
Ke esokan harinya Dokter Richard memeriksa keadaan Rain.
"Kenapa dia belum bangun" tanya Rey dengan memegangi tangan Rain
Dokter Richard tersenyum "Sebentar lagi Tuan Muda,racun yang ada di tubuh Nona Rain juga sudah berhasil di tangani,bersyukur racun tersebut tak terlalu kuat.Namun lukanya agak sedikit parah,mungkin saat Nona Rain bangun akan terasa sedikit sakit saat bergerak Tuan" ujar Dokter tersebut menjelaskan.
Rey menghela nafas panjang saat mendengar penjelasan dokter,Rey terus memandangi wajah pucat Rain di hatinya masih tersulut emosi memikirkan penyebab kejadian tersebut pada Rain.
Yohan mengetuk pintu dan masuk di dalam ruang inap Rain kemudian menjelaskan semua penyebab apa yang di alami oleh Rain.
Wajah Rey mengeras seketika,dirinya ingin sekali mengurus pemuda pemuda brengsek itu namun dirinya tak tega meninggalkan Rain sendirian di rumah sakit.
"Kamu urus semuanya" ujar Rey datar tanpa melirik pada Yohan.
Yohan mengangguk kemudian melangkah pergi,hanya Yohan dan Tuhanlah yang tau apa yang di lakukan nya pada pemuda itu.
Rey kembali ke tempat duduk di samping Rain kemudian mendaratkan kecupan lembut di kening Rain dan mengusap rambut Rain lembut.Rain tersadar dan membuka mata secara perlahan,Rey segera menekan tombol Nurse Call kemudian Dokter Richard dan perawat segera datang dan memeriksa keadaan Rain.Setelah di pastikan semua baik baik saja Dokter Richard keluar dari kamar tersebut.
Rey tersenyum tipis menatap Rain "Syukurlah kamu udah sadar" ucap Rey.Rain tersenyum dirinya merasakan kehadiran Rey semalam saat sebelum dirinya pingsan.
"Temen temenku mana?" tanya Rain
Wajah Rey berubah datar "Kamu gak usah mikirin itu dulu yang terpenting kamu itu sehat" ujar Rey membenahi anak rambut ke telinga Rain
"Sekarang kamu makan yah" ujar Rey mengambil bubur di samping nakas tersebut.
Rain berderik geli "Aku gak mau" ujar Rain menolak
Rey berusaha sabar "Kenapa,kamu harus makan biar cepat sehat" ujar Rey berusaha membujuk Rain
"Aku geli sama makanan rumah sakit" ujar Rain lalu menutup mulutnya rapat
"Emang kenapa?" tanya Rey terheran
"Intinya aku geli,aku gak mau makanan rumah sakit" ujar Rain lalu menatap ke arah lain
"Iya tapi alasannya apa? Ini pasti hygiene kok kamu tenang aja di sini buka sembarang Koki juga yang masak" ujar Rey berusaha meyakinkan.Rain pun terpaksa mau menerima bubur yang di berikan oleh Rey.
"Udah ayo makan" ujar Rey
Rain hanya menatap mangkok di meja kecil di depannya "Gak peka" ujar Rain cemberut
"Apanya?" tanya Rey heran
"Suap" ujar Rain sedikit gengsi,namun dirinya begitu manja jika sakit.Dulu saat masih bersama keluarganya Rain akan di suapi jika dirinya sakit.Rey pun menyuapi Rain perlahan dengan senyum manisnya.
"Jangan liat aku kayak gitu" ujar Rain sedikit kikuk karna terus di tatap.Sementara Rey makin mengembangkan senyum cool yang membunuh Rain secara perlahan.
__ADS_1
"Oksigen,oksigen" ujar Rain tiba-tiba
Rey terkejut panik "Kamu kenapa?? Mana yang sakit??" ujar Rey
"Aku gak bisa nafas" ujar Rain.Kemudian Rey segera ingin menekan tombol Call Nurse namun di cegat oleh Rain.
"Udah udah kok udah sembuh" ujar Rain tersenyum.Bisa bisa dirinya akan malu saat dokter memvonisnya kehabisan oksigen karena deg degan melihat Rey.
Rey menyeritkan alisnya heran lalu menatap Rain,sementara wajah yang di tatap menjadi kepiting rebus saat ini.
"Aku udah kenyang" ujar Rain segera mencairkan suasana
"Kenapa? Kamu makan lagi habisin deh" ujar Rey
Rain menggelengkan kepalanya "Mending kamu pulang aja istirahat kamu pasti capekkan,kamu juga harus makan.Makasih juga yah udah tolongin aku" ujar Rain dengan senyuman dan menatap Rey penuh arti.
________________
Beberapa hari kemudian kini Rain telah kembali ke rumah kontraknya,Rey pun harus ke kantor karena selama Rain di rumah sakit dirinya terus menjaga Rain.Berkas yang menantinya pasti sudah menumpuk,meskipun ada Yohan namun berkas penting lainnya membutuhkan Rey.
Rain masih beristirahat di rumah karena Rey belum mengizinkannya bekerja,sementara ponsel Rain kata Rey sudah di biarkan di Pulau P tersebut.Kini dirinya begitu suntuk teramat sangat,Rey juga sudah mengurus surat MC Rain agar gajinya tak terpotong karena sakit.
Sejujurnya Rain juga begitu cemas dengan keadaan teman temannya,namun kata Rey mereka baik baik saja.
Dari luar kamar terdengar suara ketukan pintu,Rain keluar membuka pintu.
"Tante,masuk tante" ujar Rain mempersilahkan
"Kamu baik baik aja kan?" tanya Tante menatap Rain
Rain mengangguk "Iya aku baik,Tante gimana?" tanya Rain
"Tante baik sayang,kamu dari mana? Dua hari lalu Tante ke sini cari kamu" tanya Tante
"Oh,itu Rain habis liburan sama temen.Tante kok bisa tau aku tinggal di sini?" tanya Rain
"2 hari setelah kamu pergi dari rumah,tante ikutin kamu pas kamu pulang kerja" ujar Tante tertunduk "Kamu balik lagi yah ke rumah" pinta Tante
Rain tersenyum tipis "Bukannya Rain gak mau tante,tapi Rain senang tinggal di sini bisa mandiri juga" ujar Rain
"Kamu masih marah yah,maafin Tante sayang.Tante terpaksa" ujar Tante dengan tatapan sendu
"Rain gak kenapa kenapa kok,Rain juga ngerti" ucap Rain pada Tante.Setelah mengobrol Tante pun pamit untuk pulang.
Setelah mengantar Tante hingga depan pintu,Satya pun baru tiba dari kantor dan melihat kepergian Tante.
"Tante kamu yah?" tanya Satya
Rain mengangguk
__ADS_1
"Kamu apa kabar,liburannya panjang banget hampir seminggu gak ingat pulang" ujar Satya.Rain tertawa kemudian masuk duduk di sofa di ikuti oleh Satya.
"Tuh makan" ujar Rain menunjuk Donat di meja yang di bawakan oleh Tante.
Satya pun memakan donat tersebut "Enak" ujar Satya
"Iya itu buatan Tante aku,waktu kami tinggal bareng kita berdua sering ikut kelas buat kue sama roti kalau aku Off" ujar Rain
Satya tak mengira gadis seperti Rain bisa memasak,membuat kue dan mengurus rumah.Setahunya gadis gadis seumuran Rain masih sibuk kuliah atau jika bekerja masih sangat manja dan lebih senang berfoya-foya.
Di jam 8 malam Rey telah kembali dari kantor,namun sebelum ke rumah Rain dirinya mampir terlebih dahulu ke apartemen Rain.
Rain begitu terkejut saat keluar dari kamar melihat sosok Rey yang sudah terduduk tampan di sofa memainkan ponselnya
"Mama vampire" teriak Rain "Bisa gak sih kamu itu datang ketuk pintu dulu" ujar Rain kesal.
"Hm" ujar Rey masih menatap ponselnya
Rain mendengus kesal masuk kembali ke dalam kamarnya,Rey pun ikut masuk ke dalam kamar dan melemparkan sebuah paper bag ke arah kasur.
"Apaan nih?" tanya Rain heran namun langsung membuka isi paper bag tersebut,lagian jika menunggu Rey yang menjawab paling hanya di jawab Hm.Rain terbelalak kaget saat melihat isi paper bag tersebut sebuah kotak ponsel dan segera membongkar kotak ponsel tersebut.
"Inikan 🍎 Pro Max terbaru itu" ujar Rain tak percaya "Ya ampun inikan baru launching terus harganya mehong banget yang kata netizen harga separuh ginjal" ujar Rain kembali.Maklumlah bagaimana pun Rain masih bisa di bilang remaja jadi ke alayan nya masih hilang timbul.
"Hm" ujar Rey duduk di sofa kamar.
"Hm apa!!" ujar Rain
"Kamu pake itu sekarang" ujar Rey lalu kembali memainkan ponselnya
"Gak-" ujar Rain terputus
Rey melirik "Kenapa?"
"Gak ragu ragu,aku mau.makanya jangan langsung nyamber,lagian salah kamu juga Hp aku kemarin kenapa kamu buang" ujar Rain mau namun gengsi jadi masih menyalahlan Rey sedikit.
Rey hanya diam,sementara Rain mengutak ngatik ponsel tersebut "Makasih yah" ujar Rain tapi masih memainkan ponselnya
Rey yang melihat Rain ikut tersenyum menatap gadinya senang. "Ayo pergi makan" ajak Rey
Rain menggeleng "Udah kenyang" ujar Rain masih asik dengan ponselnya
"Habis makan apa? Kamu kan cuma di rumah dari tadi" tanya Rey
"Jangan pura pura gak tau deh" ujar Rain "Tadi tante ke sini bawain aku donat cokelat tapi udah abis" sambung Rain kembali.
Rey segera menarik tangan Rain keluar kamar dan segera memasukkan tubuhnya ke dalam mobil.
__ADS_1