
Pak tolong berhenti sebentar..
Baik mbak..
Laura pun berhenti dan ingin memastikan Kurniawan sedang bersama siapa.
Dan Laura memberanikan diri mendekati Kurniawan dan tanpa Laura sadari Fitri mengagetkan nya,padahal sedikit lagi Laura mengetahui siapa gadis yang bersamaan Kurniawan itu, tetapi sebelum mengetahui siapa orang nya, Kurniawan melihat Ada Laura Langsung pergi meninggal kan Gadis itu.
D..e..r...
kamu sedang apa di sini Laura, Sambil mengintip lagi, kayak gak ada kerjaan lain saja.
Ya ampun, kenapa Laura bisa di sini, bukan kah dia sedang di vila, sebaik nya aku pergi saja, gumam Kurniawan.
Eh... ya ampun Fitri bikin kaget saja.
Kenapa kamu bisa di sini Laura, bukan kah kamu sedang di vila bersama Kurniawan?.
Tanya Fitri.
E..he...
Kalau ku bilang ke Fitri, Kurniawan meninggal kan ku... ah... lebih baik jangan, nanti Pasti Fitri sangat rempong, gumam Laura.
Biasa lah... Saya tidak mau pamer kemesraan di depan sahabat aku, jadi aku meminta nya mengantar sampai sini.
"Owh...
Saya pikir kamu di tinggal dengan Nya, Maaf salah menduga, tapi kamu tadi sedang melihat apa sih kenapa sampai segitu nya.
Fitri benar sekali dugaan mu...
Tapi Bentar-bentar.. Ya ampun sampai lupa, tadi kan aku seperti melihat Kurniawan di dalam, gumam Laura.
Laura pun melihat dari Kaca cafe luar, tetapi ia tidak menemukan Kurniawan.
Apa aku tadi salah melihat ya!
__ADS_1
tapi seperti nya benar tadi Kurniawan, ah.. tidak mungkin lah, kalau pun ia di sini pasti nyamperin aku, guama Laura.
Laura apa kamu sudah sarapan?..
tanya Fitri.
Belum..
jawab Laura manja.
Ya ampun sudah mau siang begini kamu belum sarapan! apa guna nya kamu memiliki pacar kalau begini.
Ya... salah bicara lagi, kenapa sih mulut ini tidak bisa di ajak kompromi, gumam Laura.
HM... sudah lah mulai lagi Drama Anak kancil dan anak monyet.
Apaan sih...
Kamu kan anak monyet nya.
haha..ha....
Tapi kok bisa aku pula yang anak monyet!
Ya karena kamu tuh paling tidak bisa di bilangin dan paling tidak bisa di kasih arahan.
Terserah Lo.. deh.
jawab Laura abai.
Ih.. marah dia nya, uluh- uluh Lagi marah ya Bu..
Sapa sih... aku bukan ibu mu..
Ahahh...Lihat lah Ekspresi kamu tuh, lebih kayak emak- emak gak di kasih jatah uang bulanan.
Ih... dasar ya, Awas kamu Fitri ku Cubit pipi kamu baru tau rasa.
__ADS_1
Laura Sedang berlari mengejar sahabat nya itu.
Aduh.... sudah lah Fit, aku tidak kuat lari lagi.
Alah sigitu saja sudah K,O..
Tanda sekali kamu tidak pernah berolahraga.
Laura adalah anak gadis yang feminim sedang kan Fitri, seperti anak laki- laki, ia setiap ada waktu luang langsung pergi berolahraga.
Alah... wajar saja aku kan wanita.
Eh... tidak ada tuh istilah wanitaan, kamu lihat aku kan juga wanita, ini ya ku bilangin ke kamu, kalau jadi wanita itu jangan terlalu bodoh dan jangan terlalu lembek, nanti para lelaki pada menyepelekan.
Siap Oma Ku sayang...
Laura menggoda Fitri, agar ia tidak bigitu tegang memarahi Laura.
Apa kamu bilang Oma.. ih.. awas kamu ya.
Sudah lah ampun- ampun aku janji gak akan godain kamu lagi sekarang.
Ya sudah lah ayo kita pulang..
mereka pun pulang dengan menggunakan taxi, Ntah kenapa Fitri melihat Laura ada yang aneh dengan raut wajah nya.
Kamu kenapa lagi sih...
tanya Fitri.
Tidak kenapa- kenapa kok...
jawab Laura.
Kamu jangan coba-coba bohong dengan saya, aku kan sahabat kamu jadi, jangan lah menyimpan nya sendiri, Fitri pun menghampiri nya dan memegang tangan Laura.
Kamu tenang aja fit.. aku sedang tidak enak badan saja.
__ADS_1
Kenapa habis pergi dengan Kurniawan, Laura jadi seperti ini, apa jangan-jangan mereka bertengkar! gumam Fitri.
BERSAMBUNG