
" Selalu Ada Pagi Setelah Malam berlalu, bangkit dari rasa sakit melawan cinta yang ada, egokah aku jika merindu, aku hanya merindu senja, ya hanya senja," Seruni Jingga ❤️
Matahari pagi sangat menawan di atas puncak, semua siswa siswi sudah berkumpul, sebelum mereka meninggalkan puncak, mereka ke perkebunan teh untuk foto foto.
Siang hari mereka semua kembali ke Villa, dan berkemas untuk pulang.
Bus Bus yang ditumpangi teman teman Seruni nampak kecil di ujung jalan, sampai tak kelihatan lagi.
Seruni gak ikut bersama rombongan, Dara meminta menemaninya tinggal satu malam lagi.
" Akhirnya, kita bisa refreshing Runi tanpa banyak gangguan, hehehehe ", Gelak tawa Dara.
" Dar, nanti malam kita tidur dimana? tenda tendanya saja sudah dibongkar semua??? hmmm " tanya Seruni.
"Tenang aja Runi, Aku sudah ngomong sama yang punya Villa," Jawab Dara
Siang itu mereka masuk ke dalam Villa, tepatnya kamar yang ada di lantai 1 membawa barang mereka.
"Biar bibi aja neng yang bawa tasnya !", seru Bibi Gani kepada Seruni dan Dara.
" Tidak usah repot Bi, kami bisa kok bawa sendiri, kata Dara.
Seruni ikut saja di belakang Dara, hanya senyum tipis ke Bibi Gani.
"Neng, mau dimasakkan apa? tanya Bibi Gani lagi
" Hmmm, sembarang bibi aja deh, Ucap Dara.
"Kalau kita masak sendiri, boleh gak Bi? tanya Seruni tiba- tiba.
" Silahkan neng, semua bahan makanan lengkap di dapur, jawab Bi Gani lagi. Kalau gitu bibi tinggal dulu ya neng, kalo butuh apa apa, bisa telpon aj ke nomor sini ! sambung bibi sambil menunjukkan kertas kecil yang ditempel di dinding.
"Siap Bi, ucap Dara sembari memberi hormat ke bibi Gani.
Bibi Gani, hanya tersenyum sambil gelengkan kepalanya melihat tingkah Dara.
Seruni yang dari tadi hanya senyum tipis aja
melihat Percakapan Dara dan Bibi Gani.
••••
"Runi, kita kemana ya sore ini? tanya Dara
" Menikmati Senja, Dar !! pasti indah banget dari atas sini", jawab Seruni kagum
Hmmmmm, baiklah ! kata Dara
••••
Tepat pukul 5 sore, Seruni dan Dara berjalan keliling Villa, dan mereka menemukan gazebo kecil di belakang Villa.
"Wahhh, kebetulan banget Dar, disini kita bisa menikmati indahnya pemandangan, kayaknya yang punya villa sudah memperhitungkan ya tempat ini.
dari sini kita bisa memandang luas, hamparan kebun teh dibawa sana, langit indah di atas sana, sejuk dan nyaman sekali Dara, trima kasih sudah ngajak aku nginap semalam lagi, ucap Seruni memeluk Dara.
Dara, memang tahu kalau Seruni suka tempat tempat seperti ini, apalagi puncak dan hamparan kebun teh yang hijau, makanya sengaja dia nginap semalam lagi, hanya untuk sahabatnya ini.
Mereka menikmati Senja yang memukau saat itu, sebenarnya yang paling menikmati adalah Seruni. Dia pengagum senja sejati, memandang cakrawala sampai gelap menyapa, ya hanya sesaat memberikan keindahannya, lalu tersapu dengan gelapnya malam, itulah senja tetapi selalu membuat Seruni bahagia.
__ADS_1
••••
Aroma masakan yang menggugah selera, membuat lapar siapa saja yang menciumnya, berasal dari dapur, Seruni yang saat itu mengambil alih tugas bibi Gani.
" Lagi masak apa Neng, harum banget kayaknya enak? tanya bibi Gani saat membuat Jus Jeruk
" Masak ikan sama sayur capcay aja Bi, biasa masakan rumahan Bi, jawab Seruni sambil tersenyum. Jusnya buat siapa Bi? sambung seruni.
" oh itu Neng, buat Tuan Muda yang punya Villa neng. jawab bibi gani
" Ohh, Pemilik Villa tinggal sini ya bi?? tanya Seruni lagi.
" Kadang pas Liburan aja kesini neng, Tuan muda sudah berapa hari nginap di villa neng, Sebelum acara sekolah neng kemarin, Tuan muda sudah bolak balik dari jakarta kesini, jawab bi Gani, permisi neng Seruni, bibi bawa ke atas dulu ya jusnya, sambung bibi Gani.
Seruni masih mau bertanya lagi, tapi bibi Gani uda keburu meninggalkan dapur.
"kok Jusnya ada dua ya, mungkin pemiliknya suami istri kali ya, tapi kata bibi gani tuan muda, hmmm atau ada tamu yang lain kali ya, tanya seruni dalam hati.
Selesai sudah Seruni masak, kemudian Dia menata makanannya di atas meja, terus membersihkan alat masak dipakainya tadi.
Tak lama kemudian, Dara muncul.
"Wow, aromanya lezat banget Runi, jadi laper. Yuk kita makan ! Seru Dara
" Dar, Kita ga tunggu pemilik Villanya dulu, biar makannya barengan", tanya Seruni
" Oh Pak Doni, kiraen sudah pulang, tadi kamu ketemu Pak Doni ya Run ? tanya Dara
" Tidak sih, Dar. tadi bibi Gani yang bilang kalo Pemilik Villa ada di lantai 2 " Jawab Seruni.
Tiba - tiba bibi Gani datang, " Loh kok belum makan Neng, nanti keburu dingin loh.
" Oh, sebentar lagi Tuan muda turun kok. Kalian duluan aja. " sambung bibi gani.
" kami sekalian nunggu aja bi, gak sopan kalo makan duluan, Ucap Seruni.
" Ya sudah, bibi tinggal dulu ya.
•••
10 menit kemudian, Doni turun ke dapur.
" Wah, ada tamu cantik sekalinya, goda Doni ke Seruni dan Dara, kok belum makan? tanyanya lagi
" Lagi nunggu Pak Doni, jawab Dara singkat
" Ohh iya, btw ga usah dipanggil Pak, ketuaan saya, panggil Kakak aja, kata Doni. hmmm, temanmu namanya siapa Dara? tanya Doni lagi pura pura gak tahu
" Seruni Pak, jawab Seruni singkat.
Akhirnya mereka bertiga mulai menikmati makan malamnya. Keasyikan cerita sampai Doni melupakan Eiden yang kelaparan di kamar.
••••
Di dalam Kamar, lantai 2 Villa.
" Doni, kamu ngapain aja sih dibawa sana, katanya mau ngambil makanan kok lama banget, awas aja don, kesal Eiden.
••••
__ADS_1
Di meja Makan
" tumben, bibi Gani masakannya enak banget, gak biasanya masak seenak ini, kata Doni sambil ngunyah makanan di mulutnya
" Ini loh masakan Seruni Pak Doni, jawab Dara
" opss, maaf Seruni kirain bibi Gani yang masak, pantas aja beda. hehehe, ucap Doni malu malu.
Ponsel Doni bergetar, Eiden menelpon
" Don, lama banget sih, makananku mana ?? suara Eiden dari seberang telepon
" Sory bro, bentar lagi kesana, jawab Doni lalu menutup teleponnya.
"Bibi, bibi, panggil Doni
"Iya Den, jawab bibi dari arah belakang
"Bibi tolong ya antarkan makanan ini ke kamar Tuan muda, perintah Doni.
Dara dan Seruni, sibuk dengan makanannya gak terlalu memperhatikan Doni.
Setelah Makan malam, Dara dan Seruni merapikan meja makan dan mencuci piring yang kotor. Habis itu, mereka ke ruang tengah, disana ada Doni sedang nonton tv.
" Boleh gabung gak Kak, Tanya Dara
" Silahkan Nona cantik, Goda Doni.
" Oh iya dari tadi Seruni hanya diam diam saja, gak senang ya di Villa ini, kata Doni melihat ke arah seruni
" Bukan begitu Pak, Eh Kak,,, jawab seruni kaku. Kami senang sekali kok disini, iya kan Dar.
" Eh, iyaa Kak Doni, justru itu kami mau berterima kasih sudah diizinkan nginap semalam lagi, sekalian mau pamit, besok pagi pagi kami harus balik. tambah Dara
"oh begitu, kok cepat banget baliknya ? tanya Doni lagi
" kami masih banyak urusan kak, sambung dara.
••••
Di kamar lantai 2
" Makanannya Enak banget, jadi ingat Jingga pernah bawa bekal seperti ini " gumam Eiden
Doni, tiba tiba masuk kamar Eiden
"kenapa bro senyam senyum liat makanan, makanan itu dimakan jangan disenyumin kayak gitu, kata Doni
" Gak papa don, perasaanku Masakan ini sama persis rasanya masakan Jingga, tumben aja bibi gani bisa masak seenak ini, tuturnya.
" Hmmm, Doni hanya manggut manggut.
Eiden memang gak tahu kalo Seruni dan Dara masih di Villa, Tadi siang Dara minta izinnya ke Doni, kebetulan Eiden tidur di kamarnya, Banyak pekerjaan yang dia kerjakan dari jauh.
Doni juga belum sempat ngasih tahu Eiden, soalnya urusan kantor yang numpuk harus dia selesaikan. Doni adalah sepupu Eiden, dia membantu Eiden, Eiden saat ini menjadi pimpinan salah satu perusahaan orang tuanya, meskipun masih muda, tapi jiwa kepemimpinannya tidak diragukan lagi. Doni membantu pekerjaan Eiden, urusan kantor urusan pribadi, Doni pun turut andil di dalamnya.
\=\=\=\=\=\=
episode 5 segini aja yaa, masih penasaran gak kisah merekaa, ditunggu yaa episode selanjutnya 😘😘😘
__ADS_1