
Saat Rain di dalam mobil terlihat Aldi sedang berkelahi dengan beberapa orang,Rey segera melajukan mobilnya dan membawa Rain ke Apartemen miliknya.
Di dalam mobil Rain hanya terdiam,sekujur tubuhnya baru terasa dingin saat di dalam mobil.Meski pun Aldi memasang mode hangat di dalam mobilnya,namun pakaian yang basah membuat Rain masih menggigil di tambah lagi saat melihat wajah Rey yang begitu dingin dan datar.Sepanjang perjalanan Rey hanya diam saja tak bersuara dirinya hanya menatap Rain sesekali.
Rain baru membuka suara saat melihat jalan pulang berbeda arah,bukan ke rumahnya melainkan kembali ke tempat kerjanya "Tuan kenapa kita kembali ke sini?" tanya Rain
Sementara yang di tanya masih diam,namun Rain masih bertanya dalam hatinya mengapa Rey sengaja memutar balik arah yang lebih jauh jika harus kembali ke sini.
Setelah turun dari mobil Rain pun ikut turun dan mengikuti langkah Aldi dari belakang sambil menundukkan kepalanya.Tentu saja Rain merasa takut kembali ke apartemen,takut jika atasan ada yang melihatnya bisa naik bersama Adik bos mereka.
Di dalam lift Rey hanya diam saja,sementara Rain masih memeluk tubuhnya dengan tangannya sendiri.
Setelah tiba di unit Rey segera membuka pintu dan berkata "Kamu pergi mandi sekarang biar gak demam karna habis hujan hujanan" ujar Rey yang mereka berdua sudah berada di dalam kamar Rey
"Kamu duluan aja mandinya" jawab Rain
"Ya udah,kita berdua aja kalau gak ada yang mau mengalah" ujar Rey santai
Rain segera masuk ke kamar mandi dengan berlari kecil tanpa melirik ke Rey kemudian Rain mengguyur dirinya dengan air yang bisa di bilang lebih ke panas bukan hangat.Rain begitu lama di bawah shower seperti tak ingin keluar dari air yang membuat dirinya hangat tersebut.
Pintu pun di gedor dari luar "Rain kamu udah belum?" tanya Rey dari luar
Rain segera mematikan shower,Rain lupa bahwa Rey belum membersihkan dirinya.
Rain segera memakai kimono yang tersedia di kamar mandi.
Rain terkejut saat melihat Rey sudah mengganti pakaiannya dan terlihat segar.
"Mandi di mana?" tanya Rain heran menatap Rey yang makin ganteng cool maksimal.
"Udah gak usah di pikirin intinya aku udah mandi,lagian kamu ngapain di kamar mandi tidur" tanya Aldi tersenyum lalu menarik Rain duduk di depan cermin.Rain baru menyadari jika kamar Rey terlihat seperti ada perubahan sedikit.
Rey mengambil hairdryer kemudian mengeringkan rambut Rain,sementara Rain masih diam.Terlihat Rey sedang tersenyum memandangi wajah Rey,akhirnya Rain menjadi salah tingkah dengan wajah tomatnya karena terus di pandangi.
"Udah" ujar Rey lalu meletakkan hairdryer "Kamu ganti baju yah,semua yang kamu butuhin ada di dalam lemari" tunjuk Rey melirik ke arah lemarinya kemudian melangkah keluar dan menutup pintu.
Rain segera membuka lemari yang di beritahu oleh Rey "Ya ampun inikan baju baju cewek" Rain memeriksa isi di dalam lemari tersebut,terdapat Dress,Baju kaos,Jeans,Piyama tidur dan pakaian Rey.Rain merasa tidak percaya Rey mengoleksi barang barang seperti ini.
"Apa jangan jangan Rey itu seperti Angel yah,cowok jadi jadian" ujar Rain menggelengkan kepalanya.
"Yah lebih bagus sih kalau memang dia melambai,aku gak perlu takut kalau cuma berdua bareng dia" ucap Rain kembali sambil tertawa membayangkan
"Ehhh eehh tapi masa iya cowok melambai bisa ganteng keren macho kayak gitu sih" ujar Rain tersenyum sendiri "Eh apa jangan jangan itu koleksi buat cewek cewek yang datang ke sini yah,iiihhhh dasar mesum deh" ujar Rain jadi kesal sendiri.Yah Rain memang rada rada gila sepertinya.
Setelah itu Rain mengambil salah satu setelan piyama berwarna hitam putih.Setelah memakai pakaiannya Rain duduk memainkan ponselnya.
Rey masuk ke dalam kamar menatap penuh senyum pada Rain "Gak lapar?" tanya nya.
Rain segera beranjak "Tuan,kenapa kamu bisa tau aku di sana tadi" tanya Rain yang berbeda topik
__ADS_1
"Rey,panggil aku Rey" ujarnya
"Apa kata dunia nanti kalau aku panggil Tuan pakai nama" Rain menggelengkan kepalanya
"Terserah mau mikir apa,intinya panggil aku Rey" ucap Rey lalu melangkah keluar
Rain mengikuti "Kita gak makan?" tanya nya pada Rey
Rey hanya tersenyum menuju meja makan.
Semua makanan favorit Rain tersedia di meja,Rain memang tidak pernah canggung atau tegang saat di depan Rey kecuali Rey melakukan sesuatu padanya baru lah dia merasakan gugup.Berbeda dari orang lain semua menghormati Rey dan selalu menyanjung namanya agar mendapat simpati dari Rey.
Rain segera ke meja makan tersenyum "Ya ampun ini makanan kesukaan aku,ada Ayam bakar madu" di meja makan juga tersedia menu yang lain,Rain menelan saliva nya.
"Kamu kok tau sih aku suka ini" tanya Rain melirik Rey tersenyum lebar
"Nanti aja tanya nya,kamu makan dulu" sambil menarik kursi untuk Rain
Rain segera duduk,kemudian mengambil Nasi dan memberikan di piring Rey "Kamu mau makan apa?" tanya Rain
Rey menunjuk makanan yang di pilihnya kemudian Rain mengambilnya lalu memberikan pada Rey.
Sementara Rain mengambil mangkok akan makan Bakso lebih dulu namun Rey bersuara "Makan nasi dulu" Rain pun menurut dan mengambil Nasi.
Rain makan begitu banyak,pertama makan ayam bakar lalu Mie goreng dan terakhir bakso beserta pangsit.
Yah Rain memang mencoba semuanya dan makan sebanyak banyaknya.
Bagi Rey Rain itu sangat berbeda,jika biasanya perempuan di luar sana makan dengan anggun dan elegan saat di depannya,Rain malah bersikap biasa saja.Bahkan cewek lain jika di ajak makan malam hanya makan beberapa suap karena takut gendut,sementara Rain bisa makan semuanya tanpa memikirkan dirinya akan gendut atau tidak.Yah Rain memang bersyukur dirinya tidak pernah merasakan gendut meski pun makan sebanyak mungkin.Bahkan hobi Rain adalah makan di tengah malam bagaikan kucing sedang mencari makanan.
Saat di rasa kenyang Rain menatap Rey tersenyum kemudian mengatakan "Hmm payah kamu makannya" ujar Rain menatap Rey tertawa.
Setelah duduk nya cukup Rain menyuruh Rey untuk menyingkir dari meja makan "Awas sana,aku mau beresin" ucap Rain menyenggol lengan Rey
"Kamu perintah aku" tanya Rey menatap Rain
"Nggak perintah cuma nyuruh" kemudian Rain membereskan piring di meja
"Udah gak usah kamu yang beresin" ujar Rey
"Emang meja kamu bisa bersih sendiri gitu?" tanya Rain melirik pada Rey
"Nanti bakalan ada pelayan yang bersihin" ujar Rey
"Ya udah anggap aja aku pelayan" jawab Rain santai
Rey menarik lengan Rain sehingga membuat mereka berdua saling menatap "Aku gak suka yah kamu bilang gitu.Kamu itu berharga buat aku" ucap Rey penuh penekanan kemudian menarik Rain masuk di dalam kamar
"Apa sih Rey kamu aneh deh" ujar Rain keheranan.Rey hanya diam kembali saat mereka berdua duduk di sofa.
"Udah aku mau pulang lah,makasih udah tolongin aku" ucap Rain
__ADS_1
Rey segera mendorong tubuh Rain lalu menindih tubuhnya di atas sofa,tangannya menjadi sanggahan untuk menopang tubuhnya.
Rain kembali memerah "Kamu apa apan sih,mesum tau Rey" ucap Rain salah tingkah
"Kamu panggil aku apa tadi" tanya Rey tersenyum
"Reyyyy" jawab Rain pelan
"Apa aku gak dengar" ujar Rey kembali
"Vampireeeee" teriak Rain kencang
Rey tertawa melihat tingkah blakblakan Rain.
"Udah ketawanya,iihhh aku lagi kenyang tau gak liat perut aku di bawah kamu tindih gini berat tau" ucap Rain mendorong dada Rey.
"Mana coba aku buka yah" ujar Rey melirik ke arah perut Rain
"Awas aja yahh" pekik Rain dengan wajah memerah namun dengan bibir manyun ke bawah
Kemudian Rey pun bangkit duduk di sofa.
Rain pun bangun lalu duduk memainkan ponselnya,Rain sama sekali tidak memikirkan nasib Aldi.Yah itulah Rain sifatnya sesuka hati pada pikirannya,jika ingin di pikirkannya yah bisa di pikirkan,jika tidak ingin memikirkan pun bisa secepatnya lupa seakan sebelumnya tak terjadi apa apa.
Rain hanya terus bertanya pada Rey "Kamu kok bisa tau aku ada di halte tadi?" tanya nya
"Aku kebetulan lewat" ujar Rey gengsi
"Kamu kenapa bisa tau juga alamat baruku?" tanya Rain kembali
"Aku tau semuanya,Aku juga tau siapa Tuhanmu" jawab Rey
"Allah" jawab Rain polos lalu tertawa memukul bahu Rey "Rey aku serius tau gak sih" ucap Rain kesal
"Hm,Aku lebih serius" jawab Rain datar
"Terus kamu kenapa bisa tau namaku,makanan favorit ku dan banyak hal tentangku?jawab yang serius pokoknya" ujar Rain menatap serius pada Rey
"Aku udah bilang aku tau semuanya,mulai dari size bajumu,celanamu,sepatumu,dalamanmu,skin,,,," belum sempat Rey selesai berbicara Rain memukul pundak Rey
"Udah udah stop,yang di tanya apa yang di jawab juga apa" ketus Rain kemudian meninggalkan Rey dan berbaring di kasur milik Rey tanpa rasa malu.Intinya serasa kamar sendiri dong
Rey sibuk bekerja dengan laptopnya,sementara Rain sibuk bermain cacing seperti biasanya mengoceh terus terusan.
Selang beberapa lama Rey tak mendengar suara Rain yang berbicara sendiri,Rey pun menoleh melirik Rain yang sudah tertidur sambil memegang ponselnya.
Rey tersenyum medekat ke arah Rain,begitu imut dan lucu,meskipun tanpa make up Rain masih begitu imut di matanya.
Rey berbaring di samping Rain lalu mengusap kepalanya lembut "Kamu kenapa sih selalu ada di pikiran aku" ucap Rey tersenyum
"Untung aja di malam pas kamu mabuk aku suruh Yohan buat sadap hp kamu,sama pasang GPS jadi aku bisa tau posisi kamu di setiap waktu" ujar Rey menatap dalam wajah cantik Rain
__ADS_1
"Kamu bobo yang nyenyak yah,Nice dreams honey" ucap Rey berbisik ke telinga Rain lalu mengecup lembut pipinya kemudian memeluk erat tubuh Rain lalu ikut terlelap bersama.