DI NIKAHI ADIK BOS

DI NIKAHI ADIK BOS
14


__ADS_3

Saat tiba di depan rumahnya Rain menarik nafasnya dalam dalam kemudian melangkah masuk dengan pelan jantungnya berdegup kencang,baru tiba dirinya di ruang tengah suara Om terdengar


"Masih berani yah kamu pulang ke sini?" bentak Om


Rain terdiam dan tertunduk kaget


Tante yang beridiri di samping Om bertanya "Kamu dari mana semalam?" tanya Tante menyelidik


Rain masih diam dan tak bersuara,ingin berbohong tapi takut kesalahannya menjadi 1000× lipat


Tante kemudian mendekat ke arah Rain "Kamu yah saya bener bener kecewa sama kamu,saya udah terima kamu dengan baik di sini.Saya udah terima kamu sebagai anak saya karena saya tak bisa melahirkan anak kandung saya sendiri" Tante tertunduk sedih


"Tapi apa yang kamu lakukan sekarang?Kamu mempermalukan saya tau" tambah Tante "Ini lagi baju kamu kenapa bisa beda dari yang semalam sebelum kamu berangkat?" memegangi lengan baju Rain


Rain terdiam tak mampu berkata,karna memang dirinya benar benar salah.


"Kenapa kamu diam?Ayo jawab Rain" bentak Tante memperhatikan wajah Rain

__ADS_1


"Ini apa lagi hah!???? Siapa yang udah lakuin ini ke kamu??? Emang dasar yah kamu memang perempuan murahan,ternyata mungkin benar kamu juga jika kamu yang merebut tunangan orang" suara Tante semakin meninggi melihat tanda merah di leher Rain


"Udah gak usah buang buang tenaga kamu" Om menarik Istrinya ke sampingnya


"Mulai sekarang kamu keluar dari rumah ini" teriak Om menunjuk ke arah luar.


Rain terdiam dan berlari masuk ke kamarnya,Rain bergegas memasukkan barang barang miliknya.Pakaian pakaiannya serta barang barang pribadi lainnya kedalam dua koper besar.Setelah siap Rain mengambil ponselnya yang sudah di charger sebelum mengemasi barang barangnya,kemudian memesan taxi online.


Rain mendorong satu persatu koper miliknya ke teras depan rumahnya,saat Rain mengeluarkan koper terakhir Rain menghampiri tantenya yang berada di dapur.


Sementara di dalam rumahnya Tante merasa begitu sedih melihat Rain keluar dari rumahnya,sejujurnya dia juga tak ingin Rain harus pergi.Namun ini adalah persetujuannya dengan suaminya jika Rain menjadi anak nakal Rain harus pergi dari rumah.


Saat Rain keluar taxi nya sudah datang dan sudah memasukkan barang barang milik Rain ke dalam bagasi mobil.


"Mau ke mana Nona?" tanya supir taxi tersebut yang membuyarkan lamunan Rain.


Rain memang belum memikirkan dirinya akan ke mana "Saya baru mau cari rumah Kontrak atau Kos kosan pak,bapak jalan aja dulu" ujar Rain lalu diam kembali

__ADS_1


Kemudian Rain membuka ponselnya dan mencari secara cepat Kontrakan atau Kos yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bekerja.


Selang beberapa lama kemudian Rain menemukan rumah Kos yang sederhana dan bersih tak terlalu jauh dari rumahnya.Kemudian segera Rain mengirimkan pesan ke nomor yang tertera di gambar rumah Kos tersebut.


Setelah itu Rain mengatakan ke supir taxi untuk putar balik karena rumah yang akan di sewa Rain sudah terlewat jauh.Kemudian Rain memberikan alamat ke supir taxi tersebut,mereka pun melaju ke alamat yang di tujui.


Sesampainya Rain di depan rumah tersebut,Rain memberikan selembar uang 100ribu kepada taxi.


Di depan rumah Kosnya seorang Ibu ibu sudah menunggu Rain tuk memberikan kunci,Rain pun telah membayar sewanya untuk satu bulan.


Rumah yang di sewa itu begitu sederhana namun bersih dengan cat tembok dan lantai berwarna putih,di tempat tersebut hanya ada dua petak rumah.Mungkin sebelumnya ini adalah satu rumah besar kemudian di bagi menjadi dua untuk di jadikan rumah sewa.


Rain beegegas masuk ke dalam kamarnya dan menyusun pakaiannya ke dalam lemari yang tersedia,tak lupa Rain memasang sepray yang di bawanya dari kamar sebelumnya dan memasangnya di kamar baru nya ini.


Di dalam kamarnya terdapat satu bed berukuran sedang,kemudian tv,Ac dan juga sofa.Kemudian di luar kamarnya langsung berhadapan dengan dapur mini serta satu sofa tuk dua orang dengan meja kaca.


"Yah setidaknya ada Ac di sini,jika tidak ada bisa mati aku" ujar Rain berbicara sendiri.Setelah menyusun dan merapikan semuanya Rain pun tertidur hingga sore hari.

__ADS_1


__ADS_2