
Setelah menjadi model kemarin Rain menjadi semakin populer di outlet xx dirinya di puji bahkan masih banyak yang iri padanya juga.
Sementara Aldi dan Sasa di keluarkan dari perusahaan,ntah apa penyebabnya Rain sama sekali tak ingin tau.Sedangkan Rey seminggu telah berlalu namun tak pernah muncul di hadapan Rain lagi.
Setelah makan siang Rain,Ana,Nayla dan Angel berbincang seperti biasanya
"Beb kapan nih kita jalan lagi" ujar Angel melirik pada Rain
"Kapan kapan deh yah" ucap Rain tersenyum
"Apa kamu udah gak mau jalan bareng kita lagi" ujar Nayla menatap sedih
Rain tertawa sedang "Yah maulah,udah gak usah lebay deh kalian" ucap Rain
"Yah terus kapan,kita ngeMall yuk atau ke mana kek intinya gak ke tempat aneh lagi deh suer" ujar Ana menaikkan kedua jarinya
"Iyaaa iyaa aku mau kok,gimana kalau kita pergi ke Pulau P" ujar Rain merekomendasikan
"Wah boleh juga tuh,tapi kita harus nginap" ujar Nayla semangat
"Okey okey,intinya kita harus Offnya bareng.Nanti biar aku yang ngomong sama Bu Ingrit" ucap Rain tersenyum senang.
Mereka berempat pun membicarakan rencana mereka.Tak lama itu Angel di panggil ke depan tuk bekerja,tentu saja dirinya semangat karena akan menyentuh rambut anak Big bos yang tampan.
Sementara Rain berada di staf room memainkan ponselnya,hari week days seperti ini memang tak terlalu ramai jadi para karyawan yang tak menangani customer bersantai dengan kegiatan masing masing.
Selang beberapa lama kemudian Angel masuk dan tertunduk pucat "Kenapa Beb?" tanya Rain heran karena tak biasanya wajah Angel cemberut
"Itu beb,anaknya Bos marah karena tak suka hasil potongan rambutku.Aku beneran takut dia ngadu sama Bos bebb" ujar Angel sedih
"Ya udah kamu di sini aja biar aku yang ke depan" ujar Rain lalu menuju ke depan.
Rain menghampiri pemuda tersebut,Rain terkejut saat mengetahui anak dari Bosnya ternyata adalah Kevin.
"Kamu" ujar Rain menatap Kevin
Kevin tersenyum "Iya Aku,kamu dari mana aja kok baru kelihatan Aku tunggu kamu dari tadi" ujar Kevin
"Kamu yang komplain Angel tadi yah?" tanya Rain
Kevin mengerutkan keningnya "Angel siapa? Tadi aku sama cowok kok" ujar Kevin
"Iya sorry maksud Aku Rangga" ujar Rain menjelaskan "Duh aku kok bisa lupa sih kalau Angel itu cowok" ucap Rain dalam hatinya
"Iya,aku sebenarnya gak suka di sentuh sama dia.Aku tunggu kamu dari tadi" ucap Kevin menatap Rain
"Yah ada apa? Terus kamu komplain Rangga kenapa? Rambut kamu bagus kok" ujar Rain
"Kamu gak usah pura pura nutupin kesalahan teman kamu,intinya dia itu attitude nya kurang dan skillnya juga masih di bawah standar.Jadi aku putusin buat bilang ke Bu Zhao kalau karyawan satu itu harus di berhentikan" ujar Kevin menatap dirinya di kaca
"Aku rasa itu gak perlu,kamu gak sukanya di bagian mana biar aku coba tata kembali" ujar Rain hati hati
"Itu gak perlu" ucap Kevin tersenyum miring
"Aku minta maaf atas nama temanku" ucap Rain lalu menunduk
Kevin tertawa kecil "Kamu terlalu baik Rain,ya udah kalau memang kamu paksa aku bisa maafin teman kamu asalkan kamu mau datang di Hotel xx besok jam 12 siang" ujar Kevin
"Gak mungkin,itu hotel perusahaan ini aku gak bisa" jawab Rain menggeleng
"Ya sudah kalau begitu,panggil temanmu ke sini aku mau bicara sama dia" ujar Kevin menatap wajah Rain dari cermin
"Ya udah aku pergi" jawab Rain
"Baik sekali,aku udah duga itu.Ya udah aku permisi dulu kamu jangan lupa makan yah" ujar Kevin lalu seseorang datang membawa kotak makanan untuk Rain.
__ADS_1
"Aku gak bisa terima ini,aku bisa mati tau gak kalau orang orang tau aku terima makanan ini dari anak bos" ujar Rain menolak dan menatap Kevin yang hendak melangkah
"Kamu tenang aja,semuanya dapat kok cuma yang itu spesial buat kamu" menunjuk ke arah Box makanan tersebut.
Makanan tersebut di simpan di atas meja kemudian Kevin dan orangnya pergi meninggalkan gedung tersebut.
Saat masuk ke dalam ruangan semua karyawan tersenyum senang ke arah Rain.
"Good Job dek,karena kamu kita semua di traktir sama anaknya Big boss" ujar Noval
"Makasih yah bebb udah tolongin Aku,berkat kamu yang ngomong sama Anak Boss yang ganteng tapi ngeselin itu Aku dapat Dollar banyak" ucap Angel memeluk Rain senang
"Kok kamu senang yah bisa peluk peluk cewek,aku juga mau lah meluk Rain" ujar Amri mendekat
Angel memukul Amri lalu mendekat "Sini aku yang peluk kamu" ucap Angel tersenyum nakal.Amri bergidik geli kemudian keluar dari ruangan.
Rain tidak memakan makanannya,Rain membagikan pada teman temannya.Rani yang telah berhenti mengejek Rain tentang Aldi karena telah menyaksikan sendiri kemarin dan tau segala cerita itu kini berubah menjadi cemburu dengan apa yang Rain selalu dapatkan.
"Punya Kamu kok beda sendiri sih" ujar Rani
"Kalau mau makan aja gak usah di tanya ini rezeki,kalau gak mau ya udah" gumam Rain
Rani pun tetap mengambil makanan tersebut,kini Rain mulai bermain dengan pikirannya.Rain jadi mengingat Rey yang tak ada kabarnya itu setelah melihat Kevin tadi.
Rain mulai bertanya pada Nayla "Nay tadi itu beneran anak bos yah?" ujar Rain
Sementara Nayla mengunyah cemilan itu pun menjawab "Ya iyalah masa anak bohongan" ujar Nayla
Rain memukul pundak Nayla "Iisss aku serius tau" ucap Rain geram
"Aauuchhh sakit tau" ujar Nayla mengusap lengannya.
"Jadi dia keponakan nya Adik Boss itu yah,tapi kok kelihatan seumuran sih" tanya Rain kembali
Nayla mulai terlihat serius dan mengajak Rain ke pojok sofa yang tak terlalu tertangkap Cctv dan tak ada orang lain.
"Iya emang gitu,mereka memang hampir seumuran.Yang aku tau sih,Tuan muda lebih tua 2 tahun lebih,Sementara Kevin yang Tuan muda juga sih panggilannya itu seumuran kita 20.Jadi dulu itu,Pak Timothy menikah di usia muda" ujar Nayla
"Tapi kamu tau gak Nay,kemarin aku sempat search tentang Tuan Muda kenapa yah latar keluarganya gak muncul bahkan fotonya aja gak ada" tanya Rain penasaran
"Kalau itu aku gak tau pasti sih,intinya Tuan Muda yang ganteng itu dari seluruh cabang salon kita hanya outlet xx ini dan outlet xx bagian K yang tau wajah adik boss" tutur Nayla
"Jadi Tu,,," belum sempat Rain melanjutkan kembali pertanyaan nya sudah di potong oleh Nayla
"Udahlah ngapain kepo kepo urusan yang maha kuasa,lagian mau gimana pun mereka terserah beb asal kita kerja aja tenang dapat duit banyak" ujar Nayla.Sementara Rain menjadi diam membisu setelah mendengar penjelasan Nayla.
Rain pulang di sore hari,sebelum pulang Rain singgah di sebuah warung makan.Rain membeli sekalian untuk di berikan pada Satya .Saat sampai di rumah Rain langsung mengetuk pintu Satya.
Satya tersenyum membuka pintu "Hay ada apa?" tanya Satya
"Ini aku ada bawa makanan,ayo makan di rumahku" ajak Rain tersenyum
"Ayo" ujar Satya menutup pintunya lalu masuk ke rumah Rain.
"Aku ganti baju dulu yah bentar" ujar Rain lalu masuk ke dalam kamarnya.Sementara Satya memindahkan makanan tersebut ke piring.
"Oh,udah kamu keluarin yah makasih" ujar Rain saat keluar kamar melihat makanan di meja
Satya tersenyum "Sama sama" lalu mereka makan bersama
"Gimana kerjaan kamu lancar?" tanya Satya
"Iyaa lancar kayak biasanya,kalau kamu gimana?" tanya Rain kembali
"Aku sih juga lancar aja cuma agak sibuk,aku dengar istri Pak Timothy membuka klinik baru lagi yah" ujar Satya
__ADS_1
Rain mengangguk "Iyaaa kemarin itu aku dari sana saat acara Grand Opening nya" ujar Rain.Lalu mereka berdua makan dengan tenang tanpa saling tanya lagi,setelah selesai makan Satya pamit untuk keluar setelah menerima telfon.
_________________________
Jam 12 siang Rain berangkat ke Hotel xx tempat janjian dirinya dengan Kevin,Rain sengaja datang di jam pas agar bisa cepat pergi dengan alasan dirinya masuk siang hari.
Perasaan Rain begitu gugup saat di depan hotel,Rain masuk dengan memakai masker.
Sementara orang semalam yang membawa makanan untuknya seperti sudah tau kedatangan Rain mengantar Rain ke sebuah kamar.
Rain masuk perlahan,terlihat Kevin tersenyum menyapa "Hai,kamu ternyata datang juga" ujar Kevin
"Aku udah datang kan ke sini sesuai janji kamu pekerjaan Rangga ga bakalan kenapa kenapa" ujar Rain kembali mengingatkan
Kevin tersenyum "Aku gak bakalan ingkar janji jadi kamu tenang aja" ujar Kevin
"Ya udah aku mau pergi dulu" ujar Rain
"Aku gak suruh kamu datang ke sini percuma,aku mau makan mie instan tolong kamu buatin" ujar Kevin
"Kamu bisa suruh pelayan hotel atau kamu bisa pesan" ujar Rain kesal
"Ya udah kalau gak mau terserah" ujar Kevin tersenyum licik
Rain mengingat Angel kembali dan mau tak mau dirinya kini masuk ke dapur yang ada di kamar hotel tersebut.Rain memasak mie instan lalu memberikan pada Kevin.
"Udah,sekarang aku mau pergi" ujar Rain
"Gimana bisa aku percaya Mie ini gak ada apa apanya" ujar Kevin menatap Rain
"Kamu gila yah" teriak Rain kembali tak menyangka Kevin bisa selicik ini
"Aku percaya kalau kamu coba dulu" ujar Kevin santai
Rain kemudian mencoba Mie tersebut "Udah kan aku gak mati" ujar Rain sinis
Kevin tersenyum lalu memakan bekas sendok dari Rain tadi,tiba tiba suara Bell berbunyi di depan pintu.Kevin beranjak sementara Rain sudah gemetar takut jika yang datang adalah orang tua kevin yaitu Bosnya.
Saat membuka pintu seorang gadis menerobos masuk dan terperanjak kaget saat melihat Rain,sementara Kevin berjalan di belakang.
"Kamu siapa?" tanya gadis tersebut
"Dia tamuku" ujar Kevin yang menjawab
"Aku kayaknya habis liat dia,tapi di mana yah" ujar Keyla,sementara Rain hanya diam menatap mereka berdua.
"Sudah kau sana pergilah" ujar Kevin menyuruh kembarannya pergi
"Dia dari keluarga mana?" tanya Keyla kembali
"Sudah kamu keluar sana mengganggu" gumam Kevin kesal
"Aku juga gak berniat tuk tinggal di dalam sini" ujar Keyla sebelum pergi menatap Rain terlebih dahulu
"Karna kamu udah makan,aku sekarang harus pergi" ujar Rain berdiri ke arah pintu
"Iya aku tau kamu mau kerja kan hati hati" ujar Kevin tersenyum,sementara Rain tanpa melirik keluar dari ruangan tersebut dan meninggal kan gedung.
Saat jam 7 malam Rain di panggil ke depan oleh Bu Ingrit,"Dek di luar katanya ada yang cari kamu" ujar Bu Ingrit
"Siapa Bu?" tanya Rain
"Kata security keluarga kamu,keluar lah dek 15 menit habis itu kamu masuk takut nya penting" ujar Bu Ingrit
__ADS_1
Rain mengangguk kemudian melangkah pergi,apa tantenya yang mencarinya karena di Kota B ini hanya Tantenya satu satunya keluarganya.