku rasain?apa dia mau rusakin aku sekarang" ujar Rain dalam hatinya kemudian berusaha melepaskan pelukan Rey namun masih sia sia.
Rey kemudian mengangkat dagu Rain mendongak ke arahnya,kemudian Rain menatap lekat mata cokelat Rey denga bibir yang hanya terdiam.
Nafas mereka berdua saling menghempas ke wajah satu sama lain,selanjutnya Rey mendekatkan bibirnya ke telinga Rain.Nafasnya begitu lirih terdengar di telinga Rain,begitu sexy dan memburu cepat.
Kemudian Rey beralih ke leher jenjang milik Rain menghembuskan nafasnya dengan lembut dan mulai menciumi leher Rain dengan lembut,menjilatinya dan menggigit kecil lehernya,semakin lama nafasnya memburu semakin cepat.
Kemudian Rey berhenti setelah membuat tanda kepemilikan/Kiss mark pada leher di bagian bawah telinga milik Rain,kemudian Rey kembali ke telinga milik Rain dan membisik dengan pelan "Kamu bilang semalam kalau aku vampire kamu pengen banget rasain gimana rasanya Aku gigit" kemudian Rey menghempaskan nafas kasar terakhir di telinga Rain lalu berlalu keluar kamar dengan senyum smirk miliknya
__ADS_1
Rain menegak salivahnya,hal baru pertama kali di rasakan kembali.Rain masih memikirkan hal yang baru di alaminya.Semuanya seperti mimpi.Perasanya begitu berbeda seperti ada Rasa sengatan listrik di tubuhnya saat bibir Rey mengecup lehernya dan juga ada kupu kupu beterbangan di perutnya saat membayangkan.Kini wajahnya bagaikan kepiting rebus begitu memerah karena mengingat kembali rasanya.