DI NIKAHI ADIK BOS

DI NIKAHI ADIK BOS
18


__ADS_3

Setelah semua beres Rey terlihat masih duduk di sofa "Kamu ngapain masih di sini?" tanya Rain melirik aneh menatap Rey.Sementara Rey hanya diam tak menjawab


"Apaan sih aneh,aku kira kamu udah hilang lagi" ujar Rain berdiri berkacak pinggang menatap Rey


"Berarti kamu cari aku yah semalam" ucap Rey tersenyum


"Apaan sih,mana ada yah" Rain memalingkan wajahnya dari arah Rey "Ya udah sana pergi" ucap Rain kembali


"Ke mana?" tanya Rey datar


"Sana masuk kamar" teriak Rain kesal


Rey langsung melangkah kan kakinya masuk ke dalam kamar Rain.Sementara Rain yang melihat langsung berteriak "Bukan bukan di sini,aku cuma bercanda doang tadi.Harusnya kamu itu peka tau,aku suruh kamu pulang artinya" ujar Rain menarik tangan Rey yang sudah berada di dalam kamar


"Udah udah keluar sana,iiiihhhhhhh" teriak Rain kesal dengan wajah cemberutnya.


Sementara Rey terus melangkah dan duduk di atas Bed sederhana di kamar Rain.


"Dasar vampire gila deh,gak tau malu masuk masuk kamar orang" umpat Rain kesal


Rey menempelkan telunjuk di bibirnya "Cerewet tau gak sih" ujar Rey lalu memainkan ponselnya


Rain pun diam,tak ada gunanya berdebat dengan Rey "Mending aku mandi deh,nanti juga pas habis mandi dia hilang sendiri" ujar Rain dalam hatinya lalu melangkah menuju lemari mengambil piyama tidurnya untuk di kenakan jika selesai mandi.Sementara Rey hanya diam memperhatikan ponselnya saja.


Rain pun masuk ke kamar mandi dengan menutup pintu dengan sedikit membantingnya berharap agar Rey peka.


Setelah Rain keluar dari kamar mandinya,dirinya telah memakai pakaian lengkap,takut si vampire belum pergi dari kamarnya.Dan benar saja ternyata Rey masih ada dalam kamarnya duduk memegangi ponselnya.


"Ngapain masih di sini,pulang deh sana iiihhhhhhhh" teriak Rain kesal namun Rey tak memperhatikan Rain


Rain pun menyerah dan akhirnya mengambil ponselnya,sudah banyak pesan tentunya yang masuk namun tak di periksanya.Rain memang begitu cuek membalas pesan,bisa di chat hari ini kemudian di balas dua hari kemudian.Meski pun ponselnya tak lepas dari tangannya namun Rain lebih suka bermain game dari ponselnya.


Rain duduk di sofa kamarnya dan membuka game nya bermain cacing.Kini cacing nya sudah cukup besar dengan mulutnya tak berhenti mengoceh benar benar cerewet.

__ADS_1


"Iiiihhhh ini makanan aku tau berani berani nya dia makan" teriak Rain kesal sambil menggeser ke dua jempolnya di layar ponsel


"Tunggu yah kamu aku kejar,hahhhh kelilit kan kamu.Gak bakalan bisa keluar rasain" lalu tertawa tawa


Kemudian Rain langsung berteriak "Hahhhh ****** matikan,Hahahaha karma" teriak Rain tertawa seru sendiri.


Rey merasa dirinya di abaikan itu pun beranjak ke sofa,merampas ponsel Rain


"Mamaa,cacing aku udah besar" rengek Rain berteriak ingin merebut ponselnya kembali.


"Kamu kenapa sih itu cacing aku mati" teriak Rain sambil terus berusaha merampas Hpnya


"Kalau mau hp nya balik,mainnya di samping aku" ujar Rey kembali ke atas kasur.


Rain yang merasa dirinya waras pun mengalah,akhirnya naik ke atas kasur sementara Rey tersenyum penuh kemenangan.


"Udah ga usah senyum,sini hp nya" lalu merampas ponselnya dari genggaman Rey kemudian menatap tajam mata Rey dengan wajah sekesal kesalnya.


"Gara gara kamu liat nih mati,aku jadi di makan sama cacing lain tau gak" ucap Rain memperlihatkan ponselnya pada Rey.Ingin sekali Rey tertawa kencang namun gengsi jika harus terlihat dirinya bahagia karena ulah Rain.


Rain kembali mengoceh "Rasain kan mati,salah sendiri kejar kejar Aku" ujar Rain tersenyum jail" kemudian lagi "Tuh kan aku yang susah susah bunuhnya,kamu datang datang tinggal makan aja" ujar Rain kesal tak terasa sedari tadi kakinya terus menendang kaki Rey.


Akhirnya Rey menindih ke dua kaki Rain kemudian Rey kembali merampas ponsel milik Rain "Berisik tau" ujar Rey menatap wajah Rain


"Ya udah kalau berisik kamu pulang sana,inikan rumah aku,kamar kamar aku.Emang dasar vampire mesum gak tau malu masuk kamar cewek" ujar Rain menatap tak suka karena lagi lagi cacing nya harus mati di tangan Rey.


Kemudian Rain pun akhirnya membiarkan Rey lalu beralih ke tv nya dan menonton drama Korea favorite nya.Rey hanya tersenyum melihat tingkah Rain yang lucu tapi rada menyebalkan.Saat menonton Rain tersenyum senyum sendiri,wajahnya memerah saat melihat adegan romantis dan tangannya terus mencubit lengan Rey.


Rey yang ingin terus memperhatikan wajah Rain dan tingkahnya,kini telah meletakkan ponselnya di atas meja kecil di sampingnya.


Saat terus memandangi wajah Rain yang semakin memerah,Rey pun melihat adegan yang di tonton oleh Rain.Ternyata itu adalah adegan saat lee min ho menciumi leher Kim go eun lalu kemudian berciuman di bibir.


Rey tersenyum jail "Ternyata kamu suka yah adegan kayak gini" ujar Rey dalam hatinya.

__ADS_1


Rain yang masih merona dan membayangkan adegan tersebut tiba tiba saja merasakan di lehernya ada sesuatu yang kenyal menempel,jantung Rain semakin berdegup kencang 10× lipat lalu membelalakkan ke dua matanya.


"Kamu apa apansih,mesum tau gak" ucap Rain menahan malunya.


"Masa aku yang mesum" ujar Rey memanyunkan bibirnya menatap Rain "Aku apa kamu nih" memasang ekspresi imutnya lalu tersenyum menggoda Rain.


"Yah Kam,,," belum sempat melanjutkan kalimatnya Bibir Rey sudah menempel di bibir Rain.Rain menjadi diam sementara bibir Rey berusaha masuk ke dalam mulutnya.Rey pun menggigit kecil di bibir bawah milik Rain dan mulai mengisap lembut saat bibir Rain sedikit terbuka.Nafas Rey begitu kencang terasa di wajah Rain,sementara gadis ini mungkin detak jantung nya sudah bisa di dengarkan Rey,hanya Tuhan yang tau betapa merah wajahnya hingga ke telinganya.


Rain diam sambil menutup ke dua matanya merasakan sensasi yang belum pernah di rasakan sebelumnya,ingin rasanya dia memberontak untuk menolak,tapi raganya sendiri justru menginginkan hal itu.


Saat Rey berhenti barulah Rain membuka ke dua matanya,ini adalah ciuman pertamanya.Ciuman yang akan di ingatnya sepanjang sejarahnya,ciuman seperi beberapa menit yang lalu di lihatnya melalui tv kini di rasakannya langsung.


Rey tersenyum manis menatap Rain "Udah gak usah kaget,aku tau ini ciuman pertama kamu kan" ujar Rey tersenyum meledek


Rain menegak ludahnya salah tingkah "Apaan sih ga usah sok tau,emang dasar mesum" kemudian mendorong dada Rey.


Rey hanya tertawa tanpa suara,melihat Rain yang salah tingkah kemudian mematikan tv tersebut.


"Kok di matiin sih" tanya Rain menjadi kesal


"Mau nonton lagi yakin?kalau nonton lagi ya udah terserah.Aku bisa praktekin adegan pas habis ciuman itu" ucap Rey yang menatapnya


"A,,apaan sih udahlah aku mau tidur sana deh pergi" ujar Rain kembali salah tingkah.Yah dirinya pun tak sepolos itu,meskipun dirinya masih suci namun matanya sudah tidak lagi.


Rey pun berbaring di kasur dan menarik Rain lalu memeluknya "Udah tutup mata deh" kemudian mencium puncak kepala Rain sambil menutup kedua matanya.


Rain belum juga tertidur,dirinya masih memandang wajah Rey dan terheran heran,bahkan sesekali mengatai dirinya sendiri "Kamu kenapa sih Rain,bisa bisanya kamu tidur sama cowok yang sama sekali namanya saja belum kamu tau.Apa aku memang semurah itu" ujar Rain kesal dalam hatinya.


Rey membuka matanya,sontak Rain menutup ke dua matanya seperti sedang tidur dan bergerak membelakangi Rey.Kemudian Rey pun beranjak mematikan lampu dalam kamar hingga gelap gulita,Rain segera membalikkan tubuhnya ke arah Rey kembali tapi tak bersuara.


Rey kemudian berbisik "Kalau kamu masih belum tidur juga,pokoknya kita harus olah raga malam biar kamu bisa tidur" ucap Rey lirih di telinganya


"Tapi aku takut gelap" ujar Rain ikut berbisik

__ADS_1


Rey pun menarik selimut hingga dada kemudian memeluk Rain dalam dekapannya erat erat dan lengannya di jadikan bantal tuk Rain lalu menciumi dan mengelus rambut Rain hingga gadis ini benar benar terlelap.Tangan Rain pun mulai melingkar di pinggangnya,mereka berdua saling berpelukan hingga tertidur lalu memasuki alam mimpi masing masing.


__ADS_2