Di Penghujung Senja

Di Penghujung Senja
part 19 (revisi)


__ADS_3

"apa kamu tahu Erwin. enam bulan sebelum Ersha menikah, Ersha di diagnosa kanker otak.."


"apa.. "teriak Chintya dan Erwin bersamaan


"Ersha meminta kami merahasiakan ini kepada kalian, dia tidak mau ayah dan ibunya khawatir. dengan susah payah akhirnya bumi berhasil membujuk Ersha untuk mau menjalankan pembedahan di Jerman, dan sehari sebelum keberangkatan mereka ke Jerman kalian memaksa nya untuk menikah dengan orang yang sama sekali dia tidak kenal. saat itu Ersha setuju untuk menikah karena dia berpikir pernikahan nya dengan feroz mungkin bisa menjadi hadiah terindah untuk ayahnya sebelum kepergiannya. dua tahun Ersha berjuang melawan kanker nya, aku bumi dan suami ku yang menjadi saksi perjuangan nya. saat itu aku paham ketidak hadiran kalian dalam proses kesembuhan nya, karena Ersha yang meminta kalian untuk tidak mencari keberadaannya.." Nia menghentikan cerita nya, dia meneguk air minumnya


"saat itu aku yang meminta Ersha untuk pulang ke Indonesia, untuk memutuskan, apakah akan melanjutkan pernikahan nya dengan kamu atau mengakhirinya."


"kamu tahu Feroz, Ersha memang mencintai bumi, dan andai waktu itu bumi menyatakan cintanya dan meminta Ersha untuk tidak pulang ke Indonesia mungkin Ersha tak akan pernah mencintai mu dan membuang rasa cintanya untuk bumi,dan Ersha tidak akan menderita separah itu sebelum kematiannya.." Nia menangis dia menarik nafasnya untuk meredakan emosi nya yang meluap luap


"tapi itu adalah takdirnya.." katanya dengan suara yang lirih


"aku melihat cinta Dimata Ersha untuk mu Feroz, dia bahagia menjadi istri mu, sebab itulah aku minta putra ku untuk melupakannya.."


"lebih dari satu tahun aku dan putra ku memutuskan hubungan kami dengan Ersha... kami sangka Ersha bahagia sampai sampai dia tidak pernah mengabari ku dan suamiku ternyata kami salah, kau kurung putri kami dalam sangkar mas mu, kau atur hidupnya.. tapi kau tak pernah melihat kondisinya.. dia terbiar.hiks hiks hikss" tangis Nia semakin menjadi jadi

__ADS_1


"Ersha menelpon bumi hari itu. dalam pelukan bumi dia menangis, dia hancur saat dia divonis kanker otak untuk kedua kalinya.. dia hancur. kamu tahu!!!"


"kalau kamu tahu Chintya kondisi Ersha hari itu, aku yakin kamu akan merasakan apa yang aku rasakan.. hancur Chintya .. marah Chintya.. putri kecil ku dalam kondisi yang sangat memprihatinkan Chintya.." Chintya memeluk tubuh Nia, dia menyesali kebodohannya yang tidak mengetahui keadaan putrinya


"maafkan saya mba, saya gagal menjadi ibu yang melindunginya .." ucap Chintya dengan bibirnya yang bergetar


"Tante Ersha mohon bawah Ersha pergi jauh dari sini, Ersha ngg sanggup melihat orang orang yang Ersha sayangi sedih, hancur melihat kondisi ersha Tante, itu katanya malam itu Chintya..hiks hiks "


"aku dan suamiku sudah melarangnya untuk pulang malam itu Chintya. tapi dia bilang dia harus pulang, dia ingin menyambut kepulangan suaminya, tapi apa yang ia dapat Chintya? feroz menantu kebanggaan kalian memperlakukan nya dengan kejam dengan hina, bahkan lebih hina dari seekor binatang..." dengan penuh amarah Nia menatap wajah Feroz yang sudah terdiam beribu bahasa


"maaf kamu bilang,, maaf kamu tidak bisa merubah segalanya, maaf kamu tidak akan bisa membuat bumi putra ku kembali seperti dulu, maaf kamu tidak akan bisa menghidupkan Ersha ku Kembali..." teriak Nia


"dia menelepon ku Erwin, Tante tolong Ersha, Tante tolong Ersha katanya.. kamu tahu saat aku tiba di rumahnya, demi Allah Erwin hati ku hancur melihat dia merangkak dari kamarnya, tubuhnya penuh dengan memar, darah. hiks hiks"


"kondisi Ersha semakin memburuk, jangankan untuk kembali beraktivitas, untuk menggenggam sebuah gelas saja dia sudah tidak bisa, tapi apa yang kalian lakukan hari itu, ia diceraikan ia di buang, tanpa ada satupun dari kalian yang menayangkan kabarnya, mendengarkan penjelasannya. kalian menghukum nya bersalah tanpa mendengarkan pembelaannya, kalian benar benar kejam..."

__ADS_1


"Ersha begitu merindukan orang orang yang dicintainya, tapi apa yang kalian lakukan, kalian telah melupakan nya, kalian membenci nya,membuat dia seakan tak pernah wujud, bahkan untuk menyebutkan namanya saja kalian tidak sudih,"


"kamu Feroz... ku kira kamu mencintai nya lebih dari putra ku, sampai sampai aku meminta putra ku untuk mematikan cintanya, tapi ternyata aku salah. seharusnya bumi yang dicintai Ersha bukan laki laki pecundang seperti kamu.."


"maafkan saya Tante.." kalimat itu keluar bersamaan dengan air matanya yang mengalir


.


.


.


***


"maafkan aku sayang. aku sudah membuat kamu menderita." feroz mencium nisan yang bertuliskan nama Ersha Inara

__ADS_1


sementara di tepi pantai tempat dimana Ersha menghembuskan nafas terakhirnya, Bumi menikmati senja sambil bercerita dan tertawa seakan Ersha ada bersamanya..


__ADS_2