DI NIKAHI ADIK BOS

DI NIKAHI ADIK BOS
17


__ADS_3

Di esokan harinya Rain memasak Nasi goreng untuk sarapannya,dan membungkus di dalam satu kotak makanan untuk di berikan pada Satya.Rain sengaja menunggu Satya pergi berangkat kerja karena segan untuk mengetuk pintunya.


Saat satya sudah keluar dari pintu nya Rain menghampiri "Pagi sat,ini aku ada buat nasi goreng barusan.Kamu bawa yah buat sarapan" ujar Rain tersenyum


"Oh iya makasih yah Rain,Ya udah aku berangkat dulu yah takut telat" ujar Satya sembari tersenyum dan mengambil kotak makan tersebut


"Ya udah bye" kemudian Rain masuk ke dalam rumahnya untuk mandi kemudian bersiap tuk berangkat kerja juga.


Setibanya Rain di ruangan "Morning guys" sapa Rain saat tiba di staf room


Nayla,Angel dan Ana datang memeluk Rain "Maafin kita yah beb gak bisa jagain kamu" ujar Nayla dengan nada begitu sedihnya


Rain hanya tersenyum "Udah gak apa apa kok" jawab Rain


"Ada apaan nih,adek adek abang" tanya Noval melirik ke pada gadis tersebut


Rani yang menjawab "Yah ngapain ko kepo" ujar Rani tertawa


"Sorry yah,aku tanya anak gadis bukan perawan tua" ujar Noval mengejek


Rani langsung pergi dari staf room,memang kelemahan nya adalah jika dirinya di bully dengan hal itu.


"Kamu bener bener gak apa apa Rain?kamu ke mana aja?" tanya Nayla menyelidik


"Udah nanti aja yah di bahasnya" jawab Nayla tersenyum pada teman taman nya.


Lalu semua karyawan melakukan aktifasnya masing masing.Kemudian Ana menarik Rain tuk duduk di sofa tempat mereka biasanya.


"Jadi gimana kamu mau jelasin gak,kamu ke mana malam itu?" tanya Ana


"Aku gak ke mana mana kok,aku pulang ke rumah" jawab Rain


"Ke rumah apanya Rain?kita bertiga ke rumah kamu cariin kamu pas sore terus katanya kamu udah gak di rumah itu lagi" ujar Nayla


"Yah kemarin itu aku ke hotel dulu karena kepala aku masih pusing makanya aku gak langsung pulang" jawab Rain berbohong "Yah mana mungkin aku bilang kalau aku di apartemennya adik bos,bisa bisa satu dunia raya bakalan gempar" sambung Rain dalam hatinya


Angel melirik Rain yang sedang menghayal "Kamu gak bohong kan Rain?" tanya Angel


Rain hanya menggelengkan kepalanya.


"Maafin aku yah Rain,itu semua karena Aku yang pesanin kamu minuman.Aku gak nyangka satu gelas itu bisa bikin kamu mabuk Rain" ujar Nayla tertunduk sedih


"Udah lah gak usah di bahas lagi,intinya aku gak kenapa kenapa juga" ucap Rain tersenyum ke arah teman temannya.


"Oh yah bebb kamu udah tau belum kalau Aldi udah balik dari bulan madunya" ujar Angel tersenyum geli


Rain hanya menggelengkan kepalanya kembali.

__ADS_1


"Hiisssss Rain kamu masih mabok yah,dari tadi geleng mulu deh" timbrung Ana


"Makanya kalian jangan bahas yang bikin aku pusing lah" ujar Rain meninggalkan teman temannya


Saat pulang kerja Rain pun minta di antar oleh Angel tuk sampai ke halte depan,sebenarnya Angel mau saja mengantar Rain sampai rumah namun Rain menolak karna tak ingin alamatnya di ketahui orang lain.


Saat masih di parkiran Aldi datang dan tersenyum manis.


"Ngapain kamu di sini" tanya Rain sinis


"Yah ketemu kamu lah sayang" jawab Aldi santai


Angel hanya diam,Rain pun segera naik ke atas motor Angel.Tangan Rain di tarik oleh Aldi namun Rain menyuruh Angel tuk terus menjalankan motornya,akhirnya Aldi melepas tangan Rain.


Aldi mengumpat kesal karena melihat Rain di boncengi Pria dan berpikir bahwa itu adalah pacar baru Rain.Padahal dia tak tau bahwa sebenarnya Rangga/Angel berjiwa perempuan namun fisik lelaki.


Setibanya Rain di halte pun taxi nya sudah tiba,lalu Rain dan Angel berpisah ke arah masing masing.


Di dalam mobil Rain terus mengumpat kasar "Ngapain sih tuh anak masih berani muncul di depan aku tanpa merasa bersalah,sok paling bener aja" ujar Rain menyunggingkan bibirnya kesal.


"Sekarang aku udah gak tinggal di rumah tante lagi yah,jadi gak ada lagi alasan aku pertahanin kamu" ujar Rain terus mengumpat dan baru sadar bahwa dirinya telah sampai di depan rumahnya.


Setelah turun dari mobil Rain kemudian segera mandi lalu memasak untuk makan malamnya,kali ini Rain harus memberikan makanannya untuk Satya.


Rain memasak Tumis kangkung serta ayam goreng bumbu rujak,yah Rain memang sedikit bisa memasak karena hobinya membaca buku membuatnya ingat akan resep resep di dalamnya.Intinya tinggal praktek,mau seperti apa rasanya yah urusan belakang.Tapi setelah di cobanya juga enak menurutnya.Rain yang pemakan pedas itu pun menaruh sambal sebanyak mungkin karena Satya pun terlihat seperti suka pedas.


"Kamu kenapa sih suka muncul tiba tiba" teriak Rain dengan kesal


Rey hanya diam dan melangkah masuk sambil menarik tangan Rain ikut ke dalam


"Aku mau makan lapar" ujar Rey segera duduk di sofa


"Ya udah kamu makan aja di tempat lain,ini bukan restoran atau rumah makan" ujar Rain kesal


"Tapi aku mau nya kita bareng" ujar Rey menatap tajam pada Rain


Kemudian Rain diam dan beranjak ke dapur,Rain membungkus separuh masakannya untuk di berikan pada Satya.Setidaknya Rain sudah waspada jika hal seperti ini akan terjadi makanan untuk Satya masih aman.


Saat Rain melangkahkan kakinya ingin ke depan pintu,Rey menghentikan nya dengan suara "Kamu mau bawa itu ke mana?"


Rain menoleh ke arah Rey "Buat tetangga" jawab Rain tanpa melirik


"Gak perlu,di depan ada Yohan.Dia juga lapar jadi makanan itu buat dia" ujar Rey melangkah menarik tangan Rain kembali duduk


"Tapi Tuan kasian Satya,lagian Sekertaris Yohan bisa pergi membeli makanan" ujar Rain pura pura lembut


Rey hanya diam dan mengeluarkan ponselnya,terlihat sedang mengetik pesan lalu Yohan pun masuk menghampiri.

__ADS_1


"Iya Tuan Muda ada apa?" tanya Yohan lalu menunduk hormat


"Han kamu makan ini" menyerahkan kotak makanan dari tangan Rain pada Yohan


"Baik Tuan,Terimakasih Nona" ucap Yohan kemudian ikut duduk di sofa samping Rain


"Ekhemtttt" Rey berdehem keras "Aku suruh kamu makan tapi bukan di sini melainkan di mobil.Kamu gak kasian liat Rain yang udah bungkus makanan nya capek capek.Jadi kamu harus makan di mobil,kalau makan di rumah bungkusannya rugi" ujar Rey melirik Yohan memberik kode


"Maaf Tuan,saya permisi" kemudian Yohan meninggalkan mereka berdua.


Rain pun memakan makanannya tenang,sementara Rey sesekali menatap Rain tengah mengunyah makanannya.Rey kemudian memakan makanannya,lalu kembali menatap ke arah Rain.


"Apa liat liat" tanya Rain sambil melotot


Wajah Rey menjadi memerah,Rain pun semakin bingung.


"Kenapa,gak enak yah?.Kalau gak enak udah stop makannya" ujar Rain melirik pada Satya


Rey diam dan tenang terus menyantap makanannya hingga habis tanpa suara lalu segera minum namun tiba tiba terbatuk.


Rain pun bertanya " Tuan,kamu baik baik saja kan" ujar Rain mengusap belakang Rey lalu menatap wajah Rey yang makin memerah


Rey hanya menggelengkan kepalanya diam,lalu Yohan segera masuk ke dalam.


"Kau ini kenapa baru masuk" bentak Rey menatap Yohan


"Maaf Tuan saya lupa" jawab Yohan yang bibirnya sedikit memerah


"Dasar tak berguna" ucap Rey sembari menekan ulu hatinya


Rain pun baru sadar "Ya ampun Tuan,kamu tidak sanggup makan pedas yah" ujar Rain kasian tapi merasa lucu kemudian tertawa kecil


"Kau gila yah masih bisa tertawa" ujar Rey ketus


Sementara Yohan pun tak tahan untuk tidak ikut tertawa.


"Kau benar benar akan ku pecat" bentak Rey pada Yohan


Kemudian Yohan segera menundukkan kepalanya "Maaf Tuan saya akan mengambil obat" lalu segera berlalu keluar "Tuan Kau benar benar sedang tersiksa tapi masih bisa marah" ujar Yohan dalam hatinya


Rain mengambil Teh Botol dari kulkas untuk Rey "Ini minum dulu" sembari membuka tutup botol lalu memberikan pada Rey


Rey pun segera meminum minuman tersebut,bibirnya sangat bengkak dan memerah.Rain mau tak mau kembali tertawa melihat wajah Rey.


Yohan kembali dengan membawa obat untuk asam lambung.


Rey menatap Yohan "Kamu keluar sekarang" bentaknya.Yohan segera mengangguk kemudian melangkah keluar.

__ADS_1


Rain membuka obat tersebut dan memberikan langsung di tangan Rey "Minum sekarang" suruh Rain yang memegang air putih memberikan pada Rey.Rey menurut langsung meminum obat tersebut,sementara Rain membereskan tempat makan mereka.


__ADS_2