Di Penghujung Senja

Di Penghujung Senja
part 10(revisi)


__ADS_3

"maafkan aku mas, aku masih tidak bisa memberikan mu keturunan.." lirihnya


tak seorangpun dari keluarga nya yang menyadari kesedihan nya, ia menangis dibalik tembok jauh dibelakang keluarga nya yang tengah bahagia menyambut kelahiran anak kedua mytha, dia bersedih bukan karena dia tak bahagia cuma saat itu dia merasa gagal menjadi seorang wanita, dan itu membuat hatinya hancur berkeping keping


Ersha dan Feroz masih lagi belum dikaruniai zuriat padahal pernikahan meraka hampir memasuki tahun kedua setelah mereka memutuskan untuk bersama


dia tahu sebenarnya Feroz begitu menginginkan anak yang terlahir dari rahimnya meskipun Feroz sering menyatakan bahwa tidak adanya anak dalam pernikahan nya tidak membuat cintanya berkurang sedikitpun


feroz memang begitu mencintainya, dan Feroz selalu menunjukkan bahwa Ersha adalah hidupnya Ersha adalah kebahagiaannya, namun


rasa cemburu Feroz juga tak kalah besarnya


dan terkadang itu membuat Ersha tertekan


feroz begitu marah bila Ersha dekat dengan bumi, dia begitu murka bila berkenaan dengan bumi


, Feroz pernah dengan tega meminta Ersha turun dari mobil ditengah jalan hanya karena Ersha menyuarakan keberatannya atas keinginan feroz yang meminta dia untuk tidak lagi bertemu dengan bumi,


hingga pada saat itu terjadi pertengkaran hebat antara Feroz dan bumi, yang melibatkan keluarga besar mereka,


bumi yang tak tega melihat adik kesayangannya wanita yang ia cintai masih menanti montir yang akan datang memperbaiki mobilnya padahal saat itu sudah malam dan tengah hujan deras ia menawarkan dirinya untuk mengantarkan Ersha pulang kerumah, dan ternyata itu memantik api amarah feroz


,


"kenapa sulit untuk mu menuruti apa yang sudah ku katakan,, aku tidak ingin melihat mu bersamanya," bentak Feroz saat Ersha baru turun dari mobil bumi


"mas tadi mobil aku mogok, dan mas bumi hanya tidak tega membiarkan aku sendirian menanti montir yang datang untuk memperbaiki mobil ku" dengan Isak tangis Ersha berusaha menjelaskan semuanya pada feroz


"kenapa tidak menghubungi ku.." Feroz menggenggam begitu erat tangan Ersha sehingga membuat tangan Ersha memerah


perlakuan kasar Feroz itulah yang membuat pertengkaran hebat terjadi


karena merasa tidak enak hati dengan bumi dan keluarga nya serta tak ingin suaminya terus terbakar api cemburu dengan begitu berat hati ersha memutuskan berhenti bekerja.. dan memilih memutuskan komunikasi diantara dia dan bumi,


"sayang..." feroz memanggil nya, dengan cepat Ersha menghapus air matanya, dan menyambut kedatangan suaminya dengan senyuman manis nya


"kamu dari tadi mas cariin, rupanya di sini.."


"iya mas, tadi Ersha haus jadi pergi ambil minum.."

__ADS_1


"sayang kamu sakit, kamu pucat sekali.."


"cuma sedikit pusing, mas ngg usah khawatir tadi Ersha sudah minum obat kok.."


"betul ngg papa sayang, kalau ngg kita kerumah sakit sekarang ya?"


"nggak papa kok mas, paling bentar lagi pusingnya juga hilang..,"


"sayang gimana kalau kita pulang sekarang, ada sesuatu yang mas ingin tunjukkan sama sayang.."


.


.


.


****


"mas dari mana kamu dapat foto ini..?" tanya Ersha pada Feroz tentang dari mana asal foto yang kini tergantung besar didinding rumahnya


foto yang menggambarkan seorang anak lelaki yang merangkul seorang anak perempuan yang sedang menangis dan anak perempuan itu adalah dirinya,


"itu foto kamu ketika kamu berusia lima tahun, sehari sebelum pertemuan terakhir kamu dengannya, ayah memotret kamu dan dia saat dia merangkul kamu yang sedang menangis." Ersha semakin penasaran kenapa Feroz mengetahui kisah itu


"sayang kamu tahu tidak anak lelaki itu adalah mas,," Feroz menatap mata Ersha yang berada dalam pelukannya


"kamu lagi tidak bercanda kan mas?"


"sayang, apakah kamu tidak melihat anak lelaki itu memiliki bekas luka di pelipis kanannya, dan lihat lah aku memiliki bekas luka yang sama" dengan refleks Ersha memandang wajah suaminya, dan benar mereka memiliki bekas luka yang sama


kenapa Ersha tidak menyadari, suaminya memiliki raut wajah yang mirip dengan anak lelaki yang melindunginya saat dulu ia sering dijailin teman temannya


"betulkah kamu Hero ku?" tanya Ersha yang tidak lagi bisa membendung rasa harunya, sudah lama ia memimpikan untuk dapat bertemu dengan Hero nya


"iya sayang ini aku Hero mu," Ersha menangis tersedu dalam pelukan suaminya


"kamu tahu sayang, setiap hari mas datang ke taman tempat pertama kali kita bertemu, mas berharap kamu ada disana, tapi berminggu minggu kamu tidak pernah datang sayang, hingga akhirnya mas juga pergi dari kota itu, papa dipindah tugaskan ke luar negeri, mas membesar diluar negeri, setelah menyelesaikan kuliah, mas kembali ke Indonesia, mas kembali mencari mu, dengan susah payah mas akhirnya menemukan alamat ayah, dan saat itu putri dirumah ayah Clarissa, bukan kamu, mas berpikir Clarissa adalah kamu, mas berusaha untuk mendapatkan Clarissa hingga akhirnya Clarissa menjadi kekasih mas, tapi selama mas berhubungan dengan Clarissa mas tidak merasakan apa apa, mas tidak mencintainya juga tidak membencinya, perasaan mas sama Clarissa sama seperti perasaan mas sama teman teman yang lainnya tidak ada bedanya" Feroz terdiam sejenak, dia menuntun istrinya untuk duduk


"mas tidak bisa mengakhiri hubungan mas dengan Clarissa saat itu, mas dulu pernah berjanji mas akan menikahi teman masa kecil mas, yang mas pikir itu adalah Clarissa dan kamu tahu? mau tidak mau mas harus menepati nya meskipun mas tidak pernah mencintai Clarissa dan mas tahu Clarissa menerima mas menjadi kekasihnya bukan karena dia mencintai mas, tapi , sebagai bukti bahwa kecantikan nya bisa menaklukkan hati seorang Feroz rafandra." dia kembali diam, mengatur nafasnya dan kembali bercerita

__ADS_1


"saat pertemuan dua keluarga untuk membahas tentang pernikahan, mas baru menyadari bahwa Clarissa bukan lah orang yang mas cari, karena Clarissa bukan putri kandung ayah, tetapi kamu, saat itu mas meminta seseorang mencari tahu siapa kamu sebenarnya, dan tepat seperti dugaan mas, kamu adalah orang nya"


"kalau mas tahu aku adalah orang yang mas cari, kenapa mas tetap melanjutkan pernikahan nya?"


feroz tersenyum


"mas sudah mengatur semuanya, Tetang Clarissa yang pergi dan kamu yang harus menjadi pengganti nya"


"apa maksudmu mas?"


"sayang Clarissa itu begitu mendambakan dapat bergabung dengan agensi model di Amerika jadi mas mengatur semuanya,ia diterima bergabung sehari sebelum pernikahan, dan mas meminta dia memilih antara mimpi nya atau mas, dan mimpi nya menjadi pilihannya.."


" terus papa yang mendapat serangan jantung, apa itu juga sandiwara?"


"tidak sayang, tidak. tidak seorang pun dari keluarga kita yang mengetahui rencana mas


"jujur saat itu mas begitu menyesali ide gila mas, mas tidak akan memaafkan diri mas kalau sesuatu terjadi pada papa!"


"tapi Alhamdulillah papa masih bisa tertolong, dan mas tidak pernah menyangka bahwa ayah dan papa sepakat kamu sebagai pengganti Clarissa, mas juga tahu kamu pasti menolaknya makanya mas mengancam mu, agar kamu setuju dengan pernikahan itu"


"kamu tahu mas ini semua tidak adil untuk ku, apakah kamu tahu saat itu aku begitu kecewa dengan keputusan ayah yang meminta aku menikahi mu, " Ersha menyeka air matanya


"kamu tahu mas aku terluka saat itu,,"


"maaf sayang.." Feroz memeluk erat tubuh istrinya


feroz terus membujuk Ersha agar dapatkan memaafkan perbuatan bodoh nya


karena rasa cinta dan penyesalan yang terpancar dari mata bening suaminya akhirnya dia memaafkan suaminya


bagaimana pun ini adalah takdir nya


tuhan memilih Feroz untuk nya, dan dengan cara seperti itu lah tuhan mengirimnya


malam itu mereka habiskan malam panjang mereka dengan bernostalgia dengan kisah kecil mereka


"sayang sebenarnya empat tahun yang lalu kamu menghilang kemana?, mas sudah meminta orang suruhan mas mencari kamu di Jerman , tapi hasilnya nihil.."


"mas, Ersha disana untuk bekerja!, jadi Ersha tidak punya waktu untu ketempat tempat yang tidak ada faedahnya.. mungkin itu sebabnya mas tidak menemukan Ersha disana.."

__ADS_1


'****maafkan aku mas, aku masih belum bisa jujur dengan mu****' ******batin ersha******


__ADS_2