Di Penghujung Senja

Di Penghujung Senja
DPS 4 Puncak 2


__ADS_3

"Kuingin berlari dari sini, dimana ragamu selalu menghantuiku, adakah cara lain untuk berpaling, tak bisa ku menahan betapa sesaknya jantung ini, melihatmu tepat di sampingku, mungkin aku harus bertahan sedikit lagi" Seruni Jingga ❤️


Semua berkumpul di aula, acara perpisahan pun dimulai. Sambutan dari Kepala Sekolah, Ketua Panitia pun telah didengarkan.


Tiba saatnya acara penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi dan yang mendapat nilai paling tinggi.


" Tiga tahun tlah berlalu, Banyak Suka Duka yang kalian lewati dalam masa masa sekolah, jika ada pertemuan pasti ada perpisahan, kami bangga kepada kalian semua anak anakku, lanjutkan pendidikan kalian ke jenjang yang lebih tinggi, raihlah cita cita kalian semua", Isak Bu Riani.


" Sekarang, Ibu akan mengumumkan Siapa yang menjadi lulusan terbaik kita dan akan mendapat beasiswa full sampai selesai kuliah S2 di Universitas bergengsi yaitu Permata Grup, saya akan panggil namanya, dan maju ke depan", lanjut bu Riani.


Tak ada Suara pun yang terdengar, hanya suara suara binatang malam yang menghiasi malam dingin ini.


" Ibu harap, kalian dengar baik baik ya, Untuk lulusan terbaik kita, diraih oleh.......


oleh ... oleh ...


SERUNI JINGGA


Tepuk tangan riuh memecah keheningan.


Siulan dari siswa laki laki terdengar riuh, ada yang menyebut nama seruni, sambil bertepuk tangan.


Sedangkan yang disebut namanya masih diam terpaku, serasa gak percaya.


Perlahan dia maju ke depan, ditarik oleh Dara.


"Selamat ya Seruni, kamu memang pantas jadi lulusan terbaik sekolah kita, ucap kepala sekolah sambil menyerahkan penghargaan kepada Seruni.


" Trima Kasih Pak, trima kasih Bu, tanpa kalian saya bukan apa apa. Ucap Seruni sambil menyalami Bapak Ibu Gurunya.


Seruni kembali ke tempat duduknya, tiba tiba Eiden datang duduk di sampingnya.


" Kamu memang pantas mendapatkannya, Jingga. Selamat ya, semoga sukses ke depannya," Ucap Eiden.


" Makasih, jawab Seruni singkat.


••••


Setelah acara inti, sekarang mereka masuk ke acara unggun api yang diadakan di tengah tengah tenda mereka.


Acara ini sudah bebas, ada yang lagi bakar ikan, ada yang main game, dan masih banyak kegiatan lainnya yang mereka lakukan.


Seruni, Dara, Oki dan Mira menikmati lebih memilih menghangatkan tubuh mereka depan api unggun. Gelak tawa terdengar dari mereka semua.


Dara mengambil gitarnya, dan meminta Seruni memainkannya. Seruni selain pintar di hampir semua mata pelajaran, juga mempunyai jiwa musik, bisa memainkan berbagai alat musik, bisa nyanyi juga, beruntungnya Dara mempunyai Sahabat seperti Seruni, walaupun Dia tahu Seruni berasal dari keluarga yang sederhana, tapi Dara tidak melihat itu, Dia menerima Seruni menjadi temannya dengan tulus.


"Runi, mainkan gitarnya dong! pinta Dara sambil memberikan gitar ke Seruni


"hmmm, sebenarnya lagi malas, tapi gak papa deh, ini kan acara perpisahan kita semua, jadi okelah," kata Seruni mengambil gitar dari Dara.


Seruni mulai memetik senar gitar, perlahan memainkan melodi, terbawa suasana dinginnya malam, Seruni mulai melantunkan sebuah lagu dari Lovarian, PERPISAHAN TERMANIS


Bila nanti kita berpisah


Jangan kau lupakan

__ADS_1


Kenangan yang indah


Kisah kita


Jika memang kau tak tercipta


Untuk kumiliki


Cobalah mengerti


Yang terjadi


Bila mungkin memang tak bisa


Jangan pernah coba memaksa


'Tuk tetap bertahan


Di tengah kepedihan


Jadikan ini perpisahan yang termanis


Yang indah dalam hidupmu


Sepanjang waktu


Semua berakhir tanpa dendam dalam hati


Maafkan semua salahku


Yang mungkin menyakitimu


Kekasih sejati


Yang 'kan menyayangi


Lebih dariku


Bila mungkin memang tak bisa


Menyatukan perbedaaan kita


Dan tetap bertahan


Di tengah kepedihan


Jadikan ini perpisahan yang termanis


Yang indah dalam hidupmu


Sepanjang waktu


Semua berakhir tanpa dendam dalam hati


Maafkan semua salahku

__ADS_1


Yang mungkin menyakitimu 🎶🎶🎶


Tak terasa air mata Seruni membasahi pipinya, di tempat yang berbeda ada yang menyaksikan Seruni bernyanyi, Eiden. Ya Eiden melihat Seruni bernyanyi dari atas Jendela kamarnya di Villa. Eidenlah yang menjadi donatur acara perpisahan sekolah ini, Eiden yang notabene pemilik perusahaan terbesar di Indonesia dan juga pemilik Sekolah tempat Seruni mengemban pendidikannya. Tak Seorangpun yang tahu akan itu semua, Eiden hanya dikenal siswa biasa aja, hanya pemain basket sekolah, yang kadang kadang ikut pertandingan antar sekolah, dan kebanyakan gak aktif. Gak ada yang tahu seperti apa Eiden, hidupnya gimana, rumahnya bahkan orang tuanya, gak ada satupun yang tahu, seolah olah tertutup rapat.


Seruni saja yang dekat hampir 3 tahun dengannya tak pernah tahu hidup Eiden yang sesungguhnya, yang Seruni tahu Eiden tinggal di sebuah apartemen kecil dan bekerja paruh waktu di bengkel temannya. Seruni tidak pernah mengusik pribadi Eiden.


*back to Eiden


Eiden terbawa lagu yang dilantunkan Seruni, dia ingat beberapa bulan yang lalu, Eiden rela menyakiti Perempuan yang sangat dicintainya demi orang tuanya.


"Jangan hanya dipandang dari jauh bro, samperin aja, nanti diambil orang baru tahu rasa lo", Ejek Doni sepupu Eiden.


" Bisa diam gak si Don, cukup dari jauh aku sudah puas Don" jawab Eiden


" Aku gak mau menyakitinya lagi Don, aku juga sakit melihatnya tersiksa kayak gitu, Sambung Eiden.


" Kenapa kamu gak jujur saja bro, kalau seandainya dulu kamu putus baik baik mungkin Seruni gak berubah kayak sekarang ini, " lanjut Doni.


" Sudah terlanjur Don, suatu saat akan kutebus kesalahanku sama Jingga, memantaunya dari jauh sudah cukup buatku Don, jawab Eiden lirih.


••••


Tepuk tangan dari teman teman Seruni setelah melantunkan lagu itu, gak nyangka ada beberapa dari mereka yang hanyut dalam lagu yang dinyanyikan Seruni, memang sedih jika kita berpisah dengan orang yang kita cintai.


" Runi.... suara kamu merdu sekali, trima kasih ya sudah menghibur kita malam ini, kata Dara sambjl memeluk Seruni.


Oki dan Mira turut memeluk temannya itu.


Malam semakin larut , mereka semua kembali ke dalam tenda masing - masing kecuali Seruni yang masih duduk depan Api unggun yang cahayanya mulai meredup.


Duduk terdiam dalam lamunan.


Tiba tiba Eiden duduk di sampingnya.


" Suara kamu merdu sekali, Jingga. Masih seperti dulu, Kata Eiden.


Seruni tersadar dari lamunannya, dan menoleh ke arah Eiden.


" Tolong pergilah, jangan membuatku tak berarti, mempermainkan rasa ini, hingga sesak kurasakan" batin Seruni.


" Maaf Saya harus kembali ke Tenda, sudah larut malam, kata Seruni sambil beranjak dari tempatnya.


Tapi tangannya ditarik kuat oleh Eiden, hingga Ia terjatuh masuk ke pelukan Eiden.


" Maaf, Jingga, Maafkan Aku, lirih Eiden masih memeluk Seruni.


" Tolong, jaga sikap kamu dan jangan ganggu saya lagi. Kata Seruni sembari melepaskan pelukan Eiden.


"Maaf, Jingga. Maafkan Aku, ulang Eiden.


Seruni berjalan meninggalkan Eiden tanpa kata pun.


***


Malam dingin jadi saksi diantara keduanya, Dua anak manusia yang masih mencintai satu sama lain, mengubur perasaan karena Ego.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=


Wahhh, penasaran kan gimana selanjutnya, tunggu yaaa


__ADS_2