DIA ADALAH KAKAK KELASKU

DIA ADALAH KAKAK KELASKU
Drama Pagi Ini


__ADS_3

Di sebuah rumah yang cukup asri dan nyaman dimulailah cerita ini dengan segala detail drama tentang kehidupan setiap manusia yang ditakdirkan hidup dalam satu atap dengan bandrol keluarga. Empat manusia hidup bersama sama dalam satu rumah ini dengan diwarnai kekonyolan dan canda tawa , tapi ini adalah keluarga bahagia dengan segala kerumitan penduduknya yang memang sudah dewasa secara umur tanpa harus melihat tingkah lakunya masing masing ....wkwkwkwk. Semoga pembaca paham apa yang aku maksudkan dengan penjabaran ala kadarnya diatas.


" Astagfirullah......jam 06.10", aku terkejut saat melihat jam dinding di kamarku yang semua dihiasi panda kuning berwajah imut dengan kaos berwarna merahnya yang menurutku sangat serasi. Yah, si Winnie the Pooh, tanpa pemanasan lagi langsung aku ajak badanku untuk bergerak cepat menuju kamar mandi. Aku harus segera bersiap siap kalo aku tidak mau hari ini harus kembali menghormat bendera tanpa teman. Untung saja tadi malam aku sedang dilindungi malaikat baik sehingga semua keperluanku dari mulai baju, topi, dasi sampai buku sudah aku siapkan semuanya. Coba kalo setan iseng yang menemanimu malam tadi bakal kacau semuanya karena yang pasti aku akan sibuk bersantai santai tanpa harus memikirkan kebutuhan ku pagi ini ......hufffffs Alhamdulillah aman semua.


"Morning all kesayanganku......", begitu sapaku kepada semua anggota keluarga ku yang sudah siap semua di meja makan. " Wah udah pada ngumpul aja nih semua, sorry aku telat bangun", kataku sambil segera mengambil tempat duduk di sisi papaku. Pagi ini, seperti biasa dengan drama yang memang sudah standar terjadi di pagi hari saat kami akan berangkat sekolah.


" Wooooooi buruan kak, aq ada tugas yang belum beres nih", teriak Irfan, adikku yang lumayan menyebalkan.


"Tugas itu makanya dikerjakan jangan cuma kamu liat dek, apa kamu kira tugas itu mantan kamu? .....yang cuma bisa dipandang aja", kataku mencoba mengibarkan bendera perang di pagi yang sebenernya tenang dan nyaman.

__ADS_1


Dan akhirnya secuil roti tawar bernasib kurang beruntung karena mendarat di landasan lantai yang sebelumnya sempat mampir di pipiku. Ending yang sudah aku duga, komandan batalyon yang siap dengan hukuman sudah menjadikan telingaku dan Irfan sebagai korban kekuasaannya. Ya itulah Beby Larisa. Seorang perempuan dengan sebutan bayi padahal bukan he....he.....he......mungkin itu tragedi salah penamaan saja oleh oma dan opa ku tersayang.


Sayangnya komandan batalyon itu adalah orang yang amat sangat aku dan Irfan sayangi karena sekejam kejamnya dia, aku dan Irfan tetap minta uang jajan setiap hari padanya sambil mencium punggung tangannya disertai kata kata "Mom, aku berangkat dulu ya". Yes, kalian benar Beby Larisa adalah mommy kami. Papaku seperti biasa hanya tersenyum sambil sibuk mencari HP yang entah kemana dia letakkan. Aku sudah tidak kaget lagi karena drama HP papa yang suka main petak umpet itu sudah terjadi setiap hari.


" Paaaaaaah, ini lho HP nya ada di kamar mandi, lah papa habis nyuci HP tadi lupa nggak diangkat ya", teriak mommy ku dengan penjelasannya yang sangat tidak berfaedah itu. Papaku langsung tepok jidat karena setelah ini pasti ada pidato dari sang drama queen yang menemukan HP nya.


"Pah, Sandra berangkat dulu ya", pamit ku pada lelaki yang sudah memiliki cinta pertamaku ini sambil kuciumkedua pipinya dan berharap ada tambahan uang jajan pagi ini untukku. Dan benar juga, papa sudah mengambil dompet dari saku belakang celananya.


Bagaimana tidak hatiku yang tadinya bahagia membuncah saat melihat dompet papaku keluar dari garasinya kemudian terasa sekarang terhempas di tanah menyisakan kekecewaan yang tak bisa lagi aku ungkapkan. Ir. Robby Wira Prasetya, itulah nama lelaki terhebat dalam hidupku dan juga guardian angel-ku selama ini, papaku.

__ADS_1


Wuiiiiih Thor perasaan yang drama queen kan emak lu kenapa sekarang jadi elu jadi princess of drama juga ya. Gua pikir elu kayaknya punya bakat titisan dari emak lu deh.


Alleysandra Neyra Putri Prasetya adalah namaku dan Sandra adalah nama panggilanku. Aku punya seorang adik, namanya Allexandro Irfan Putra Prasetya dan dia biasa dipanggil Irfan. Mamaku adalah seorang ibu rumah tangga biasa dengan pangkat istri pejabat yang juga memiliki kegiatan yang tak kalah serunya dengan papaku. Padahal menurut aku yang pejabat kan papa aku kok kenapa mamaku juga memiliki kepadatan agenda yang tidak kalah dengan papaku. Keluargaku adalah keluarga yang berkecukupan walaupun kami juga tidak berlebihan. Setidaknya orangtuaku tidak perlu bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan anak anaknya. Papaku adalah pegawai negeri dengan jabatan yang sudah lumayan. Boleh dikatakan papaku seorang pejabat dengan kedudukan yang membuatku tenang untuk minta satu buah mobil Avanza saat lulus SMA nanti. Yah kalo ini sih sekedar khayalan ku yang aku harap menjadi kenyataan ...he...he.....he....ah sudahlah ngelanturnya. Masalah mobil gimana nanti aku merengek sambil mengiba atau kalo perlu aku nangis kejer pada papaku ...wkwkkwkwk.


Drama pagi dirumah usai sudah dan aku juga sudah melangkahkan kakiku untuk segera berangkat sekolah.


"Pagi Non, itu motornya udah saya panasi dan bensin udah aman Non, pokoknya siap tinggal pake aja" jelas Pak Tomo supir papaku yang punya wajah garang dengan kumis tebal tetapi hatinya sungguh bak malaikat tanpa sayap. " Terimakasih, Pak Tono memang the best lah", jawabku sambil memamerkan cengir kudaku. Aku melihat senyum kebahagiaan dari Pak Tono yang semoga saja itu tulus untukku bukan karena keterpaksaan karena aku adalah anak seorang pejabat negara. Itu kata di pembukaan tadi ya ....ingat ......aku berperan sebagai anak pejabat yaaaaa........


Sebenernya dalam hati pun aku merasa tanpa hadirnya Pak Tono apalah dayaku, aku membayangkan betapa susahnya hidupku kalo motorku ini harus juga aku urusin sebelum aku berangkat sekolah. Disaat kegalauan ku yang nggak pernah bisa bangun pagi, sudah bisa aku bayangkan betapa aku akan didemo besar besaran oleh anggota tubuhku. Can U Imagine ?......oh nooooooo........ Kan sudah jelas betapa nikmatnya hidup ku karena semua bisa begitu dengan mudahnya aku dapatkan.

__ADS_1


Aku segera berangkat ke sekolah dengan sepeda motorku karena jam sudah menunjukkan pukul 06. 45. Aku hanya punya waktu 15 menit untuk segera sampai di sekolah sementara hukuman membayang bayangiku beserta maha guru sangar yang terbayang siap menerkam siapapun yg sampai pagar sekolah setelah bel berbunyi.


__ADS_2