
*Di pagi hari nya Laura dan Fitri pergi bekerja seperti biasa*
Pagi Laura...
Suara nya seperti tidak asing, gumam Laura Sambil melihat orang yang menyapanya.
*Laura tidak menghiraukan sapaan nya, lalu meninggalkan orang itu, orang itu tidak lain adalah Kurniawan mantan Laura*
Laura**...
Tolong jangan panggil nama ku lagi, ngerti kan!!
*Kurniawan mengejar Laura yang keberadaan nya agak jauh dari nya*
Tolong lah Laura, aku masih sangat- sangat mencintai mu, Aku menikah dengan Aby karena paksaan Ibu ku.
Percuma saja kau Jelaskan pada ku Kurniawan yang terhormat, kau itu sudah menjadi milik orang lain, jadi aku minta kau jangan berharap lebih dari ku, coba lah Mengerti Kurniawan, jangan kau sakiti hati wanita lagi, sudah cukup aku saja, dan nikmatilah kehidupan mu sekarang, jangan pikir kan aku lagi.
Iya tapi aku tidak menyukai nya Laura, dia itu tidak lebih dari seonggok Sampah.
Apa kau bilang seonggok Sampah!!
Kau saja menyebut Aby seperti itu, bagaimana dengan aku ha!.. Pergi kau, aku muak melihat wajah mu.
Hu... Sudah lah sana pergi, Jantung ku udah mau lompat ini, gumam Laura yang berusaha bersikap tegas.
Tapi kan..
Udah gak ada tapi- tapi, kau yang pergi atau aku yang Pergi.
Baiklah Baiklah aku pergi..
gitu kek dari tadi, bikin naik darah aja dari tadi, gumam Laura.
Hayo Lagi mikirin siapa!?
Ya Ampun Fitri....
Ya elah Gitu aja kaget.
Ya elo masuk bukan nya salam, malah ngagetin orang, jelas Laura.
Ya Maaf, tapi kenapa kau diam saja seperti patung Pancoran.
Ya biasa lah, Kurniawan kayak gak tau saja.
Oh... tapi bagaimana Rencana Lamaran Mama's mu, Sebentar lagi sudah waktunya makan siang.
Owh iya aku lupa, ya sudah kau ke rumah ana dulu, ajak dia Ke luar duluan untuk Dandan, nanti aku nyusul, masih ada laporan yang belum ku selesai kan.
Oh ya sudah, aku ke Ruangan Ana dulu.
Hmm..
*Tidak lama kemudian Fitri menelfon Laura*
Dret...Dret..
Iya...
oh iya, Aku akan segera ke sana.
*Laura pun langsung mematikan ponsel dan pergi*
Hay semua...
Kenapa lama sekali sih!
Ya maaf, Apa kalian sudah Siap?
Sudah, tinggal kamu yang kami tunggu dari tadi!
Ya Ela gitu aja marah, ya sudah aku siap- siap dulu.
Hmm..
*Setelah Laura selesai, Laura dan Fitri pun mengajak Ana pergi Makan Malam di salah satu Alamat Cafe yang di kirim David*
Oh iya, berhubung kita masih di luar dan ini sudah Malam, bagaimana kalau kita makan malam di Cafe?
Apa kalian punya Uang, sok- sok mau makan di Cafe, ingat masih lama lagi Gajian!
Udah lah tenang saja, Aku akan Menelaktiri kalian. sahut Laura
Benarkah?
Tapi jangan lah, aku Ingin makan Makanan pinggir jalan saja.
Kenapa sih tinggal ikut aja susah Sekali!!
Jawab Fitri yang sebal Dengan penolakan Ana.
loh kok Sewot!?
Sudah- sudah Ayo kita pergi ke Cafe saja, Ana Masalah biayanya kamu tenang saja, jawab Laura yang memisahkan Fitri dan Ana.
*Mendengar Perkataan Laura, Ana pun nurut dan mengikuti Laura*
Silahkan turun tuan putri...
ih... apaan sih, Lebay Lo..
Di kasih Jantung minta empedu, dasar Ana Resek.. Jawab Fitri.
Sudah lah kalian ini di mana- mana harus aduh mulut dulu baru senang, ayo masuk!!
Iya iya...
*Mereka masuk dan Memilih Bangku yang sudah sengaja di pesan David untuk mereka*
*Tiba-tiba Ada seorang pelayan Menghampiri mereka dan Bertanya ingin memesan makanan apa*
__ADS_1
Permisi Ingin pesan makanan apa?
*Tanya pelayan itu sopan*
Loh.. bukan nya Mas David sudah mempersiapkan ini semua tapi.... Oh mungkin ini sebagai dari rencana, gumam Laura.
Saya Jus Jeruk saja ya.
Ya sudah Sama kan saja..
Jawab Fitri.
Baik, Mohon tunggu sebentar, pesanan nya akan segera tiba.
*Pelayan itu meninggal kan Mereka dan Menghampiri*
Mohon maaf tuan saya sudah menyelesaikan tugas dari tuan..
Ya sudah terimakasih ya.
*David Membawa pesanan yang di dan menghampiri Laura, Ana, dan Fitri, dengan menggunakan baju pelayan Cafe*
Ini pesanan nya Nona...
Iya terimakasih..
*Tanpa melihat siapa pelayan yang memberikan pesanan nya, Ana langsung menghabiskan minuman nya dan ia menemukan sesuatu*
Ih... apaan ini, loh kok Cincin!?
Ana...
*Ana pun melihat seorang yang memanggil nama nya*
Ana Mau kah kau Melahirkan Keturunan ku esok?
Hum...
Mas David, gak gitu juga kale perkataan nya, gumam Fitri sambil Menahan tawa.
*Melihat Fitri yang menahan tawa, Laura langsung Mencubit Fitri*
Awww..
Sakit Laura...
Jangan menertawakan Mama's ku!
bisik Laura.
Iya iya..
jawab Fitri.
Terima... terima...
*Sorakan- sorakan para Pelayan yang ada di Cafe, cafe sepi hanya ada Pelayan cafe dan rombongan Laura, karena Cafe sudah di Boking oleh David*
Iya, apa kah kau mau menikah dengan ku?
**I..iya aku Mau**...
Yey.. Selamat ya.. Mas David.
Iya Terimakasih
*Acara pun berjalan lancar*
Ya sudah Laura, Fitri terimakasih sudah bantuin Mas David ya.
Iya Mas...
Laura pun tersenyum bahagia melihat kebersamaan Ana dan Mama's nya.
Ya sudah Laura, kamu pulang Dulu saja ya, Mama's ingin Mengantar Calon Istri Mama's dulu.
Iya iya...
Ya elah Laura, kapan kita seperti Ana.
Sabar Lah Fitri, mungkin belum waktunya kita.
Laura tersenyum untuk meyakinkan Fitri.
Iya deh...
ayo kita pulang aku sudah mengantuk.
Iya ayo...
tapi motor Nya di Salon tadi.
Ya sudah kita naik Taksi online, kita ambil motor nya.
*Mereka pun mengambil motor di salon*
Nah.. Ini dia.
Ayo kita pulang.
Hmm...
*Mereka pulang dengan mengendarai motor, tak lama Hujan mengguyur mereka dan mereka terpaksa berhenti di salah satu pos Rumah mewah*
permisi pak numpang Meneduh ya..
Iya Nona Silahkan.
Terimakasih ya pak.
*Satpam itu mengangguk dan meneruskan bermain Catur*
__ADS_1
Pak Boleh saya ikut bermain?
Boleh- boleh nona, lagian bermain catur sendiri tidak enak.
Ya sudah pak ayo...
Apa Nona bisa bermain catur?
Ya ampun pak, Kalau saya tidak bisa kenapa saya mengajak bapak bermain?
Oh iya ya, hehe...
*Fitri pun bermain catur sambil menunggu Hujan redah, tiba- tiba ada mobil Masuk ke rumah mewah itu*
Tunggu ya nona, Saya buka gerbang dulu..
Iya pak silahkan...
Laura... diam- diam Baek dari tadi.
Ya elo asik main Catur, Gue gak ngerti main nya.
Ya elah kok gak ngomong dari tadi sih..
Hmm...
Kenapa Hujan nya gak berhenti- berhenti sih.
Kok malah nyalain Hujan pula, Sabar bentar lagi redah nya.
Tapi perasaan ku tidak enak dari tadi, Ntah kenapa.
Ya sudah, Kamu duduk jangan berdiri saja, nanti Naik betis loh.
Hmm... iya
Oh iya, Ngomong- ngomong siapa ya Pemilik rumah ini!?
Mana lah ku tau, Tanya aja sama pak Satpam tadi.
Iya iya...
Lagi PMS apa gimana sih ni anak, Gak Seperti bisa- bisa nya, gumam Fitri sambil melihat Laura ya diam tanpa ekspresi.
Ayo kita lanjut lagi Nona...
Hmm...
Oh iya pak, ngomong- ngomong siapa ya yang punya rumah ini?
Nona gak tau ya?
Iya..
Sama, Saya juga gak tau, hehe...
Loh.. kan Bos bapak, kenapa bapak tidak tau?
Pemilik rumah ini jarang pulang, baru saja Pulang tadi, soal nya sering pergi keluar negeri, bapak baru 2 bulan di sini.
Oh pantas saja.
Fitri...
Ayo kita pulang, Hujan nya seperti nya sampai pagi baru redah, lihat lah sekarang ini sudah jam 11 malam.
Iya sih ya sudah ayo kita pulang, pak Saya pulang dulu ya, terimakasih sudah membolehkan saya bermain catur dengan bapak, Saya harap saya bisa bermain catur lagi dengan bapak.
Iya nona..
*Laura dan Fitri Pergi mereka tidak mendengar kalau seseorang memanggil mereka*
Laura... La...u..Ra........
Selamat Malam Tuan...
Iya selamat malam, Pak sejak kapan mereka Di sini tadi?
Sejak jam 10 tuan.
Apa bapak mengenal mereka?
Tidak tuan, mereka numpang Meneduh saja.
kalau boleh tau apa tuan mengenal mereka?
Iya, Ya sudah Nama saya Kurniawan dan kalau mereka Datang lagi Kabari saya ya.
Iya Tuan Awan...
Hmm..
*Kurniawan melenggang pergi*
Ada apa sih Wan!?
tanya Kevin antusias
Itu tadi ada Laura mantan ku...
Oh mantan terindah ya, haha...
Hmm... Dasar.
Ya sudah ayo kita masuk.
ajak Kevin
Hmm...
BERSAMBUNG
__ADS_1