Di Penghujung Senja

Di Penghujung Senja
part 9(revisi)


__ADS_3

semua keluarga sudah berkumpul dikediaman keluarga Roy


bahkan bukan hanya keluarga Roy dan Erwin saja bahkan keluarga Frans serta para karyawan perusahaan juga turut memeriahkan acara ulang tahun eyang Tantri


bumi yang baru tiba dikediaman keluarga Roy dari tadi hanya diam


mata nya tak lekat dari terus memandang kearah Ersha dan Feroz yang dari tadi asyik berdansa


ia terbakar api cemburu..


"sebenarnya saya sempat ragu apakah pernikahan mereka akan bisa bertahan, bagaimana pun pernikahan mereka adalah kehendak saya, saya yang memaksa Ersha dan Feroz untuk menikah, tapi sekarang lihatlah betapa bahagianya mereka, keputusan untuk memaksa mereka menikah ternyata bukan suatu kesalahan..,"


" saya sama seperti pak Roy, saya takut mereka tidak beriman satu sama lain tapi saat Feroz dan Ersha memutuskan untuk memulai dari awal saya yakin Feroz akan membuat putri saya bahaga.."


"semoga kita cepat dapat cucu.." timpal Chintya dan yang lain menyetujui ucapan ibu sambung Ersha


Nia dari jauh melihat kearah mana pandangan putranya, dan tepat seperti dugaannya, bumi terus memandang kearah Feroz dan ersha.. dia dapat melihat dengan jelas kesedihan Dimata putranya


Nia bahagia jika keponakan nya bahagia dan dia ingin Ersha nya bahagia dengan pernikahannya, tapi hati kecilnya terkadang terdetik berharap Ersha bahagia bersama bumi, karena dia tahu begitu besar cinta bumi untuk Ersha,


ketika Ersha remaja kembali untuk tinggal bersama keluarga nya, bumi memilih untuk tidak tinggal dirumahnya, awalnya dia mengira bumi pergi dari rumahnya karena keberatan Ersha tinggal bersama mereka,


tapi akhirnya dia tahu apa yang menjadi alasan putranya


bumi terlalu mencintai Ersha, bumi takut dia tidak bisa kawal perasaannya,

__ADS_1


dia takut melukai hati ersha kalau Ersha tahu kakak yang begitu ia sayangi ternyata menyimpan rasa cinta untuknya,


dia tak mau rasa cintanya jadi jarak pemisah antara dirinya dan ersha


namun sayang di saat cinta yang selama bertahun tahun dipendam ingin diutarakan Ersha nya dipaksa menikah dengan orang lain, lagi lagi dia harus pendam perasaannya..


selama berada dinegara orang, bumi masih bungkam dengan perasaannya, karena saat itu tidak tepat untuk utarakan semuanya dan saat Ersha dan bumi kembali ke indonesia, hanya satu harapan bumi ketika itu, dia berharap Ersha tak lagi dalam ikatan pernikahan dengan pria lain, tapi ternyata Ersha milih hidup bahagia dengan lelaki itu. dan bumi kembali hancur


"pulanglah sayang, mama tahu sekarang kamu sedang dalam keadaan tidak baik, jangan dipaksa sayang, mama tidak mau kamu semakin terluka" Nia meminta bumi untuk pergi dari kediaman keluarga roy


putranya dalam keadaan tidak baik, dia tidak ingin jika putranya memaksa dirinya untuk tetap disana itu akan semakin melukai putranya


"Tante, mas bumi tadi mana?" Ersha tampak khawatir saat dia tidak melihat keberadaan bumi dikediaman keluarga mertuanya


"bumi sudah pulang sha baru aja ."


"belum rejeki bumi.." Ersha tampak kecewa padahal dia tadi sudah sengaja membawakan kue kesukaan bumi,


"sayang, ayo eyang mau kenalin kamu sama teman temannya" Feroz memanggil Ersha


"Tante Ersha tinggal dulu ya, nanti kita ngobrol lagi.."


.


.

__ADS_1


.


"haii Ersha"sapa Danu


"mas kan..!"


"iya saya Danu temannya Feroz orang yang tidak sengaja tumpahkan kopi kebaju kamu saat dibandara"


"ehhmm Ersha bisa kita ngobrol sebentar.."


"ohh silakan mas ngg papa kok.." Ersha saat itu masih sibuk memberikan susu kepada anak mba Mytha dan mas harraz kakak Feroz yang baru berusia sekita dua tahun


"kamu sudah cocok menjadi ibu.." gurau Danu dan saat itu Ersha hanya memberikan senyuman saja sebagai jawaban


"Ersha , aku harap Feroz tidak perlu tahu soal insiden kopi tumpah di bandara, kamu tahu sendiri kan suami kamu itu orang nya pencemburu, saya tidak mau dia salah paham, cukup saya dan kamu saja yang mengetahui nya, saya mohon"


"mas tenang saja, lagian itu hanya kejadian tidak sengaja yang tidak perlu untuk dibicarakan, anggap saja semua itu tidak pernah terjadi,"


"lihat Ersha suami kamu itu, saat melihat ku sedang ngobrol dengan mu yang tadi nya tampak tampan sekarang seperti seekor singa jantan yang siap menerkam mangsanya" Danu menunjuk Feroz yang berjalan ke arah mereka dengan bibirnya yang dimajukannya, sedang kan Ersha sudah tertawa geli ketika Danu tampak serbah salah


"ehh buaya, berani beraninya kamu menggoda istri saya."


"Ersha tolong kamu katakan sama suami kamu ini, saya tidak sedang menggoda kamu, kalau tidak dia pasti melahap saya hidup hidup ."


"suamiku sayang jangan gitu ahh, ganteng nya hilang.."pukul Ersha

__ADS_1


"awas jomblo sana jauh jauh,, " Feroz memeluk istrinya


"sayang kapan kita buat Dede bayi kayak gini" tangan Feroz menekan nekan pelan pipi tembem keponakan nya


__ADS_2