
*Mereka pun pergi meninggalkan Kurniawan*
Sial.... Dasar Wanita tidak berguna kau Aby, Kau mengacaukan Semua nya, Gumam Kurniawan sambil mencampakkan Barang-barang yang ada di depan mata nya.
*Sedang kan Laura, Fitri dan Ana sedang menenangkan Aby*
Maaf kan Awan Laura, Aku gagal menjadi istri yang baik untuk nya, Hiks...Hiks...
Sudah Lah Aby... Ini semua bukan Karena kau, Tapi memang Kurniawan Pria Brengsek, Jadi jangan Buang-buang air mata mu untuk Pria brengsek seperti Kurniawan itu.
Tapi Kan Hiks..Hiks...
Hem.. Jangan Nangis lagi Aby, Aku yakin kau istirahat yang Baik, Aku tau hati mu pasti hancur karena suami yang kau suka, menyukai Wanita lain.
Tidak papa, Laura Aku Yakin kalau kau Wanita baik-baik, Aku mengerti dan aku sadar Kalau kehidupan mu hancur karena aku, orang ke dua yang muncul di selah-selah hubungan kalian.
Kamu Bicara apa sih Aby...
Aku dan Kurniawan Hancur itu bukan karena kamu, Ini semua karena Kurniawan Tidak bisa berbicara jujur dari awal ke kamu dan Aku, Jadi jangan menyalah kan dirimu sendiri, Dan itu Artinya aku dan Kurniawan Tidak berjodoh.
Tapi Kan....
Sudah sudah... Nih minum dulu, Jangan Nangis-nangis Aja, Kaya pemain Sinetron ku Lihat.
Kamu Ini Ana... Bukan Nya Bantuin, Malah ngata-ngatain Kami Main Sinetron, Dasar teman gak ada Akhlak.
Ih... kamu yang Emosian, Aku kan Menghibur kalian, Biar Tidak terlalu Memikirkan Masalah tadi.
Sudah lah... Kalian Mulai lagi, ayo lebih baik kita pulang saja.
Loh... emang nya pekerjaan mu sudah selesai Laura?
Sudah, Kalau kamu Fit?
Iya sudah...
Kalau gitu ayo Menginap di rumah ku, Besok kan Hari Minggu, Kita jalan-jalan besok.
Aku ikut....
Nanti Laki loh.. Nyari ini Elo By...
Tidak... Aku dan Kurniawan hanya tinggal satu atap tapi Tidak pernah bertemu, dia pun tidak akan mencari ku tenang saja.
Ya sudah Ayo...
*Mereka pun Langsung pergi meninggalkan perusahaan*
Oh iya, Kita mampir ke Pasar dulu ya beli beberapa Sayuran.
Lah kan ada Buk Narsih?
Gak Papa aku Hanya Jalan-jalan ke pasar, sudah lama tidak jalan-jalan ke pasar
Ide bagus, Aku juga sudah lama tidak ke pasar, Ayo kita pergi...
Tapi kita ke pasar mana?
tanya Fitri.
Kalau kita ke pasar dekat Sekolah SMA dulu bagaimana?
Boleh juga...
Apa kau ingin Ikut Aby?
Tentu saja, Ayo aku ikut...
*Mereka pun Pergi ke pasar, tidak begitu lama mereka Sampai di pasar dan membeli beberapa barang, setelah itu mereka pun pulang*
Bagaimana...
Kalian capek tidak Belanja di pasar?
__ADS_1
Tidak Capek malah aku senang, Bisa menikmati Makanan yang enak-enak.
Ih... Makan Mulu di pikiran nya.
Biarin yang penting aku senang, Haha...
Melihat kalian berkumpul seperti ini, aku jadi Iri.
Lah emang nya Teman-teman mu pada di mana?
Sejak aku menikah dengan Awan, Aku menjauh kan diri dari mereka, Karena aku menikah di usia muda.
Lah.. emang nya berapa usia mu, Pas menikah dengan Kurniawan?
Usia ku Sama Dengan Fitri...
Oh... pantas saja.
Hey Ana Diam lah... Kau sudah seperti Wartawan saja.
Aku kan Hanya ingin tau...
Menjawab terus apa yang orang katakan!
Ya Aku kan punya mulut, Jadi Kegunaan mulut ini itu apa hanya untuk makan doank gitu!?
Ais... Dasar kau Ana!!!
*Karena mereka ke asyik kan Mengobrol, jadi mereka tidak tau kalau mereka sudah sampai di bagasi Mobil*
Non Laura sudah sampai....
Wah.. ternyata sudah sampai ya, Ayo Kita turun.
Loh... itu kan Rumah nya Ibu Kurniawan!
Gumam Aby sambil melihat Rumah milik ibu Kurniawan.
Ada apa Aby?
Iya tunggu Laura...
Aku ingin Bertanya sesuatu?
Iya tanya saja lah..
Apa kau Tau rumah Yang di seberang itu milik siapa!?
Oh... itu Aku gak tau siapa yang punya, tapi ada seorang Wanita paru-baya Mengantar makanan, Dan Dia bilang kalau dia pemilik Rumah itu.
Oh...
Kenapa kau bertanya Aby?
Aku hanya ingin, Ya sudah ayo kita masuk...
Ayo Ana....
Iya, Tapi Laura kau tinggal dengan siapa, dengan Rumah sebesar ini?
Aku tinggal Dengan Fitri dan Mama's ku.
Oh.. ternyata Fitri tinggal Dengan mu, pantas saja Setiap pagi aku lihat kalian naik motor Bersama, eh.. ternyata kalian tinggal satu rumah.
Iya... Kalau kau ingin ikut tinggal fi rumah ku juga gak papa, Jadi nya makin rame.
Benar kah aku boleh tinggal Dengan mu!?
Iya...
Tapi tunggu lah... Aku minta izin ke Pacar ku dulu, Nanti dia mengira ku selingkuh pula dengan Mama's mu.
Haha.... Pacar mu Posesif banget sih Ana.
__ADS_1
Tawa Fitri, membuat Pipi nya di cubit ana..
Ah... sakit Ana!!
Rasain tuh...
Awas kamu ya...
Sudah- sudah ayo masuk.
*Mereka pun masuk ke rumah Laura*
Loh Laura... kenapa rumah mu sepi sekali.
Oh.. Mama's ku belum pulang, dan paling Buk Narsih di dapur...
Kami boleh Duduk gak Nih...
Boleh lah, Silahkan duduk saja, Aku ingin ke Dapur dulu menyimpan belanjaan tadi.
Iya...
Fitri....
Iya ada apa?
Apa Kah Laura tidak tau kalau Tetangga seberang nya itu ibu nya Kurniawan?
Tidak... dia tidak mengetahui nya, karena dia baru-baru saja tinggal di rumah ini.
Oh.. Pantas saja, Kalau begitu Apa ibu Kurniawan tidak tau kalau, Laura mantan Awan?
Tidak.. Kurniawan tidak pernah mengenal kan nya ke ibu nya, Karena pas kalian berencana di jodoh kan, di situ juga Kurniawan Menyatakan cinta nya ke Laura, Aku rasa Kurniawan tidak ingin Mengatakan tidak ingin menikahi mu tapi dia takut Durhaka, tapi dia juga tidak mau Memutus kan Laura.
Oh.. Jadi?
Ya jadi nya begitu, Hubungan Laura dan Kurniawan terbongkar dengan sendirinya.
Aku jadi tidak enak dengan Laura...
Ya ampun Aby...
Laura itu sudah tidak menyukai Kurniawan, Dia sudah Mengikhlaskan Kurniawan, Dia sungguh Trauma dengan kejadian dulu, Jadi dia tidak ingin membicarakan kejadian itu lagi.
Fit... kau sangat beruntung memiliki sahabat seperti Laura, Sudah baik, cantik, Aku sangat iri dengan kamu.
Ya kalau ingin berteman dengan Laura sebenarnya gampang, hanya saja kau jangan pernah Merebut kepercayaan nya dengan mu, sudah itu saja.
Kan kalian Mau Nangis-nangis lagi lah ini kan, Malas sekali aku melihat nya.
Ya kalau tidak suka, ya tidak usah di lihat gitu saja susah.
Ya bagaimana Aku tidak melihat nya, aku kan punya mata, dan telinga.
Ya tinggal di tutup saja...
Ah... Berasa berbicara dengan orang gila gue lama-lama.
Haha... baru juga sesekali, nah aku selalu kau buat aku tidak waras jika berbicara dengan mu.
Sudah lah.. Kalian seperti Monyet sama Kucing, Tidak ada yang mau ngalah.
Hem....
Hey hey ada apa kalian kok Merenggut saja, sedang membicarakan apa sih.
Biasa lah Laura...
Seperti tidak tahu Fitri dan Ana saja.
Haha... Aby sekarang kau sudah mengenal mereka ya.
Ya bagaimana aku tidak mengenal nya, mereka saja selalu bertengkar di depan ku.
__ADS_1
Haha... Betul yang kamu bilang, mereka itu tiada hari tanpa berantem.
*Tiba-tiba Suara seorang Terdengar Masuk menghampiri mereka*