Di Tinggal Nikah Pacar

Di Tinggal Nikah Pacar
Mencurahkan isi hati


__ADS_3

*Malam hari nya Ruang tamu di ribut kan dengan tawa dan tangis David,Laura dan Fitri*


Ternyata enak juga Film nya...


Ya kan Fitri?


Iya... tapi kasihan ya sama Anak nya, jatuh tapi gak di tangkap ibu nya, malah ibu nya nangkap boneka anak nya, Haha...


Iya... Haha.


Permisi Non....


Iya Buk Narsih..


*Makan Malam sudah siap*


Ayo Fitri, Mas... Makan malam.


Iya.. bentar lagi Mas ganti baju dulu ya.


Iya, Jangan Lama-lama ya Mas, Ntar makanan nya keburu dingin, Ayo Fit kita ke dapur dulu.


Iya...


Kenapa kau Canggung si Fitri!


Anggap saja rumah sendiri..


Iya... Aku hanya Menyesuaikan diri dulu.


Haha...


Ada-ada saja kau ini Fit.


Oiya Besok aku mau cari kerja..


Kalau begitu aku ikut, Aku ingin mencari pekerjaan juga.


Laura biar Mas saja yang bekerja, kamu di rumah saja.


Ih... Mama's Laura kan Ingin mandiri juga, Dan Laura bukan anak kecil lagi, Laura sudah tau mana yang buruk dan mana yang tidak.

__ADS_1


Ya sudah iya...


Ye.... Makasih Mama's David ku yang paling Tampan nan Baik.


Kalau kau Capek Berhenti saja ya, biar Mama's yang bekerja ya.


Iya, Mama's tenang saja..


Enak ya memiliki Abang, Andai aku punya Abang, gumam Fitri sambil melihat kebersamaan Laura dan Mama's nya.


Fitri....Aku akan ikut dengan mu cari kerja.


Iya..


Kalau begitu Siap kan dulu berkas- berkas yang akan di bawa untuk lamaran pekerjaan.


Iya Pasti nya Doank...


aku sangat senang, Akhirnya semua nya baik- baik saja, Aku pernah berpikir kalau Aku tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi.


Iya aku juga, kenapa aku bisa berpikir seperti itu, itu karena kau Pergi Ntah ke mana tidak memberi tahu ku dan pergi seperti hilang di telan Bumi.


Sudah lah aku tidak ingin membicarakan itu lagi, Aku sudah selesai makan, Mas Laura Ke kamar dulu ya.


Iya...


*Laura Masuk ke kamar dan Duduk di sofa tiba-tiba pintu kamar Laura terbuka*


Siapa?


Aku Fitri...


Masuk lah Fitri.


Iya, Laura...


Kamu kenapa, Maaf kan aku ya, Karena aku kau begini.


Tidak Kok Fitri, Aku hanya capek menerima kenyataan hidup ku.


Maaf kan aku Laura ini semua salah ku.

__ADS_1


Hiks..hiks..


Loh kok malah Kamu yang nangis Fitri?


Seharusnya kan aku yang Nangis!


Hah...


Kau Memeng sahabat baik ku Laura, Aku merasa Gagal menjadi sahabat mu Laura.


Jangan berkata seperti itu Fitri, Kau Sahabat ku yang terbaik, Jadi jangan berbicara seperti itu lagi.


Baik lah...


Tapi kau jangan tinggal kan aku lagi ya Laura!


Iya iya aku tidak akan meninggalkan mu lagi, tapi kau juga seperti itu ya, aku Sangat- sangat merindukanmu kalau kau tidak ada di sampingku, aku sudah menganggap mu keluarga ku sendiri.


Iya...


Hiks.. hiks...


Sudah lah jangan menangis lagi, sudah cukup air mata nya, dan sekarang tinggal Bahagia nya.


Iya...


Tapi ada yang ingin aku kata kan ke kamu.


Iya kata kan lah.


Apa kau tidak mengetahui kalau, rumah ibu Kurniawan itu...


Kan sudah ku bilang kalau aku tidak ingin membahas itu lagi.


Ya Maaf...


tapi kan.


Sudah lah Fitri, Kalau kau membahas itu lagi aku tidak ingin berbicara dengan mu lagi.


Baik lah kalau begitu, aku gak akan bahas itu lagi.

__ADS_1


__ADS_2