
"ahhhhkkkk..hiks hiks hiks..." Feroz berteriak, Feroz menangis emosi nya tak stabil
dia duduk bersandar pada mobilnya, diangkatnya kepala menghadap kelangit, dipejamkannya kedua matanya
perasaannya bercampur aduk
ada marah..
ada kecewa..
ada sedih..
ada juga penyesalan..
" apa masalah nya .." Feroz membuka kedua matanya, Danu sahabat nya sudah berdiri dihadapannya
Feroz menyeka air matanya, dia yang meminta Danu datang kepantai tempat sekarang dia berada
"Danu.. dia mengkhianati ku, dia mempermainkan ku, dia tidak pernah mencintai ku ..."
"apa kamu yakin, dia tidak mencintai mu.."
"hahaha hahaha..," Feroz tertawa
"kalau dia mencintai ku dia tidak akan mungkin memeluk lelaki lain , dia tidak akan mungkin pergi dengan lelaki lain dan pulang larut malam saat suaminya tidak berada di rumah.. dan bacalah" Feroz melemparkan buku catatan harian Ersha kepada Danu
"baca. biar kamu tahu betapa besar cinta nya untuk lelaki itu.. aku terlalu bodoh, aku terlalu naif, hingga aku tidak sadar aku terperdaya dalam permainan yang ia ciptakan untuk menutupi cinta terlarangnya "
"kamu menghukum nya hanya karena catatan kecil yang dia tulis bertahun tahun yang lalu, yang saat itu dia pun belum mengenalmu.. " enteng kata kata itu keluar dari mulut Danu seakan tiada beban..
"janganlah langsung menghukum nya, dengar kan penjelasan nya, sekarang ikut aku pulang, kita bicarakan baik baik dengan ersha, kita cari jalan solusinya. kita dengar jawaban Ersha kenapa sampai dia memeluk bumi, kenapa dia tetap bertemu dengan bumi padahal kamu sudah melarangnya. kita tidak pernah tahu apa yang terjadi pada Ersha hari ini, mungkin saja sesuatu terjadi yang memaksa dia harus menghubungi bumi.. buanglah egomu berpikir lah jernih, Ersha istri mu, kamu lebih mengetahuinya dibanding aku.."
__ADS_1
"kamu benar Danu!!,"
.
.
.
begitu turun dari mobil Feroz langsung berhambur masuk kedalam rumah,
Danu yang menyusul dibelakang shock melihat keadaan dalam rumah Feroz dan Ersha, pecahan kaca bertabur berserakan dilantai, figura kayu foto Ersha dan Feroz yang terletak dilantai tampak rusak, kacanya pecah, diatas foto ada beberapa tetesan darah, tidak banyak hanya sedikit, seperti berasal dari luka goresan..
Danu memungut foto itu foto yang menampilkan gambar sepasang kekasih yang saling menatap, dari gambar itu nampak tergambar jelas senyum kebahagiaan Ersha dan Feroz, meskipun hanya dalam selembar foto, Danu dapat melihat dengan jelas tatapan penuh cinta Ersha kepada feroz
'apa benar kamu tidak pernah mencintai Feroz, sedangkan aku melihat jelas cinta dimatamu' batin Danu
"Danu... Ersha ngg ada dirumah.." feroz yang tadi berlari kelantai atas kini sudah berada dihadapan Danu, wajahnya tampak begitu panik
"kita harus cari Ersha sekarang, mungkin Ersha belum jauh dari sini, Ersha pasti jalan kaki, mobilnya masih ada dalam garasi, nggak ada taxi tengah malam gini, lagian Ersha nggak mungkin jalan jauh, karena pasti Ersha..." tiba tiba Feroz menghentikan ucapannya, raut wajahnya yang tadi tampak panik kini berubah tampak sedih, seperti sedang menyesali sesuatu
"Ersha kenapa??" Feroz diam, kepalanya semakin tertunduk
"Feroz jawab feroz.."bentak Danu
"aku memperk*sa Ersha..!" air mata Feroz tumpah
"apa!!! ..ber3ngsek kamu.." pukulan telak mendarat di perut feroz
"aku tidak menyangka ternyata kamu seb3rengsek ini, tahu gini aku tidak akan bantu kamu.."Danu meninggalkan Feroz yang meringis kesakitan
"Danu please, aku khilaf, amarah ku menguasai ku..., aku benar benar menyesal, please bantu aku cari Ersha.."
__ADS_1
"sial... " maki Danu, dia tidak tega meninggalkan Feroz dalam keadaan seperti ini,
"kalau om Erwin tahu apa yang sudah kamu lakukan pada putrinya aku yakin besok aku akan menghadiri pemakaman mu.."
.
.
.
satu jam lebih mereka sudah menyusuri jalan, tapi mereka masih belum menemukan Ersha
"biasanya jam segini warung yang dekat minimarket depan udah buka,, kita kesana dulu, aku lapar, nanti kita lanjutkan mencari Ersha"
Danu menghentikan mobilnya tepat didepan warung nasi sederhana, yang baru saja bersiap membuka warungnya
"baru buka pak.."sapa Danu pada seorang lelaki separuh baya yang tengah meletakkan aneka lauk dalam steling
"iya nih mas, mas nya mau makan pake lauk apa?"
"pakai gulai ayam ya pak..kamu mau pake apa ?" saat melihat kearah samping baru Danu menyadari bahwa Feroz masih didalam mobil
"pak punya saya dibungkus saja.."
"oke mas.."
Danu kembali ke mobil dengan membawah dua bungkus nasi
"sebaiknya sekarang kita pulang dulu, mana tahu tadi Ersha pergi hanya untuk menenangkan diri dan sekarang dia sudah berada dirumah. gimana menurut kamu.." tak ada jawaban, Feroz masih diam, matanya menerawang jauh, pikirannya kacau
selama perjalanan menuju rumah Feroz terus menangis tersedu, dia menyesali perbuatannya
__ADS_1
"maafkan aku sayang..." ucapnya berulang kali