
Saat Angel,Nayla dan Ana ingin balik ke penginapan mereka di ganggu oleh pemuda di Pulau.Jalan mereka di halangi oleh beberapa orang pemuda tersebut.
"Kalian apa apaan sih" bentak Nayla kesal
"Wishhh mentang mentang anak Kota songong" ujar Pemuda 1 tersenyum licik
"Ngaca lah" pekik Angel
"Ini lagi satu laki jadi jadian" ejek pemuda 2
"Udah minggir kita mau lewat" ujar Ana menarik kedua temannya namun masih di hadang
"Jangan galak galak dong cantik" ujar pemuda 3 lalu di iringi tawa oleh teman temannya
"Kalian jangan macam macam yah,kita bisa lapor Polisi" ujar Nayla mengancam lalu mereka melangkah pergi.
Saat sampai ke Penginapan mereka pun berkemas untuk pulang,mereka juga tak menceritakan hal tersebut pada Rain.
"Buruan kalian nanti kita ketinggalan kapal" ujar Rain pada teman temannya.
"Kamu sih enak udah di sini duluan udah mandi duluan" ujar Ana kesal,sementara Rain tertawa kecil.
"Aku udah beres guys" ujar Nayla menggendong tas nya
"Udah kalian beli tiket duluan sana,kali aja kita ngantri" suruh Angel.Lalu Nayla dan Rain pun keluar penginapan mencari tempat penjualan tiket kapal,saat di perjalanan Rain mengeluarkan ponselnya.
"Ya ampun" teriak Nayla
Rain terperanjak kaget memukul lengan Nayla "Apaan sih" ujar Rain kesal
"Hp aku Rain di penginapan masih ke charger" ujar Nayla kesal
"Ya udah kali aku bisa telfon Angel suruh mereka bawain" ujar Rain
"Pokoknya aku gak tenang Bebb aku harus ambil sendiri,kamu tunggu bentar aja okey" ujar Nayla berlari kecil kembali menuju ke penginapan.
__ADS_1
Rain pun berjalan menuju ke pelabuhan namun sebelum sampai dirinya sudah di tanyai oleh seseorang "Mau ke mana?" tanya Pemuda 1
Rain terhenti "Itu cari tempat penjualan tiket kapal" ujar Rain
"Oh itu,kalau kapal ke Kota sih bukan di pelabuhan tapi ada tempat sendiri.Kalau yang di pelabuhan itu cuma untuk menuju pulau lain,kalau kapal kembali ke Kota lewat dermaga" ujar pemuda tersebut
"Masa iya sih,terus yang jual tiket di mana?" tanya Rain kembali
"Jalan itu lurus lurus aja" ujar Pemuda tersebut mengarahkan,Rain pun mengangguk dan segera berjalan sesuai apa yang di jelaskan pemuda tersebut.
Saat berjalan Rain melihat di pinggir jalan tersebut ada papan tanda jembatan lalu kapal "Pasti ini jalannya" ujar Rain kemudian menyusuri jalan tersebut.
Sementara di Pelabuhan teman temannya terus mendumal "Gila yah si Rain aku suruh tungguin malah balik Kota duluan" ujar Nayla kesal
"Emang gak ada akhlak tuh anak" ujar Ana,kini mereka bertiga telah berada di tengah lautan menuju ke Kota.
Sementara Angel yang kesal hanya bisa membuat Feed di instagramnya dengan caption "Pergi berempat pulang bertiga" lalu memajang foto mereka bertiga di atas kapal.
Mereka juga sepakat untuk mendiami Rain beberapa hari karna merasa Rain tak setia kawan.
*Di Kota B
"Tuan sepertinya ada hal yang tidak beres terjadi pada Nona Rain" ujar Yohan memberi laporan lalu menunduk
"Maksud kamu?" tanya Rey menyeritkan kedua alisnya
Yohan kemudian menjelaskan pada Rey,kini wajah Rain berubah dingin dan memerah.
"Siapkan Kapal sekarang juga" teriak Rey menatap tajam pada Yohan
"Baik Tuan Muda" angguk Yohan lalu menelfon kemudian mereka bergegas menuju Pelabuhan.
Di tempat Pulau O kini Rain menjadi semakin takut,sebentar lagi terlihat akan turun hujan.
Jantungnya semakin berdegup kencang menyusuri jalan yang begitu sepi,sama sekali tak ada tanda adanya dermaga.Justru hanya ada banyak pepohonan di sekelilingnya.
__ADS_1
*Di pelabuhan Kota B
"Tuan Muda sepertinya kita tidak bisa melintas menuju ke Pulau P karena cuaca sedang tidak baik" ujar Kapten kapal tersebut melaporkan.
"Saya tidak mau tau" bentak Rey dengan wajah suramnya,kini mata cokelatnya telah menghitam.Cuaca di Kota P telah turun hujan dan ombak pun bergemuruh kencang,namun Rey masih tetap nekat untuk menyeberang ke Pulau P
"Sampai Rain kenapa kenapa,kalian manusia sialan bakalan habis di tangan Aku" bentak Rey mengepalkan ke dua tangannya.
Sementara Rain yang berada di Pulau P tersebut terus menyusuri pepohonan,namun saat hendak melangkah Kaki Rain tersandung lalu segera berdiri namun kini seekor Ular telah melilit di kakinya.Ponselnya kini terhempas dari tangannya,Rain meneteskan air mata di kedua pipinya.
"Mama aku takut" ucap Rain pelan sambil terus menangis.Ingin sekali Rain lari namun ular itu melingkari kakinya,jika bergerak sedikit pasti ular itu akan mematuk nya.
Kini hujan telah menetes di sekujur tubuh Rain,dirinya masih diam tak bergerak sama sekali.Kakinya terasa bengkak,ingin sekali rasanya Rain menyerah namun dirinya berusaha kuat dan tetap menangis.
Bibirnya bergetar pucat,Rain begitu takut saat ini.Bahkan Rain telah berdoa minta pengampunan pada yang maha kuasa karena telah yakin bahwa dirinya tak mungkin akan selamat.
"Sebaiknya anda menunggu di kapal Tuan Muda" ujar Yohan
"Kamu gila yah,biar aku yang jemput Rain" ujar Rey dengan wajah yang tampak begitu emosi sekaligus cemas
Saat ular tersebut bergerak naik ke atas tubuhnya Rain semakin takut,Rain membuka Tasnya perlahan untuk memukul ular tersebut namun tiba-tiba terdengar suara tembakan.
Ular tersebut sudah sempat mematuk kaki Rain sebelum akhirnya ular besar tersebut mati tertembak,kini Rain sudah berbaring di tanah bersamaan dengan ular tersebut.Rambutnya berantakan siku dan lututnya pun mengeluarkan darah bekas jatuh tadi serta betisnya ada bekas gigitan ular.
Hati Rey begitu hancur melihat apa yang terjadi di depan matanya "Rain" teriak Rey berlari ke arah Rain.
Rain masih sedikit tersadar dan bisa merasakan seseorang memanggil namanya "Terimakasih Tuhan" batin Rain berucap kemudian pingsan sebelum menjawab panggilan Rey.
Rey segera berlari dengan menggendong tubuh Rain di tengah badai hujan "Kita harus balik sekarang" teriak Rey menaiki kapal.
Yohan segera berlari menaiki kapal dan meninggalkan beberapa orangnya di Pulau P kemudian Yohan menelfon ke Kota B untuk mempersiapkan segalanya.
Di atas kapal Rey begitu khawatir dirinya merasa begitu hancur melihat keadaan Rain saat ini,wajahnya pucat dan pakaiannya basah di penuhi tanah merah serta dedaunan.Rey segera mengikatkan kain ke betis Rain agar racun ulat tersebut tak menyebar cepat.Rey membuka pakaian Rain dan memasang jasnya di tubuh Rain.
Setibanya di RS EC INTERNASIONAL terlihat para Dokter telah menunggu,mereka pikir yang terpatuk ular adalah Rey karena Yohan tak menjelaskan di telfon.
__ADS_1