
Kamu Marahan ya sama Kurniawan?
tanya Fitri.
Tidak kok, aku hanya sedang memikirkan bagaimana bisa sahabat ku yang satu ini sangat- sangat perhatian dengan ku.
*Sebaik nya aku jangan berbicara yang aku lihat tadi, kalau ku bilang pasti Fitri benar- benar rempong, gumam Laura.
seperti nya benar, Laura kalau ada masalah dengan siapa pun pasti mengalihkan pembicaraan, gumam Fitri*.
Mereka pun sampai dan Kurniawan yang lolos dari kejadian yang tadi berlangsung lega.
Untung saja Laura tadi tidak melihat, kalau dia melihat, sudah pasti hubungan ku dengan nya berakhir, tetapi aku terlihat seperti laki- laki payah, dan Brengsek, ah... apa yang ku pikir kan, aku tidak akan pernah melepaskan Laura dalam hidup ku, sekali pun aku sudah menikah dengan Aby.
Kurniawan pun menelepon Laura, karena khawatir.
laki- laki seperti apa yang tega ninggalin wanita yang ia sukai di vila sendiri dan Tidak ngasih kabar.
D..r.et.. D..r.et...
Eh... baru tadi di pikirkan sekarang nelpon, Laura tersenyum bahagia karena Kurniawan menelpon nya.
Hayo.. dari siapa, em.. seperti nya aku tau, pasti dari Kurniawan kan?.. lihat lah tadi sedih, cemberut, sekarang senyum- senyum sendiri.
Sudah jangan ikut campur, Sana pergi saya mau mengangkat nya, kamu berisik sekali.
Ih.. sekarang sudah ada pacar lupa sama sahabat, apa lah daya yang di pakai jika ada butuh nya saja.
Sit... Jangan berbicara seperti itu, sudah lah sana.
__ADS_1
**Halo...
Iya..
Maaf ya aku tadi ninggalin kamu sendiri di vila, saya ada kelas pagi hari ini, tadi pagi saya nyamperin ke kamar kamu tapi kamu masih tidur.
Ya sudah aku tidak marah kok..
Tapi kamu sudah pulang kan?.
tanya Kurniawan.
Iya sudah...
jawab Laura.
tanya Kurniawan.
Iya ada, aku akan pergi bersama Fitri,
jawab Laura dengan suara datar.
Kamu sama aku saja, besok pagi aku akan datang jam 7 aku tidak mau tau, aku sangat merindukanmu.
Tapi aku....
Tidak ada tapi- tapi, aku akan datang besok.
T.ut.. t..u.t..
__ADS_1
*Halo sayang.. halo...
Seperti nya ada yang salah dengan sikap nya Kurniawan hari ini, ah... perasaan ku saja paling, gumam Laura sambil beranjak masuk ke kos- kosan.
"Ada apa sih... tadi wajah mu senang sekaki, eh sekarang malah sedih, emang nya Kurniawan bilang apa sama kamu, apa jangan- jangan dia mutusin kamu ya!
Apaan sih fit... Jangan berbicara seperti itu lagi, aku hanya...., Laura takut untuk mengatakan ke Fitri kalau besok ia tidak pergi ke kampus bersama.
Hanya apa sih Laura, jangan buat orang penasaran aja.
Aku hanya ingin memeluk mu..
Salah minum obat ni anak, tiba- tiba langsung memeluk, oh.. seperti biasa pasti, minta izin tapi takut bilang nya, gumam Fitri.
Sudah lah jangan basa- basi, kamu tau kan aku orang nya tidak suka basa- basi.
Aku... besok pergi ke kampus dengan Kurniawan, dia memaksa ku.
Ya sudah loh... kalau mau pergi dengan nya pergi saja, aku tidak apa kok, paling aku cari teman baru, jawab Fitri.
Ih... Fitri kok bilang gitu sih, Aku kan cuman pun kamu di sini, Saya Maaf kalau akhir-akhir ini berubah sikap, aku tidak bisa mengontrol emosi kecil ku ini, kau tau kan, Laura sambil Meneteskan air mata.
Sudah- sudah aku kan cuma bercanda, ya sudah kalau mau pergi dengan Kurniawan pergi saja, lagian pun aku tidak ada kelas pagi hari ini.
Terimakasih Fitri, tapi kalau kamu Ada kelas pagi ini apa kamu akan mengizinkan ku?.. tanya Laura.
Kamu bilang seperti itu, apa kamu mau aku berubah pikiran, gerentak Fitri.
BERSAMBUNG
__ADS_1