Di Tinggal Nikah Pacar

Di Tinggal Nikah Pacar
kepercayaan


__ADS_3

semakin dekat dan tiba- tiba ada seorang pelayan mengantar makanan.


"Permisi tuan maaf mengganggu saya ingin mengantar makan malam"


"Iya letak kan saja di atas meja"


Kamu memang paling mengganggu, gumam Kurniawan.


Baik tuan...


kalau begitu saya permisi dulu.


Kurniawan mengangguk kan kepala.


"Maaf ya sayang pelayan itu memang selalu begitu, ayo kita lanjutin" Kurniawan tersenyum tipis ke Laura.


"Gak jadi deh...


lagian itu kan hanya mitos, kenapa harus di contoh kan ke kita, ini ya sayang kalau kau mempercayai ku dan sebalik nya, ku yakin hubungan kita gak akan pernah retak, aku percaya sepenuh nya dengan mu sayang dan aku janji gak akan pernah mengecewakan mu."


Maaf ya Dayang ku, di hubungan ini aku sudah banyak mengecewakan mu, rasa nya aku tidak sanggup lagi menutupi ke bohongan ini, tapi aku sangat- sangat menyukai mu, aku tidak ingin kehilangan mu, gumam Kurniawan sambil mengelus kepala Laura, yang posisi duduk nya di dekat Kurniawan.

__ADS_1


Laura yang begitu polos dan tak pernah menjalin hubungan dengan siapa pun kecuali Kurniawan, bisa di bilang cinta pertama.


"Iya Dayang ku tidak apa, benar kata mu tadi itu kan hanya mitos," Kurniawan mencium kening Laura yang ke dua kali nya yang membuat pipi Laura memerah, karena lelaki yang mencium kening nya cuman Kurniawan seorang.


"Sayang berjanji lah pada ku jangan mengecewakan kepercayaan ku pada mu, aku paling tidak suka orang yang berbohong."


Mendengar perkataan Laura, Kurniawan langsung mengganti topik pembicaraan, dengan bertanya tentang Fitri.


"Dayang teman kamu yang nama nya Fitri itu memang seperti itu ya, kenapa setiap jumpa sama aku sikap dan tingkah nya selalu berbeda."


Apa aku yang salah dengar atau apa ya, kenapa seperti nya Kurniawan tidak mendengar kan perkataan ku dan seperti mengganti topik pembicaraan, ada apa dengan Kurniawan, gumam Laura yang dari tadi melihat ke arah Kurniawan.


"Fitri memang seperti itu, dia tidak ingin melihat aku menangis karena seorang laki-laki, Dia masih belum sepenuh nya percaya dengan kamu, kamu sabar aja dengan sikap nya Fitri ke kamu, aku percaya kok lama kelamaan nanti Fitri percaya sama kamu."


" sayang Fitri itu hanya khawatir dengan ku kamu jangan terlalu di pikir kan dan aku percaya kamu, ini ya sayang ku,


Tuhan saja mempercayai umat nya, kita itu hidup di dunia kalau tidak ada yang saling mempercayai, pasti dunia ini akan hancur."


Laura mencubit pipi Kurniawan karena gemas.


"Dayang aku lapar... suapi

__ADS_1


"Ih.. manja banget sih.


"Kalau kamu gak suapi aku, aku gak akan mau makan, Kurniawan membuang kan wajah nya.


"Iya iya.. sini bayi besar ku, biar ibu suapi.


"Ih... Dayang semakin nakal saja ya, Kurniawan mencubit pipi Laura.


" Habis nya kamu manja bangat.


"Jadi gak mau ni suapi aku...


Wajah Kurniawan sengaja di buat sedih dan agak sedikit manyun.


"Iya iya... sini ku suapi.


Em... enak ya kalau ada kamu, bisa manja- manja, tapi kalau gak ada kamu ya gitu lah, hampa rasa nya hidup.


Laura hanya tersenyum tipis, ya karena Kurniawan gak pandai dengan urusan gombal menggombal.


"Dayang kenapa hari ini aku rasa bibir kamu sangat menggoda ya, aku sangat ingin mengunyah nya.

__ADS_1


"Ih... sayang kalau berbicara itu jangan seperti itu nanti ada yang mendengar, kita kan masih kuliah, apa yang nanti mereka kata kan jika mereka mendengar nya.


"Iya deh.. gak di ulang lagi, tapi memang benar loh Dayang kamu hari ini sempurna banget, Kurniawan tersenyum picik ke arah Laura.


__ADS_2