Di Penghujung Senja

Di Penghujung Senja
part 6 (revisi)


__ADS_3

sudah beberapa hari Ersha dan Feroz dirumah kedua orang tua Ersha


mereka benar benar seperti pengantin baru tidak pernah berenggang sedikit pun


sedikit demi sedikit Ersha mulai merasa nyaman berada disisi Feroz, dia mulai bisa menerima Feroz dalam hatinya,


.


.


.


ponsel Ersha berdering tertera nama bumi pada layar ponselnya


"mas ...aku mau angkat telepon dulu.." Ersha berusaha melepaskan pelukan Feroz dan menghindari wajahnya dari terus di hujani ciuman


"oke oke.." Feroz melepaskan pelukannya


"kenapa anak itu selalu mengganggu kebahagiaan ku," umpatnya kesal


matanya terus mengawasi sang istri yang berjalan menjauh,


.


.


.


.


"haii Feroz sayang" tanpa disadari Feroz Clarissa sudah berada dihadapannya


jari jemari lentik Clarissa merabah dada bidang Feroz


"geserkan tangan mu sebelum aku patahkan.." bentak Feroz


"Wihhh takut, galaknya,, jangan gitu dong sayang.." bukannya menggeser kan tangannya ia malah semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuh feroz


"sayang ..." feroz terkejut ketika dia melihat Ersha sudah berdiri dibelakang Clarissa


dia menolak kasar tubuh Clarissa


melihat semua itu hati ersha sakit, tapi dia mencoba mengkawal nya dia tahu betul perangai Clarissa, kalau dia menampakkan kecemburuannya, itu akan membuat Clarissa merasa diatas angin


feroz menghampiri istrinya dan memeluknya erat.


"tuan putri sudah kembali rupanya,, apa kabar tuan putri, kemana saja menghilang, masih ingat jalan pulang rupanya?"


"diam lah Clarissa..." feroz menarik tangan Ersha menjauh dari Clarissa, ucapan Clarissa bisa saja mempengaruhi Ersha dan membuat Ersha merubah pikiran nya, dia tidak mau kehilangan Ersha lagi


sesampainya dikamar Feroz menjelaskan apa yang Ersha lihat tidak seperti apa yang terlihat


"sayang percayalah mas tidak melakukan apapun, dia yang mendekati mas, mas sudah memintanya untuk tidak menyentuh mas.. mas bersumpah sayang mas. " Ersha menutup mulut Feroz


"aku percaya kok mas, udah ahh ngg usah bahas itu lagi, sekarang sini kepalanya aku pijitin, tadi katanya kan pusing" Feroz tersenyum dia membaringkan tubuhnya meletakkan kepalanya di pangkuan istrinya


"sayang, kita pulang ke rumah mama papa sekarang yuk, mas sudah terlalu lama enggak masuk kantor, kerjaan di kantor udah pada numpuk" Feroz tidak mau Ersha berada satu rumah dengan Clarissa, dia ngg mau itu akan menjadi penghancur dirumah tangga yang baru saja dibinahnya


.


.


.

__ADS_1


****


"mama sama eyang mana bik..?" tanya Feroz pada bik narsi asisten rumah tangga dikediaman keluarga roy


"eyang sama ibuk lagi di halaman belakang mas.." jawab bik narsi , sesekali matanya melirik Ersha


"mas aku mau ketempat eyang sama Tante dulu ya.."


"nanti saja, sekarang kita kekamar dulu" Feroz menarik tangan Ersha menuju kearah kamarnya


bik narsi yang melihat Feroz membawa seorang wanita masuk kedalam kamarnya hanya melongok, tak menyangka Feroz bisa berbuat seperti itu


"siapa yang datang bik?" tanya Maya


"itu buk mas Feroz,, tapi anuh buk.. ehhh" bik narsi tampak bingung antara menyampaikan nya atau tidak


"ada apa sih bik.." tanya Maya penasaran


bik narsi membisikkan sesuatu ditelinga Maya,


"apa... husssttt jangan kasih tahu mama, biar saya lihat siapa perempuan itu.."


"mama,, Maya kedalam sebentar ya.." Maya menghampiri mama mertuanya yang sibuk menyirami tanaman nya


.


.


"buk perempuan nya cantik, berhijab, seperti nya belum pernah datang kesini, soalnya saya belum pernah lihat.." kata bik narsi pada majikannya


"ya sudah saya ke kamar Feroz dulu saya mau lihat siapa perempuan yang dibawah Feroz kekamar nya, bibik lanjutkan pekerjaan bibik.."


.


.


.


"mas mau tinggal dimana saja tidak masalah asal tinggal nya sama mas.."


"ya ampun sweet nya istri Feroz rafandra ini" Feroz merasa gemas pada istrinya dia menciumi setiap inci wajah istrinya,


dan disaat bibirnya hampir mendarat di bibir mungil istrinya, secara tiba tiba pintu kamarnya terbuka


"ya ampun mama.." teriak Feroz kesal


pipi Ersha memerah ia begitu malu, disembunyikan nya wajahnya di dada bidang suaminya, rasanya kalau bisa dia ingin menghilang saat itu


Maya hanya terpelongo melihat anak lelaki nya hampir saja mencium seorang wanita dikamar nya


dia menaikkan satu alisnya sebagai isyarat bertanya siapa wanita yang kini dalam pelukan Feroz


"Ersha Inara menantu mama.." jawab feroz


Ersha melepaskan pelukannya pada suaminya, menghampiri ibu mertua nya,


menyalami dan mencium lembut pipi wanita paruh baya itu


"ini betul Ersha menantu mama.."tanyanya dengan sedikit isakan


"maafkan Ersha Tante baru bisa datang kesini sekarang.."


"bukan Tante sayang, tapi mama, kamu sekarang putri mama" Ersha tersenyum, dia merasa senang ibu mertuanya menyambut nya hangat meski dia pernah berbuat kesalahan

__ADS_1


"sekarang ikut mama, kita jumpai eyang di taman belakang..eyang pasti senang bisa ketemu sama kamu..."


.


.


.


.


"mama lihat siapa yang datang.."


Maya memanggil mama mertuanya yang masih sibuk dengan bunga bunganya


"Ersha..." kata wanita tua itu dengan isakan


Ersha menghampiri nenek suaminya, dia menciumi tangan wanita tua itu


"maafkan Ersha eyang.."


.


.


.


"Ersha seperti nya sudah bisa kamu panggil Feroz untuk makan malam, rasanya bentar lagi papa sampai, biar mama saja yang ngelanjutin" Maya menghampiri Ersha yang sibuk manata meja makan


"wahhh ada acara apa ini, banyak banget makanannya.." Roy yang baru saja datang terpelongo melihat aneka masakan tertata rapi dimeja makan..


"mana kesukaan papa semuanya lagi" sambungnya


"papa lihat ini Feroz bawa siapa" teriak Feroz pada papanya


"Ersha.." kata Roy dan dia melihat kearah ibu dan istri nya seakan bertanya apa yang tengah dilihatnya dan dua wanita yang dicintainya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya


.


.


.


"gimana pa, masakan menantu kita?"tanya Maya pada suaminya yang dari tadi tampak begitu menikmati makanannya


"luar biasa" jawabnya dengan mengacungkan jari jempol nya


"Ersha gimana kabar ayah kamu?, maaf papa sama mama belum sempat jenguk"


"Alhamdulillah sudah lebih baik pa, ayah juga kirim salam buat semuanya.."


"waalaikumusalam.." jawab semuanya.


.


.


.


Ersha merasa begitu beruntung berada dalam keluarga Feroz, mereka merima Ersha dengan begitu hangat,


tidak pernah sedikitpun mereka membahas tentang kepergian Ersha


"tidak perlu kita bahas apa yang telah terjadi, lagian semuanya bukan hanya kesalahan kamu, tapi juga kesalahan kami, kami yang memaksa mu untuk menikahi Feroz, jadi itu semua konsekuensi yang harus kami terima atas apa yang telah kami perbuat padamu. sekarang kita lupakan semuanya kita mulai dari awal,, anggap aja semua itu hanya mimpi ". Ersha begitu terharu dengan apa yang diucapkan papa mertuanya

__ADS_1


'aku akan berusaha menjadi menantu yang terbaik untuk keluarga ini' batin ersha


__ADS_2