
Usai Ujian Sekolah, Tiba saatnya mereka akan study tour. Kali ini acara perpisahan di adakan di puncak yang terkenal dengan hamparan kebun teh yang hijau dan luas. Mereka semua menaiki Bus yang sudah disiapkan dari pihak sekolah.
•••••
"Runi..., boleh gak aku duduk di samping jendela mobil! kata dara.
Silahkan tuan putri, sambil mempersilahkan Dara duduk di sampingnya. Seruni tahu kalau Dara mabuk darat kalau gak bisa lihat keluar.
***
Seruni sibuk membaca buku, Dara pun mendengarkan musik lewat headsetnya. Tiba-tiba Eiden datang menghampiri mereka dan duduk di samping Seruni. Seruni yang lagi fokus sama buku yang dia baca tidak menyadarinya.
Dara yang sadar akan kehadiran Eiden menatap tajam ke Sang Pemilik tubuh jangkung itu. Tapi Eiden tak menghiraukannya.
"Kursi ini masih kosong, yang lain sudah penuh, jadi aku boleh duduk disini," kata Eiden sembari duduk dan melihat Dara dan Seruni.
Mendengar Suara Eiden, Seruni menoleh ke sampingnya, tanpa suara hanya diam dan bisu.
"Maaf, gak bermaksud ganggu kamu Jingga, kursi semua sudah penuh, kata Eiden menatap Seruni.
Ya, hanya Eiden lah satu satunya orang yang memanggilnya Jingga.
Seruni, hanya diam entah apa yang sedang dipikirkannya. Dia terus membaca buku, tapi sebenarnya Dia gak fokus, hanya menatap kosong lembaran yang ada di tangannya.
Dara, yang ada disampingnya pun, gak bisa banyak bicara, Dia takut Sahabatnya meratapi masa lalunya dengan Eiden lagi, Dara hanya menggenggam tangan Eiden kuat.
••••
__ADS_1
Sepanjang perjalanan menuju puncak, riuh suara terdengar dari teman teman mereka, tapi diantara ketiganya hanya diam.
Sejam perjalanan berlalu, Dara frustasi, gimana gak, Dia yang dikenal gak bisa diam, cerewet, tiba tiba bungkam tanpa suara, akhirnya buka mulut.
"Runi...Lagi baca apa sih? bosen ni, kita main tebak tebakan yuk, atau cerita cerita kek", Imbau Dara.
"Kayaknya ide bagus tuh", Tiba tiba Eiden bersuara.
"Kalian berdua aja ya, aku ngantuk banget mau tidur bentar", bohong Seruni.
Dara hanya mengangguk, tapi Dia tahu kalau sahabatnya itu dalam keadaan yang tidak baik ( hatinya).
Eiden yang melihat seruni kayak gitu merasa sangat bersalah, bagaimana tidak Dia yang memutuskan seruni dengan alasan yg gak jelas dan sangat menyakitkan seruni.
Flashback
Sekitar 3 bulan yang lalu, Di Cafe seberang sekolah, Seruni duduk menikmati es greentea sambil membaca buku, Dia janjian dengan Eiden. Ya, Eiden adalah Sosok laki - laki yang sangat Seruni cintai, Dia yang pertama ada di hati Seruni, Mereka menjalin hubungan sejak masuk SMA sampai di tahun terakhir mereka di SMA.
"Gak papa Ei, lagian baca buku juga jadi gak bosen nunggunya, Emang ada urusan apa Ei?" Tanya Seruni.
Eiden terlihat gusar, gelagatnya aneh, tak langsung menjawab pertanyaan seruni, dia malah minum greentea punya seruni sampai habis.
"Kamu kenapa si Ei, Haus banget ya, tadi jingga nanya belum dijawab, tanya Seruni lagi.
" Mulai sekarang kita putus ya, kita harus fokus ujian akhir, Lagian aku sudah bosan sama kamu, gak ada menariknya sama sekali, anggap saja kita gak pernah pacaran" jawab Eiden tajam
Belum sempat Seruni menanggapinya, tiba tiba muncul seorang cewek rambut sebahu, duduk di samping Eiden.
__ADS_1
" Beb, urusannya uda kelar ya, capek nunggu di mobil, ayo nanti papa mama nunggunya lama" seru Cewek itu.
Eiden berdiri dari kursi sambil menggandeng tangan si cewek itu, tanpa menoleh ke arah Seruni.
Seruni berteriak memanggil Eiden tapi tak dihiraukan, Dia terduduk dan menangis, mengambil hp nya dan menghubungi eiden, tapi nomor eiden gak bisa dihubungi sama sekali.
" aku hanya ingin kejelasan Ei, kok bisa tiba tiba begini" lirih seruni.
Ponsel Seruni berdering, ada nama Dara di layar. Seruni mengangkat telponnya.
" Halo Dar, ada apa? suara seruni serak sambil tersedu
" Runi, kamu kenapa? kamu nangis ya? kamu dimana ini, kamu gak papa kan Runi? Tanya Dara berturut turut.
"Dar, aku diputusin Eiden dara, aku diputusin eiden, Dia mutusin aku Dar, katanya sudah bosan sama aku, aku gak ada menariknya sama sekali Dar, Aku harus gimana Dara... ? Eiden datang ditemani cewek Dar, Isak Seruni.
"Runi, iya iya, aku ngerti, kamu dimana ini? aku akan kesana" iba Dara disebrang telpon.
••••
Di Cafe, Seruni yang lagi bersedih ditemani sahabatnya Dara. Semuanya Seruni ceritakan ke Dara.
"Runi, sudah ya, laki- laki seperti Eiden tu gak pantas ditangisi, ayo dong jangan nangis lagi, aku ngerti Runi, tapi please udahan nangisnya, nanti gak cantik lagi deh kamunya" sambil menenangkan Seruni yang bersandar dibahunya.
••••
Flashbackoff
__ADS_1
\=\=\=\=\=
Semangat membaca yaaa.....