
Saat bangun di pagi hari,kamarnya sudah kembali terang dengan cahaya lampu.Rain mencari sosok Rey yang sudah menghilang,ntahlah sejak jam berapa Rey pergi.
Dada Rain terasa begitu sesak,seakan ada sesuatu yang kurang dari sisinya.Bekas tidur tempat Rey pun masih berbekas dan bau wangi rambutnya menempel di bantal serta wangi parfumnya masih tercium jelas.
Rain tersenyum "Emang dasar vampire" gumam Rain lalu beranjak membereskan tempat tidurnya.
_____________________
Beberapa hari telah berlalu,sejak malam itu Rey tak lagi muncul di hadapan Rain.Sementara Aldi hampir setiap harinya mendatangi Rain di tempat kerjanya,bahkan sengaja menghubungi Rain menggunakan ponsel milik orang lain agar Rain mengangkat telefon nya.
Rain yang begitu muak ponselnya terus berdering itu pun meminta pada Putri agar membantunya mengangkat telepon Aldi.
"Apaaa?" tanya Putri ketus tanpa mengatakan Halo
(.....)
"Apaa gak usah cari cari Rain lagi,ngapain cari Rain urus tuh Sasa istri kamu" >Putri
(......)
"Ihhhh lakilaki tak sadar diri,nggak tau malu yah" >Putri
(......)
"Udah jangan ganggu temanku lagi,ehhh Rain itu sudah punya cowok baru kaya lagi naik mobil sering antar jemput Rain.Jadi ko sadar diri aja yang naik motor dari hasil uang pacar" kemudian Putri mematikan telepon tersebut dan mengembalikan ponsel Rain.
Yang di dalam ruangan tersebut pun benar benar mendidih,melihat Aldi yang begitu ke PDan terus mengejar Rain.
__ADS_1
Saat pulang kerja Rain menunggu taxi di halte depan sementara Rani menunggu jemputan,langit sudah mulai menghitam angin bertiup kencang.Aldi pun datang menghampiri Rain.
Dengan begitu jijiknya Rain berkata "Kamu ngapain cari cari aku,gak tau malu yah" ucap Rain dengan tatapan membenci
"Salah aku apa Rain?" tanya Aldi memasang wajah tanpa dosanya
"Udah gak usah ekting lagi aku muak tau gak sama kamu,eeehhh aku diem selama ini bukan berarti aku gak tau apa apa,aku diem bukan berarti aku bodoh tau gak" teriak Rain menunjuk wajah Aldi dengan begitu marah
"Iya tapi jelasin salah aku tuh di mana" ujar Aldi kekeh merasa benar
"Emang sialan yah kamu gak punya malu,masih berani nanya salah kamu di mana.Sini aku jelasin ke kamu,dengerin yah baik baik" bentak Rain
"1.Kamu sengaja deketin aku karena awalnya kamu mau putus kan dari Sasa dengan cara kamu selingkuh,sementara Aku cuma anggap kamu teman gak lebih tau gak.Kamu sengaja kasih foto kita,yang aku pun bodoh berpikir polos mau foto sama kamu terus kamu tunjukin ke Sasa sampai akhirnya hampir semua pihak menyudutkan Aku.
2.Okey kalau memang kalian udah putus dan kamu menganggap aku terima kamu,tapi kamu pake logika seharusnya.Masa iya kamu merasa diri kamu itu pasangan aku tapi kamu masih ketemu sama Sasa,masih jalan bareng sama dia,masih tidur bareng dia.Asal kamu tau yah aku ngebiarin kamu artinya aku tuh gak peduli sama sekali.
3.Kamu datang sok sok pahlawan ke rumah aku buat jelasin semuanya sama keluargaku,dasar gak tau malu yah kamu" teriak Rain yang tak peduli pada orang sekitar,sementara Aldi terdiam dan memasang ekspresi sedihnya memegangi tangan Rain.
"Kamu salah paham Rain,itu semua bohong.Kamu tau dari siapa biar aku seret langsung orangnya ke sini" ucap Aldi berusaha meyakinkan
"Emang bener bener yah kamu masih gak ngaku,ehhh perlu kamu tau yah aku itu udah benci banget sama kamu.Gak usah sok keren deh,kemarin tante aku yang suruh aku buat terima kamu.Tapi sekarang udah gak bisa lagi yah" bentak Rain begitu emosi
"Kamu pikir aku bodoh di dalam permainan kamu.ini semua apa!!!??? Foto foto kamu sama Sasa kan,masih mau ngelak lagi?" menatap tajam mata Aldi sambil menunjukkan fotonya di hotel bersama Sasa
"Iya aku akuin itu semua memang betul,tapi aku bisa jelasin alasan aku ketemu sama Sasa.Harusnya kamu bisa ngerti Rain posisi aku" jawab Aldi berusaha meyakinkan
"Udah gak perlu,aku gak membutuhkan penjelasan dari pembohong seperti kamu.Iya aku ngerti posisi kamu yang cuma numpang hidup sama Sasa,motor kamu yang katanya masuk bengkel itu di tarik Sasa kan,kamu mau ikut dia untuk liburan cuti bareng biar motor itu di balikin dan di ambil lagi kalau kamu dekat aku lagi.Udah nikmatin lah kembalinya motor kamu,itu hp kamu yah itu dari Sasa kan yang di ambil kembali sama dia karena biar kamu gak bisa hubungi aku" bentak Rain lalu membuka tasnya dan mengambil uang Aldi dan melemparnya ke arah Aldi "Nih uang kamu,habis liburan bulan madu bareng pasti udah kehabisan uangkan.Uang kamu aku pulangin nih.Tenang aja sama sekali gak aku sentuh kok" ujar Rain tersenyum melihat miris ke arah Aldi
__ADS_1
Aldi diam kehabisan kata,tak di sangka bahwa Rain bisa tahu semua tentangnya.
Kemudian Aldi berlutut di depan Rain ingin mencium kakinya.
Rain segera menghindar "Udah gak mempan,kamu kira aku kasian terus Iba mau terima kamu lagi.Hmm gak bakalan tau" bentak Rain
Aldi pun terlihat menangis masih berlutut di depannya.Rain pun membuka Hp dan memutar rekaman video Aldi yang sedang berlutut di depan Sasa,sama persis apa yang di lakukan sekarang.Mulai dari kata katanya,perlakuannya semua modus yang sama.Hanya bedanya Rain tegas dan tak percaya.
"Mau bilang apa lagi kamu" Rain menatap jijik,Aldi pun berdiri dari berlututnya.
Rani pun pergi dengan shock tanpa pamit melihat semuanya lalu pergi saat pacarnya telah tiba menjemputnya.
"Iya aku tau aku salah,tapi aku bener bener minta maaf aku serius sama kamu,bahkan aku udah beli cincin buat pertunangan kita" ucap Aldi membujuk Rain.
Hujan pun telah turun tanpa aba aba "Gak perlu tau gak,kamu gak pantas buat ngomong tentang keseriusan" teriak Rain yang dadanya bergemuruh kencang
Aldi berusaha menarik Rain dan ingin memeluknya.Rain sontak menampar pipi Aldi keras "Brengsekk tau gak,aku makin jijik sama kamu.Mulai sekarang kamu pergi jauh dari hidup aku,jangan ganggu aku lagi" teriak Rain di tengah derasnya hujan.
Rain pun bergegas ingin pergi namun Aldi masih belum menyerah dengan memegang tangan Rain.Dengan berusaha keras Rain memberontak untuk melepaskan tangannya,tiba tiba seorang Pria datang menghampiri Rain dan segera menarik Rain ke dalam pelukannya.Hati Rain menjadi lebih tenang saat melihat seseorang yang memeluknya adalah Rey.
Rey menatap dingin dan tajam pada Aldi,dadanya pun ikut bergemuruh bisa di rasakan Rain saat dirinya di peluk oleh Rey
"Siapa kamu,gak usah ikut campur ini urusan aku sama tunanganku" ujar Aldi menatap mata Rey.Aldi memang tidak mengetahui tentang Rey,sama seperti Rain saat pertama kali beetemu Rey
"Cihhhhh,memalukan" Rey tersenyum miring wajahnya semakin kaku
__ADS_1
Aldi terdiam saat melihat Rey membuka jaketnya lalu di pakaikan menutup kepala Rain,kemudian menarik tangan Rain menuju mobilnya.Aldi berusaha menghalangi dengan menarik tangan Rain saat dirinya berbalik.Namun tiba tiba saja tangannya terlepas dan Rey segera memasukkan tubuh Rain ke dalam mobilnya.
Saat Rain di dalam mobil terlihat Aldi sedang berkelahi dengan beberapa orang,Rey segera melajukan mobilnya dan membawa Rain ke Apartemen miliknya.