
Eh.. maaf...
Iya tidak apa kok.
Cuman nyeri...
Coba sini ku lihat..
sudah gak apa kok..
uda gak nyeri lagi.
Benar udah gak sakit lagi kan?..
Wajah Laura tersenyum ke arah Kurniawan, mereka pun bergegas memasuki kelas, tak lama kemudian mereka sampai dan Kurniawan masuk kedalam ruangan kelas, setiba nya di kelas seluruh mata yang berada di ruangan kelas tersebut tertuju ke arah mereka berdua.
Itu kan abang kelas kita kenapa bisa masuk ke sini dan kenapa harus bersama gadis itu, bisikan orang- orang yang berada di ruangan.
loh.. awan apa yang terjadi dengan gadis ini?..
tanya dosen,
Dosen itu bernama Denis, yang kebetulan dosen ia waktu semester 1
Maaf ya pak, Kurniawan asal masuk saja...
Tadi Gadis ini terjatuh di depan Kampus, saya melihat ia tidak bisa berdiri, kaki nya terluka.
Ya sudah kamu duduk dulu, perintah pak Denis.
Iya pak terima kasi...
jawab Laura.
Ya sudah pak saya permisi dulu...
Dosen tersebut mengangguk kan kepala nya, Kurniawan berlalu pergi meninggal kan ruangan tersebut, Laura hanya melihat punggung belakang kurniawan yang semakin tak terlihat.
Beberapa menit kemudian bel berbunyi kelas pun berakhir, Laura sedang menelfon fitri.
__ADS_1
Halo.. fit tolong ke kelas ku dulu.
Ih... manja kali sih.
Sini ku tunggu di taman dekat kampus.
Aku gak bisa jalan fit, kaki ku sakit, tadi ada sedikit kecelakaan.
ha.... kenapa gak bilang sih.
Iya, tunggu aku, kamu jangan kemana- mana.
tu. t..
Fitri pun Menghampiri Laura.
Laura kenapa kamu ceroboh sekali sih, lihat lah kaki mu lecet- lecet.
Sudah lah fit... aku sudah baikan kok.
Bantu aku jalan, kaki ku kaku akibat luka ini.
Mereka pun keluar dari ruangan tersebut.
Fit kita pergi cari makan dulu ya.
Laura- Laura kamu ini sudah sakit masih saja mikirin perut.
Kaki boleh sakit tapi perut jangan.
candaan Laura membuat Fitri geleng- geleng kepala.
Ya ampun Laura, ya sudah kita cari makanan dulu.
Yuk fit kita makan di Cafe yang baru buka di ujung jalan situ saja.
Iya..
Sesampai nya di cafe mereka pun memesan makanan, Tetapi fitri kaget Laura yang dari tadi melamun.
__ADS_1
Hey.... lagi mikirin apa.
tanya Fitri
Mm.. tadi aku jumpa laki- laki tampan.
Ya ampun cuman laki- laki aja sampai segitu nya.
Dia berbeda fit, sudah tampan baik lagi, paket komplit.
Tadi kamu jumpa di mana...
kenapa kamu bisa bilang dia baik.
Tadi aku jatuh dia yang bantu aku berdiri dan tidak hanya itu dia gendong aku sampai ke dalam kelas ku, aku sedikit malu karana di lihatin banyak orang. puji Laura yang membuat Fitri geli mendengar nya.
Setampan apa sih dia, sebaik apa sih dia, kenapa kamu memuji nya sampai ke langit ketujuh, kebanyakan laki- laki itu sama saja, kalau mereka melihat seorang gadis cantik jatuh ya pasti nya mereka menolong nya, jangan pula di bawah ke hati. jawab fitri
Tetapi Laura tidak mendengar kan omongan fitri.
seolah- olah masuk kuping kanan keluar kuping kiri.
Sudah lah ayo makan nanti makanan nya dingin.
Iya....
Selesai makan mereka pulang menaiki ojek online.
Fit kenapa kamu pesan ojek online?..
kaki ku kan sakit, tanya Laura.
Uang kita pas- pasan Laura, hanya bisa memesan Ojek.
Ya sudah lah..
Dengan raut wajah manyun.
Tiba- tiba terdengar suara seseorang memberi tumpangan..
__ADS_1