
Feroz masih kelihatan kesal, dia begitu cemburu, Ersha menelponnya mengatakan akan pergi lunch dengan teman temannya dan dia akan pergi bersama bumi karena memang teman temannya juga teman bumi, dan mereka sudah cukup lama tidak bertemu
feroz sudah sering menyuarakan ketidak sukaannya melihat kedekatan ersha dengan bumi
"ya Allah mas, mas bumi itu kakak sepupu aku loh, masa sama mas bumi kamu cemburu sihh mas.. percayalah aku hanya mencintai mu, kasih sayang ku untuk mas bumi hanya sebatas kasih sayang seorang adik sama kakaknya ngg lebih"
" iya sayang mas percaya sama kamu tapi tidak dengan bumi, mas bisa lihat bagaimana cara dia memandang kamu, dia melihat kamu bukan sebagai seorang adik, mas ini lelaki jadi mas tahu apa yang ada dalam pikirannya "
"mas please, aku lagi ngg ingin berdebat. sekarang buang kecurigaan kamu , dan percayalah tidak kan ada yang bisa rebut aku dari mas, aku hanya milik mas"
.
.
.
Danu dari tadi memperhatikan Feroz yang sama sekali tidak menyentuh makanannya, dari tadi Feroz sibuk dengan ponselnya, wajahnya begitu ketat,
"kenapa sihh bro, dari tadi muka nya ketat aja, lagi galau?"
"ngg usah banyak tanya , habiskan saja makanan mu!" jawab feroz ketus
Danu menggelengkan kepalanya, dia tahu betul jika Feroz bertingkah seperti ini pasti ada sesuatu yang mengganggu pikirannya,
ponsel Feroz berdering, Feroz hanya melihatnya tanpa berniat mengangkatnya...
"angkat lah bro, mana tahu penting.."
tidak ada jawaban Feroz masih belum berniat mengangkatnya
satu pesan masuk ke ponsel nya, masih dari nomor yang sama
begitu pesan dibuka terpampang foto Ersha dan bumi yang sedang tertawa
feroz menggenggam ponselnya kuat rahangnya mengeras , lalu dia menelpon ke nomor yang telah mengirimkan gambar itu padanya
"apa maksudmu mengirimkan nya?" bentak Feroz, sangking kuat nya suaranya sampai membuat Danu terkejut dan semua mata yang ada di restauran itu memandang mereka
feroz berjalan meninggalkan Danu yang masih terpelongo.
Danu meninggalkan beberapa lembar uang diatas meja dan berlari mengejar Feroz yang sudah berjalan menjauh dari restoran
****
begitu sampe didepan salah satu restoran yang berada tidak jauh dari restoran yang tadi di kunjungi Feroz dan Danu tampak Clarissa menyambut nya dengan senyuman
__ADS_1
" kamu segara kesini begitu dapat foto istri mu sedang tertawa dengan pria lain," Clarissa menepuk tangan nya dengan tertawa mengejek,
sementara Feroz menatap nya dengan penuh amarah
"itu istri mu sedang bermesraan dengan pria lain " Clarissa menunjukkan ke arah dalam restauran
tanpa menanggapi Clarissa Feroz masuk ke dalam restauran
"ya ampun ternyata perempuan ular ini biang kerok nya!" Danu tampak kesal saat dia melihat Clarissa ada di restauran itu
Clarissa melirik Danu dengan rasa jenuh, lalu berjalan meninggalkan Danu yang masih terus ngedumel
Ersha bumi dan beberapa teman temannya asyik mengobrol, mengenang kisah kisah mereka saat mereka kecil, dan kebetulan semua teman teman mereka tinggal diluar negeri itu yang membuat mereka sudah lama tidak bertemu, sebab itu Ersha terus membujuk Feroz untuk mengijinkan nya keluar lunch dengan bumi dan teman temannya,
saat mama Ersha meninggal, ERSHA kecil sempat tinggal dikeluarga bumi, sebelum akhirnya ayahnya menikah dengan ibu Chintya, dan membawanya kembali
Ersha menjadi adik kesayangan bumi, kemana pun bumi pergi bermain dia akan selalu membawa Ersha kecil bersamanya
karena selalu bersama bumi dan teman temannya Ersha nyaris tidak memiliki teman seusianya,
usia Ersha dan bumi yang terpaut enam tahun tidak menjadi masalah untuk mereka bermain bersama
saat asyik mengobrol Ersha dikejutkan dengan seseorang yang menarik tangannya, dan dengan refleks bumi yang berada didepannya ikut memegang tangan Ersha, namun bumi segera melepaskan tangannya saat dia melihat Feroz lah yang sedang memegang tangan Ersha
feroz mencium tangan Ersha lembut sebelum dia mendaratkan ciuman ke ubun-ubun Ersha, dan perlakuan itu nyaris membuat semua orang yang berada di meja itu terkejut
"kamu sudah menikah sha?" tanya salah seorang teman Ersha
"iya mas, mba, Ersha sudah menikah dua tahun yang lalu, maaf ya mas mba, Ersha tidak dapat undang mas dan mba kepernikahan Ersha"
"kami paham kok sha, lagian waktu itu kami semua lagi ngg berada di Indonesia, sekarang yang penting kamu bahagia, jadi istri yang baik ya dek, mba doain yang terbaik buat rumah tangga kamu,"
"aamiin.." semua serantak mengamin kan doa seorang wanita yang Ersha panggil dengan nama mba anggun
sementara tak jauh dari mereka Danu diam terpaku, dia tidak menyangka wanita yang selama ini telah mencuri hatinya adalah istri dari sahabatnya, dia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Feroz, dia memilih pergi dari restoran itu
" bro, seperti nya aku harus balek ke kantor duluan ya, sekertaris ku menelpon, ada perwakilan dari andiakarta datang ke kantor.."
"oke, seperti nya saya tidak balik lagi ke kantor, nanti hubungi saya soal kesepakatan bersama andiakarta"
***
Danu mengentikan laju mobil sedan mewahnya di pinggir jalan, dia memilih jalan sepi yang jarang dilalui kendaraan,
sesaat mobil berhenti dia memukuli setir mobil dengan tangannya
__ADS_1
"kenapa harus dia" teriak nya
dia meletakkan kepalanya di atas setir mobil, memejamkan kedua matanya
"kenapa harus wanita itu yang menjadi istri mu Feroz,"lirihnya
jantungnya seakan berhenti berdetak,
tubuhnya seakan limbung,
dadanya sesak
lidah nya keluh,
waktu seakan berhenti berjalan..
sahabatnya mencium mesra wanita yang selama ini mencuri hatinya tepat dihadapannya, bahkan wanita itu memanggil sahabatnya dengan kata suami
kenapa begitu kejam takdir mempermainkan nya
apa salahnya
untuk kali pertamanya dia merasakan perasaan ini, dia belum pernah merasa sesuka ini pada seseorang meskipun sudah puluhan wanita jatuh dalam pelukkannya,
dia tahu wanita itu sudah dimiliki, tapi kenapa musti sahabat nya sendiri pemilik wanita itu
"aku harus melupakannya.. aku tidak mungkin merampas nya dari sahabat ku sendiri" disekanya air mata yang mengalir.
sakit memang melepaskan sesuatu yang telah lama ingin dimiliki..
****
mata bumi terus melirik ke arah tangan Feroz yang menggenggam erat tangan Ersha, dan Feroz menyadari itu sebab itu lah feroz selalu menampakkan kemesraan nya bersama Ersha
dari mulai kerap merangkul dan memeluk Ersha.. bahkan tidak segan sesekali mencium Ersha di depan teman teman ersha, perlakuan Feroz terhadap Ersha seakan menegaskan bahwa Ersha miliknya dan tak akan ada siapapun yang bisa mengambilnya dari sisinya...
satu persatu teman Ersha dan bumi meninggalkan mereka, kini hanya tersisa bumi, Ersha dan Feroz
"sha kita harus balik ke kantor sekarang" Ersha yang sedang menyuapi Feroz menatap kearah bumi sambil menganggukkan kepalanya
"tidak.. Ersha tidak akan pergi kekantor"
"tapi mas?"
"kamu tidak perlu khawatir mas sudah menelpon om Frans, hari ini eyang ulang tahun, mama papa minta kita ke rumah mereka untuk makan malam bersama, ayah sama ibu juga sudah disana!"
__ADS_1
"ayah sama ibu datang kesini mas?, kamu kok nggak bilang dari tadi kalau eyang ulang tahun.."
"maaf sayang mas lupa, selesai makan kita cari hadiah untuk eyang ya!. kenapa masih disini bumi, bukannya kamu harus segera ke kantor"