
Di pagi hari Rain bangun dan melihat tangan Rey masih melingkar di pinggangnya,Rain tersenyum menatap wajah Rey yang masih terlelap.
"Ga tau kenapa aku bisa serela ini sampai bisa tidur sama kamu,aku memang bodoh.Setelah ini aku harap kita bisa saling mengerti lalu saling menjauh,kita berbeda Rey" ucap Rain lalu bangun perlahan menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka setelah itu menuju dapur.
Rain membuka kulkas dan melihat isi kulkas yang lumayan lengkap,karena asisten rumah tangga yang datang ke apartemen Rey saat hari minggu selalu datang tuk memasak.
Rain memasak sarapan nasi goreng kemudian menaruh di atas meja makan lalu kembali ke kamar,terlihat Rey sudah rapi namun tak memakai jas untuk bekerja.
Rain berdehem kecil "Hm,Kamu gak ke kantor yah?" tanya Rain hati hati.Rey hanya menggelengkan kepala
Rain lekas bertanya kembali "Kenapa?"
"Tidak kenapa kenapa" ucap Rey lalu keluar dari kamar.Rain kemudian membereskan kamar lalu menuju ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi Rain lalu mengganti pakaian yang tersedia di dalam lemari,pakaian basah semalam pun sudah tak lagi terlihat di keranjang pakaian kotor.
Setelah berganti pakaian Rain keluar dari kamar,terlihat sarapan di meja makan belum tersentuh sama sekali.
"Kamu kenapa gak sarapan?gak suka yah makanannya?" ujar Rain tiba tiba
Rey yang duduk di atas sofa melirik lalu melangkah menuju ke meja makan.
"Ya udah aku mau pamit pulang dulu yah" ucap Rain lalu melangkah ingin pergi
"Duduk" ujar Rey segera bersuara.
Rain menoleh ke arah Rey,terlihat jelas mata cokelat nya menatap dirinya.Rain bergegas menuju ke meja makan dan duduk di samping Rey
"Kamu makan dulu,habis itu aku pulang" ucap Rain tersenyum
"Kamu Off kan?" tanya Rey
Rain mengangguk mengiyakan
"Hari ini kamu jangan pulang" ucap Rey
"Kenapa?" tanya Rain kembali
Rey hanya diam memakan sarapannya,lalu mengarahkan sendok ke arah mulut Rain.
"Makan" ucap Rey singkat
"Kenyang" jawab Rain
"Makan sekarang" ujar Rey masih dengan sendok di tangannya untuk menyuapi Rain.
__ADS_1
Terlihat sangat jelas sorot matanya yang begitu benci penolakan,Rain akhirnya membuka mulutnya menerima suapan tersebut.
Terjadilah adegan suap suapan di meja makan,setelah selesai makan Rain membereskan piring Rey setelah dirinya beranjak dari meja makan.
Rain duduk di sofa memainkan ponselnya,dan mulai mengetik di Google Rey Tan 🔍 Wikipedia ↖
"Nama Lahir : Rey Tan
Nama Lain : Rey
Lahir : 26 Oktober (22 Tahun) Pekerjaan : Chief Executive Officer (CEO)
Owner Ec Group
Tahun aktif : +- 2 Tahun
Pendidikan : Institut Le Rosey, Swiss
Harvard University, AS
Tinggi badan : 178 Cm
Latar belakang : Setelah melalui beberapa pertimbangan,Rey Tan memutuskan segera menyelesaikan kuliahnya untuk fokus menjalankan bisnis.Kini,Ec Group mampu memiliki suntikan pendanaan lebih dari US$ 100 juta.Selama merintis bisnis,Rey Tan merasa kekuatan jaringan sangat berpengaruh pada kesuksesannya.Dia juga mengatakan,saat ini semakin banyak cabang yang sukses dikembangkan.
Preverensi : "Memulai bisnis dari bangku kuliah memiliki banyak keuntungan dibandingkan mereka yang sudah menjadi profesional.Namun, pelajar butuh bantuan untuk mengatur segala hal tentang pemasaran.Untuk itu,hubungan jaringan alumni yang relevan untuk membantu.Jangan takut untuk memperkenalkan diri dan bertanya kepada mereka" tuturnya di liputan 8.
Usai membaca semuanya Rain mulai bergelut dengan fikirannya "Kenapa fotonya tidak terpajang!??" tanya Rain dengan mengetuk ngetuk telunjuknya di kepalanya tanda berfikir.
Tiba tiba Rey keluar dari ruang kerjanya dan bersuara "Ayo kita keluar" ucapnya dari belakang
"Mamaaa" teriak Rain terkejut mengarah ke sumber suara Rey.
Rey tersenyum "Ayo" ujar Rey
"Gak bisa,apa kata dunia kalau aku keluar sama Bos bos.Bisa bisa aku di bilang perempuan simpanan" tolak Rain melirik ke arah Rey
Rey mengerutkan dahinya menatap Rain "Sekarang ayo" ucapnya lirih
"Mau ke mana juga" ujar Rain
"Terserah" jawab Rey singkat
"Aku malas kalau ga jelas" ujar Rain menatap malas
"Ya udah ke Mall" jawab Rey
"Ke Mall mau ngapain coba,bosan aah" ujar Rain
"Ya udah kita di rumah" ujar Rey lalu duduk di samping Rain dan menatap dalam wajahnya lalu tersenyum nakal
__ADS_1
"A,,,apaa sih" ujar Rain memalingkan wajahnya.
"Katanya mau di rumah" ucap Rey tersenyum miring
"Tapi aku pulang ganti baju dulu terus kita keluar" ujar Rain
"Di lemari ada baju" ujar Rey menatap datar
"Itu baju siapa sebenarnya" tanya Rain penasaran
"Cuma buat di simpan di lemari,sana ganti baju sekarang" ujar Rey mulai kesal sedari tadi berdebat
"Tapi aku ga punya sandal atau sepatu" ujar Rain kembali "Mending aku pulang dulu aja"
Rey diam lalu menarik tangan Rain masuk ke dalam kamar "Aku gantiin bajunya sini" sambil memegang bawah baju Rain
Sontak Rain mendorong Rey "Gila,sana keluar" ujar Rain kesal.Rey pun melangkah keluar kamar.
Rain mengenakan atasan putih dengan celana pendek Peach lalu keluar kamar.Sedangkan tadi Rey sudah berganti pakaian sebelum mengajak Rain
Rey tersenyum tipis melihat Rain lalu menunjuk "Pilih cepetan" ujar Rey
Rain terbelalak beberapa sepatu dan sandal bermerk sudah berjejer di depannya.
"Ini dari mana lagi?" tanya Rain kembali
"Dari bawah" jawab Rey singkat
"Bawah mana" tanya Rain heran
Rey menunjuk menggunakan matanya "Bawah sana" melirik ke bawah Rain
Rain yang melihat Rey menjadi kesal "Dasar mesum,udah aahh malas perginya" ujar Rain mendudukkan tubuhnya ke sofa
Rey mendekat lalu berjongkok di kaki Rain memegangi sepatu Pink,kemudian memasangkan sepatu ke kaki Rain.
"Udah udah biar aku sendiri" ujar Rain segera merebut sepatu dari tangan Rey
Rey hanya diam,sementara tangannya terus bergerak di kaki Rain mengikat tali sepatu yang sudah terlanjur di pasangkan di kakinya
"Ya ampun kenapa aku gugup gini yah,Rain keep calm,,,keep calm" batin Rain melirik ke arah Rey.Tak terasa sepatu yang di rebut dari tangan Rey tadi kini sudah terpasang sempurna di kedua kakinya.
"Ayo" ujar Rey memegang tangan Rain keluar apartemen.Rey begitu tampan mengenakan sweater gray di lengkapi dengan kacamata hitam.Rain terus menundukkan kepalanya berjalan di belakang bahu Rey,seakan mengerti Rey mempercepat langkahnya menuju mobil.
Mobil sport Rey kini telah melaju ke salah satu Mall besar di Kota B.Sebenarnya ada rasa gugup di hati Rain keluar dengan orang penting seperti Rey,dirinya membayangkan saat turun dari mobil para wartawan telah berjejer untuk mewawancarai mereka berdua.
Sesampainya di Mall Rey memarkirkan mobilnya sendiri,sungguh benar benar di luar ekspetasi Rain.Selama ini di pikirannya adalah CEO itu tak mandiri dan selalu memakai jas di dampingi oleh asisten dan bodyguard tapi ternyata Rey begitu berbeda.
__ADS_1
Saat memasuki Mall,beberapa mata melihat ke arah mereka berdua.Begitu cocok dan serasi,yang satu tampan dan begitu cool dan yang satunya cantik dan manis.Mereka berdua berjalan beriringan.