
*Hari demi hari Pun berlalu, Laura berusaha keras Untuk tidak bertemu dengan Kurniawan*
Laura..
Bagaimana pekerjaan mu, Lancar?
Lancar Fit...
Bagaimana dengan mu?
Alhamdulillah lancar, Oh iya Kamu sudah makan siang?
Belum..
Ya sudah ayo kita ke kantin..
Ayo Lah aku sudah lapar juga.
*Sebelum mereka Melangkah, terdengar Suara Ana menghampiri mereka*
Laura... Fitri....
Iya ada apa Ana?
Kalian Ingin ke kantin kan!?
Iya, Kalau kau ingin ikut ayo lah.
Ayo... Aku akan Menunjukkan makanan yang enak-enak di kantin.
Hi... Kalau urusan Makanan aja Cepat, Ingat tuh Badan bentar lagi Kaya Galon.
Ih... Iri bilang Kawan, Fitri aku tuh Gak pernah mendapat kan Badan Buntal, Jadi sorry ya.
Cu.h.... Gak pernah kau bilang, Lihat lah Pipi mu saja sudah Mirip Bakpao, Tapi Hobi nya Makan terus.
Bakpao-bakpao gini sudah punya pacar!
Nah kamu apa?
Heleh... Pacar?
Banyak Tuh yang ngantri di belakang ku, tapi aku nya saja yang tidak mau.
Ih.. Sombong amat.
__ADS_1
Sudah sudah... Kalian ini Kalau Jumpa pasti Bertengkar.
Iya iya...
Ayo pergi, Let's go....
*Mereka pun pergi ke Kantin dan Memesan makanan, Tidak beberapa lama Pesanan mereka datang, Betapa mereka di terkejut melihat Kurniawan Membawa kan makanan mereka*
Ya ampun, Kenapa dia Di sini dan membawa Makanan, Dasar Apa dia sudah tidak waras?
Kemana Harga diri nya sebagai Seorang pria, Gumam Laura sambil menunduk kan kepalanya.
*Selamat menikmati*
Hey Kurniawan.
Apa kau Tidak merasa malu!?
Kau ini suami dari sepupuku, jadi jangan berharap kau Kembali bersama dengan Laura.
**Haha...
Fitri, Kau siapa?
Dan apa hak mu Melarang ku seperti ini,Ha!!
*Mendengar Teriakkan Fitri, Semua Mata tertuju ke Fitri*
Wah wah... Ternyata kau berani membentak ku!?
Iya karena aku sudah muak dengan tingkah mu ke Sahabat ku!
Sudah lah Fitri, Jangan terpancing emosi, Biar kan saja, Lebih baik Kita Pergi saja.
Iya Fitri...
Ayo kita pergi saja, jangan Membuat masalah di sini, Lihat lah Semua mata tertuju ke kita.
*Setelah melihat Sekeliling, Fitri pun Memutuskan mengalah dan pergi*
Ya sudah Ayo...
*Tetapi langkah mereka terhenti melihat Sepupu Fitri di hadapan mereka*
**Aby... Kenapa kau di sini?
__ADS_1
Tadi nya Aku ingin melihat suami ku tersayang bekerja, Eh ternyata aku di suguhkan pandangan yang sakit di mata.
Ini tidak seperti yang kau bayangkan Aby.
Jelas Fitri.
Fitri... Diam lah.
Plak....
Ini hukuman untuk Orang seperti mu!
Ha....
Kau Berani memukul ku!?
Iya kenapa aku berani memukul mu karena kau tidak tau malu dan aku ingin menyadarkan mu kalau Kau Sudah di campak kan!
Aku suami Mu Aby!!
Berani sekali kau...
Plak...
Laura...
*Laura membentengi Aby agar tidak terkena tamparan Kurniawan, tetapi Malah Laura yang Terkena tamparan Kurniawan*
Laura... Apa kau Baik-baik saja, Aku tidak bermaksud menampar mu Maaf kan Aku Laura.
*Laura tersenyum Sadis Ke arah Kurniawan*
Hey Kurniawan!
Apa tadi kau Berkata tidak bermaksud menampar ku, Itu berarti Kalau aku tidak menghalangiNya, itu artinya kau Menampar istri mu sendiri.
Tidak Seperti itu Laura, Aku hanya memberi pelajaran ke Aby, Agar lebih Sopan.
**Ha...Haha...haha...
Kau lucu sekali Kurniawan, Sungguh lucu, Tidak seharusnya kau menampar istri mu sendiri, Aku Tidak menyangka, Kenapa Aku dan Aby Bisa tertipu dengan Pria Kurang ajar seperti mu.
Aku Khilaf Laura...
Tolong Maaf kan aku.
__ADS_1
Sudah Laura/Aby...
Ayo kita pergi, Jangan Perpanjangan Masalah lagi, Orang-orang Semakin ramai Melihat kita.