DI NIKAHI ADIK BOS

DI NIKAHI ADIK BOS
30


__ADS_3

Jam 09 malam Rey sudah kembali ke rumah Rain seperti biasanya dirinya sudah berpenampilan ala Bad Boy bukan CEO lagi.


Rain pun sudah memasak makan malam karena sebelum pulang tadi dirinya mampir ke Supermarket Mall xx


"Eh udah pulang yah" ujar Rain tersenyum ramah menyambut kedatangan Rey


Rey hanya melirik tanpa bersuara.


"Aku tungguin kamu loh" ucap Rain tersenyum manis sekali


"Aku juga udah masak,kamu duduk duduk" ujar Rain bergerak mendudukkan Rey di sofa kemudian menuju lemari dapur mengambil makanan yang sudah di masaknya.


Rey yang melihat tingkah Rain yang aneh itu sejujurnya merasa risih karna tak seperti biasanya.


"Makan makan" ujar Rain mengambilkan nasi serta lauk yang di masaknya ke piring Rey


Rey melirik "Kamu juga"


Rain yang langsung mengerti segera mengambil makanan untuk dirinya sendiri.Suasana makan malam mereka begitu hening hanya ada suara sendok beradu di piring yang terdengar.


Setelah acara makan makan selesai Rain mulai bersuara "Tuan" panggil Rain


Rey melirik "Rey" ujarnya


"Iya Rey yang ganteng sekali" ucap Rain tersenyum sumringah


"Hm" jawab Rey


"Aku mau serius" ucap Rain


"Aku selalu serius" jawab Rey datar


Rain memukul lengan Rey "Bukan gitu" ucap Rain


"Mulai" ujar Rey


"Maaf" ucap Rain mengelus pundak Rey


"Temen Aku di keluarin dari Perusahaan kakak kamu" ucap Rain hati hati


Rey menaikkan sebelah alisnya "Terus"


"Yah kamu harus tolongin lah" ucap Rain


Rey hanya terdiam tak menjawab


"Rey" panggil Rain kembali


"Hm" jawab Rey terus terusan


"Kamu harus tolongin Aku" ucap Rain menatap Rey serius


"Aku selalu tolong kamu" jawab Rey


"Teman Aku juga" jawab Rain


"Aku tolongin orang yang aku sayang dan penting buat aku" ujar Rey


"Tapi mereka penting buat Aku" ujar Rain

__ADS_1


"Gak mereka sama sekali gak ada pentingnya buat kamu" ujar Rey


"Penting Rey mereka teman Aku" ujar Rain memasang wajah sedih


"Nggak,mereka bukan teman kamu" bentak Rey lalu berdiri dari duduknya


"Kamu apa apan sih Rey,kalau gak mau tolongin ya udah gak usah bentak" ujar Rain ikut berdiri menatap Rey


"Kamu harus belajar buat gak mikirin orang yang gak menguntungkan buat kamu" ujar Rey


"Harusnya kamu yang lakuin itu,Aku sama sekali gak menguntungkan apa apa buat kamu" ujar Rey kesal


Rey mengecup bibir Rain "Kamu penting buat Aku" ucap Rey lembut


"Tapi mereka juga penting buat Aku" ujar Rain kembali


"Stop mikirin mereka,gara gara mereka kamu kemarin celaka" ujar Rey menatap serius


"Bukan salah mereka tapi salah cowok cowok brengsek itu" ucap Rain


"Tapi karna mereka kamu bisa ke tempat buruk itu.Beruntung mereka cuma ku keluarkan biar kalian gak punya waktu ketemu lagi" ucap Rey datar


"Tapi bukan salah teman aku.Kamu jahat berarti mereka keluar karna kamu" tunjuk Rain


"Stop panggil mereka teman,mereka gak pantas bergaul sama kamu.Udah 2 seringkali kamu hampir celaka karena mereka" teriak Rey


"Tapi gak sepenuhnya itu kesalahan mereka,udah aku gak mau bahas ini lagi" ujar Rain


"Besok kamu pindah ke Outlet K" ujar Rey


"Kenapa jadi aku yang di pindah" ujar Rain kesal


"Gak bisa nolak" ucap Rey penuh penekanan


"Besok bikin surat resign kamu,bayar sisa kontrak kerja kamu" ujar Rey datar


"Kok jadi bawa bawa aku sih" ujar Rain kesal kemudian meninggalkan Rain masuk ke kamar belum sempat menutup pintu tubuh Rey sudah berhasil masuk ke kamar.


"Udah sana" ujar Rain dengan suara meninggi


"Besok pokoknya kamu harus pindah" ujar Rey kembali


"Aku gak mau bahas lagi Rey" ujar Rain


"Ya udah fix kamu mengundurkan diri" ujar Rey


"Egois tau gak" ujar Rain memukul dada Rey


_____________________


Ke esokan paginya Rain mendapat telfon dari Bu Ingrit.Entahlah dari mana kontak baru Rain bisa di dapatnya.


"Halo,siapa?" tanya Rain


(....)


"Iya Bu kemarin saya sakit" jawab Rain


(....)

__ADS_1


"Kok saya bisa di pindah Bu,apa saya ada salah?" tanya Rain


(....)


"Tapi Bu saya gak bisa" jawab Rain


(....)


"Apa 400D Bu gak bisa Bu" ujar Rain kesal


(....)


"Ya udah Bu makasih infonya" jawab Rain lalu memutuskan panggilan



"Bisa abis tabungan Aku bayarin sisa kontrak yang gak seberapa itu,sabar Rain bentar lagi kamu habis kontrak terus tinggalin perusahaan gak jelas itu" ucap Rain berusaha menenangkan dirinya.


Kini Rain telah berdiri di sebuah gedung yang seperti biasanya Hotel namun kali ini Hotel perusahaan xx tergabung dengan Salon K.


Dirinya begitu sedih harus menyesuaikan diri kembali di tempat asing.


"Selamat siang" sapa Rain berusaha tersenyum


"Selamat siang" sapa seorang wanita


"Rain yah?" tanya nya


"Iya Bu" jawab Rain


"Saya Indah manager di sini,kamu asisten manager saya kan" ucap Bu Indah


Rain mengangguk "Iya Bu,mohon bimbingannya yah" ucap Rain.Entah kenapa dirinya bisa terpilih sebagai Asmen sedangkan dirinya belum pernah di bidang tersebut.Setelah Bu Indah menjelaskan tugas tugas Rain kini tiba saatnya briefing.


"Perkenalkan semuanya ini adalah Rain asisten manager di sini" ujar Bu Indah memperkenalkan Rain


(Foto vanesha cantik)



Rain masih bergabung bersama para Stylis yang juga beberapa di kenalnya,dirinya tak ingin bergaul dengan para atasan atasan bukan Rain membenci namun dirinya merasa masih belum pantas di umurnya yang masih di katai oleh orang bocah bisa menjadi Asmen.


Saat jam 10 malam Rain berjalan menuju halte,ponselnya berdering lagi lagi dari nomor yang tak di kenal.Itu dari Yohan dia mengatakan bahwa Tuan Mudanya punya masalah dan menyuruh Rain untuk ke apartemen Rey.


Sebenarnya Rain tak ingin pergi namun mengingat Rey pernah menyelamatkan nyawa nya hati nuraninya melangkahkan kakinya lalu menaiki taxi dan menuju apartemen yang searah dengan tempatnya sebelumnya bekerja.Sejujurnya Rain pun merasa rindu akan tempat tersebut.


Rain baru tiba saat pukul 11 malam saat mengetuk pintu apartemen Yohan segera membuka pintu "Silahkan masuk Nona" ujar Yohan mempersilakan lalu menunduk



"Udah santai" ucap Rain tersenyum ke arah Yohan


"Mana Tuan Muda mu itu" tanya Rain terus melangkah menuju kamar Rey


Wajah Yohan seketika berubah menjadi agak ironis "Tadi Tuan Muda minum terlalu banyak,aku sudah menasihatinya untuk ke Dokter atau memanggil Dokter untuk memeriksanya.Dirnya masih sadar namun asam lambung nya yang naik" ujar Yohan


Rain tercengang seperti tak percaya Rey bisa minum "Tapi Tuan sekertaris Aku bukan dokter yang bisa sembuhin dia,jadi percuma juga Aku di sini" ujar Rain berhenti di depan kamar Rey


"Baiklah karna Nona Rain telah di sini aku serahkan Tuan Rey padamu" ucap Yohan menunduk hormat kemudian melangkah pergi keluar apartemen.

__ADS_1


Rain masuk perlahan ke dalam kamar,terlihat Rey duduk di atas sofa dengan sorot matanya yang dingin membuat Rain sedikit gugup tak seperti biasanya.



__ADS_2