
"mba saya mau ngambil pesanan suami saya" Ersha menunjukkan bukti pesanan Feroz kepada karyawan toko kue
Danu yang berdiri disebelahnya seketika melihat kearah nya, Danu hapal betul dengan suara itu, itu suara wanita yang tak sengaja tersenggol nya waktu dibandara, wanita yang selama ini dia cari
"mba cantik" sapa Danu
Ersha yang disapa oleh seseorang yang tidak ia kenali hanya mengerutkan dahinya heran tanpa menjawab sepatah katapun
"mba ngg ingat sama saya.."tanya Danu yang menyadari ada raut kebingungan diwajah Ersha
"saya yang numpahin kopi di baju mba,, waktu di bandara.."
"ohh ya ya saya ingat.."
"mba saya minta maaf waktu itu saya benar benar tidak sengaja,"
"ngg masalah kok mas, saya juga sudah lupa.." jawab Ersha tersenyum
saat Danu ingin mengenalkan namanya, ponsel Ersha berdering..
"maaf mas saya duluan, suami saya sudah menunggu di depan, assalamualaikum.."
"waalaikumusalam," Ersha berjalan keluar toko
"aduh.. belum nanya namanya lagi "Danu menepuk dahinya dia berlari keluar toko tapi Ersha sudah tidak kelihatan
"sial baru kali ini kenalan sama cewek susahnya minta ampun"
****
feroz mengantarkan Ersha ke kantornya,
Ersha sudah kembali bekerja di perusahaan yang dibangun oleh kakeknya,
sebenarnya Feroz tidak ingin Ersha bekerja satu tempat dengan bumi
feroz tidak mau Ersha terlalu dekat dengan bumi
mungkin orang lain akan menganggap kedekatan bumi dan Ersha wajar karena mereka sepupu, atau bahkan memuji ke akrab an antara Ersha dan bumi, tapi tidak bagi Feroz
feroz dapat melihat api cinta yang membara di mata bumi ketika menatap Ersha
feroz dapat melihat kecemburuan Dimata bumi saat Ersha bersamanya
feroz tahu bumi begitu mencintai Ersha bahkan sebelum Ersha bergelar isteri untuknya
sebab itulah Feroz marah besar sama orang suruhannya karena gagal menemuka keberadaan Ersha selama di jerman
dia yakin semakin lama dia jauh dari Ersha semakin dia akan kehilangan Ersha
__ADS_1
"mas.. " ersha melambaikan tangan nya di depan wajah Feroz membuat Feroz tersadar dari lamunannya
"kok melamun sih.." Ersha meraih tangan Feroz dan mencium nya
"ersha masuk kedalam dulu ya mas,,"
feroz menahan Ersha yang hendak keluar dari mobil
"ada apa lagi mas? Ersha harus cepat masuk kedalam bentar lagi ada meeting,"
"cium.." Feroz memajukan wajahnya
Ersha mencium kedua pipi suaminya
"udah kan Ersha masuk dulu ya.."
"keningnya belum, dagunya belum, matanya belum.. bibirnya belum..."
"ya sudah sini.." Ersha mengecup setiap inci wajah suaminya
"bibirnya sekali lagi" Feroz menunjuk bibirnya
"ihhh... malu mas nanti ada yang lihat..di rumah aja nanti "
"oke tapi boleh minta lebih kan.." Feroz tertawa melihat wajah istrinya yang memerah
"Ilove you sayang.."
"I love you too suamiku, bye assalamualaikum"
"waalaikumusalam"
****
"selamat siang bro, bagaimana honeymoon nya "
"dari mana saja kamu baru nongol sekarang?"
"tadi pagi aku meeting sama CEO andiakarta.. aku pikir kamu bawah istri mu bro.. aku kan mau tahu juga seperti apa sihh wanita yang telah membuat kamu galau setengah mati.."
Danu memang tidak pernah tahu seperti apa wajah istri Feroz, bahkan cerita tentang istri Feroz pun ia baru mengetahui nya saat mama nya ingin menjodohkan Feroz sama adik sepupunya, saat itu Feroz menolaknya karena Feroz sudah menikah dua tahun yang lalu
"dia sudah masuk kerja hari ini"
"oh... "
"bro aku mau cerita ini dengarin ya, ngg papa deh bro sambil kerja tapi dengarin ya. tadi aku ketemu sama cewek yang aku pernah cerita sama kamu bro, alah yang itu yang aku ngg sengaja tumpahkan kopi kebajunya.."
"terus.."
__ADS_1
"habis sudah harapan ku bro, dia sudah menikah "
"ya kalau gitu cari yang lain
lah ... kan cewe ngg cuma itu.."
"tapi bro, aku ngg bisa melupakan senyuman nya, wajahnya ... hiks hiks" Danu mengantuk antukkan pelan kepala dimeja
" aku akan terus mencari nya bro, aku mau mengenalnya lebih dekat, kalau tidak bisa jadi kekasih nya kan masih bisa jadi sahabat nya ya kan?"
"tapi kamu jangan pernah jadi penghancur rumah tangga orang, ingat itu, bagaimana pun cerita rumah tangganya kamu tidak perlu terlibat didalamnya"
"siap boss"
*****
tok tok tok
"masuk .."
"na..." Meilia memberikan buket bunga mawar putih kepada ERSHA
"bunga yang kesepuluh.. " Ersha tersenyum dan mencium bunga itu
"romantis banget suami mba ya , satu jam sekali ngirim bunga, udah bisa ni kita buka toko bunga di depan kantor.." gurau Meilia
Ersha hanya tersenyum mendengar gurauan Meilia sekertaris nya
pernikahan Ersha dan Feroz sudah berjalan dua tahun lamanya, tapi baru sebulan ia merasakan menjadi seorang istri
Ersha yang kembali setelah kepergian nya tidak pernah berharap lebih dengan pernikahan nya
dia sudah siap menerima kenyataan jika ternyata ia sudah diceraikan,
tapi ternyata dugaannya salah, Feroz tidak pernah menceraikan nya, Feroz masih menanti kepulangan nya
ketika Feroz meminta nya untuk memulai semuanya lagi dari awal sebenarnya hatinya belum siap, tapi ketika dia melihat dan mendengar bagaimana Feroz memperlakukan keluarga nya membuat dia seperti tidak bisa menolak keinginan feroz
dia sempat ragu dengan ketulusan Feroz, dia takut dia hanya dijadikan sebagai alat balas dendam, dia juga ragu apakah ia bisa mencintai Feroz disaat masih ada nama bumi dihatinya
dalam waktu beberapa hari ketulusan cinta yang di berikan feroz membuat dia yakin, untuk memilih cinta Feroz dan membuang jauh perasaannya untuk bumi
cinta Feroz menyadarkan nya bahwa Tuhan mengirimkan bumi bukan untuk menjadi kekasihnya tetapi untuk menjadi seorang kakak yang akan melindungi nya
selama ini dia salah menilai semua perlakuan bumi terhadapnya, dia pikir itu cinta
ternyata dia salah,
'***aku jatuh cinta kepada mu ' bahkan begitu mencintai mu meskipun kita baru saling mengenal tapi aku yakin dengan cinta ku ini
__ADS_1
ijin aku terus mencintai mu hingga akhir hayat ku mas***.