DI NIKAHI ADIK BOS

DI NIKAHI ADIK BOS
13


__ADS_3

Saat Rey kembali ke kamarnya dia melihat Rain masih duduk termenung,Rey berdehem pelan sementara Rain hanya melirik ke arah Rey tanpa bergerak


"Udah kamu sana mandi" suruh Rey dengan nada normal


Rain hanya melirik ke arahnya "Di luan aja" jawab Rain lalu kembali diam


Rey hanya mengangkat sebelah alisnya kemudian berjalan menuju kamar mandi di dalam kamarnya.


Rain masih diam termenung memikirkan nasibnya nanti jika dia pulang ke rumah,alasan apa yang akan di katakan pada tantenya,lalu teman temannya apakah mereka yang memberikan dirinya untuk Rey.


Rain masih gusar dan masih berusaha mencerna semuanya,namun kepalanya masih berat.Selang beberapa lama kemudian Rey keluar dari kamar mandi dan mendapati Rain yang masih termenung sedang telungkup,kepalanya menadah di sebuah bantal.



Rey terus memandangi Rain dengan tersenyum,menatap gadisnya yang bisa membuat hatinya tenang itu.Rain yang merasa dirinya di perhatikan itu pun mengarahkan padangannya pada Rey.


"Apa liat liat dasar mesum,gendut jelek bau" teriak Rain yang bergegas duduk dan melemparkan bantal yang di pakainya ke arah Rey


Rey hanya tersenyum kemudian mendekat,dengan rambut yang masih basah dan menetes di dadanya mendekat ke arah Rain dengan begitu cool nya.


"Apaan sih kamu" tanya Rain gelagapan salah tingkah


Rey menundukkan tubuhnya dan menarik tangan Rain menuntunnya tuk memegangi perutnya yang kotak.


Rey tersenyum dingin "Yang mana yang gendut,yang ini yah" tanya Rey lirih masih memegangi tangan Rain agar memegang perut six pack miliknya

__ADS_1


Rain hanya tediam dan melirik ke arah lain dengan wajah yang memerah.


Rey tersenyum "Ya udah sana mandi deh,apa mau aku yang mandiin" mengelus pipi Rain lembut lalu tersenyum lebar


Rain menelan ludanya kemudian menggelengkan kepalanya dan berlari menuju ke pintu kamar mandi tempat Rey masuk sebelumnya.


Di kamar mandi Rain berdiri di depan wastafel dan melihat ke arah lehernya yang serasa berdenyut kecil,Rain melihat tanda merah yang begitu jelas di lehernya.


Kemudian Rain menuju ke bawah shower dan mengguyur dirinya dengan air dingin,selang 30 menit Rain selesai mandi.Sebelum tubuhnya keluar,kepalanya sudah keluar dari celah pintu yang di buka sedikit.Rain menyapu seluruh isi kamar tersebut,setelah tak mendapati sosok yang disebutnya sebagai vampire,Rain baru mengeluarkan tubuhnya.


Di atas kasur sudah tersedia 5 Papper bag yang berisi Dress,Baju kaos,celana,make up dan dalaman.Rain memilih yang paling simple yaitu baju putih polos pendek serta celana jeans hitam panjang untuk di pakai nya,sungguh dia tak ingin terlihat menarik sama sekali di mata lelaki itu.



Setelah berganti pakaian Rain baru mengeringkan rambutnya dengan handuk,setidaknya tubuhnya harus aman terlebih dahulu.Setelah rambutnya di rasa kering lalu dia menguncir tinggi rambutnya kemudian menggulung nya,benar benar sangat simple.Rain bahkan tak menyentuh isi make up yang di sediakan untuknya.


Setelah memeriksa kamar,Rain sama sekali tak menemukan ponselnya akhirnya Rain keluar kamar dengan langkah yang begitu pelan.



Mata Rain tertuju pada pria berbaju kaos hitam lengan panjang serta celana jeans panjang,penampilan begitu berbeda dari yang biasanya itu tengah memecahkan telur dan di masukkan kedalam mangkok,Rain berjalan menghampiri Rey di dapur yang serius memasak.Saat Rey memotong bawang dan ingin memasukkan bawang tersebut ke kocokan telurnya Rain bersuara


"Mm bawangnya di goreng dulu terus di campur" ujar Rain yang membuat Rey tersenyum ke arahnya.


Rey belum bersuara dan meneruskan memasaknya sesuai selera yang di katakan Rain tadi,omlet telur yang bawangnya di goreng terlebih dahulu telah siap.Bagi Rain jika bawangnya di masukkan mentah ketelur wanginya akan sangat menyengat makanya dia tak suka.

__ADS_1


Setelah selesai Rey menghidangkan omlet tersebut di dalam dua piring,kemudian menaruh pisau dan garpu lalu meletakkan ke meja di depan Rain.


Mereka berdua saling bisu untuk sesaat,Rain pun memakan makanannya dengan tenang dan tak lagi berpikir negatif.


Setelah makanan Rey habis lebih dahulu,Rain baru membuka suaranya "Tuan tas saya di mana yah?" tanya Rain dengan nada hati hati


Rey bagai menunjuk menggunakan matanya melirik ke arah sofa,Rain yang mengikuti sorot mata Rey langsung melihat tasnya yang berada di sofa depan tv.


Rain segera bergerak,namun sebelum beridiri Rey bersuara "Habisin dulu makanannya" ujar Rey datar


Rain lalu menghabiskan makanannya,mengunyah tanpa suara dan ingin segera pergi dari tempat ini.


Di tengah keheningan mereka ponsel Rey berdering,Rey diam tanpa ekspresi kemudian berbicara di telepon.


Hanya satu kata yang di dengar oleh Rain "Okey" lalu pria itu berdiri meninggalkan meja makannya menuju ke kamar.Rain segera minum dan duduk di sofa,ponselnya sudah mati kehabisan baterai.


Kemudian Rey keluar sudah dengan penampilan rapinya seperti biasa,memakai jas nya dengan begitu arogan dan dingin.


Rain yang menunggu Rey keluar dari kamar dan ingin berpamitan pun melamun terlebih dahulu melihat wajah Rey yang begitu tampan.



Rey langsung berkata "Aku gak bisa antar kamu,aku ada urusan mendadak.Kamu bisa pulang sendiri,kalau ada apa apa kabari aku secepatnya.Di bawah juga sudah ada taxi yang menunggumu" ujar Rey dengan senyumnya.


Rain hanya mengangguk dan diam mengikuti langkah kaki Rey,mereka berdua terpisah di baseman bawah kemudian masuk ke dalam mobil masing masing.

__ADS_1


Rain baru tau ternyata dirinya berada di dalam apartemen milik Rey yang berdekatan dengan tempatnya bekerja.Rain yang absen bekerja tak melirik ke arah salon tempatnya bekerja saat taxinya memutari jalan di area baseman.


__ADS_2