DIA ADALAH KAKAK KELASKU

DIA ADALAH KAKAK KELASKU
Mengapa seperti ini......


__ADS_3

Hari ini Sandra berniat pergi ke rumah sakit untuk kontrol tangannya. Sandra minta bantuan Lissa untuk menemaninya karena kebetulan hari ini mami lagi ada kepentingan dan itu ngedadak banget.


"Sandra ayo katanya mau ke rumah sakit", ajak Lissa


"Iya tunggu ......kamu tuh bukannya bantuin malah ngomel coba deh ibu tiri, lihat tangan aku cuma satu yang kepake", jawab Sandra


Mereka berdua berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor Sandra.


"Yuk, naik San, bisa nggak .....hati hati tuh tangan, masalahnya kepake tuh minggu depan, eh San, kira kira ada cadangannya nggak tanganmu", pertanyaan tidak bermoral kembali meluncur dari Lissa. Aku susah payah naik motor sampai Rendi juga ikut ngebantuin. Tiba tiba dari arah kiri motor seseorang berbicara," Minggir Lissa, biar aku yang bawa motornya", kak Dewa datang dan langsung menggantikan posisi Lissa di depan. Aku yang kesulitan bergerak jadi bingung.


"Diem disitu Sandra, kalo maksa turun aku cium kamu disini juga, aku nggak main main", Kak Dewa menahan badanku dengan tangannya sambil sedikit berbisik padaku.


Akhirnya kami semua jalan ke rumah sakit, Lissa berboncengan dengan Rendi.


"Kak Dewa apa apaan sih, jangan maksa pake ngancem dong Kak", aku sedikit marah pada kak Dewa.


'Kalo kakak nggak maksa dan ngancem, kamu nggak akan mau kakak anterin", elak kak Dewa. sambil meletakkan tangan kiriku melingkar di pinggangnya.


Sesampainya di rumah sakit, aku banyak diam. Aku bingung dengan semua yang terjadi, kok aku seperti seorang pencuri yang ketakutan saat mengambil barang milik orang lain, tapi disisi yang lain aku nyaman bersama Kak Dewa. Pulang dari rumah sakit, aku meminta kak Dewa membawaku ke kebun miliknya karena aku ingin bicara dengannya.


"Sandra, di kebun nggak ada orang gimana, nggak papa?", kak Dewa menanyakan padaku setelah sampai di kebun.


"Kak, kakak sayang kan sama Sandra?", tanyaku sambil menatap mata elang kak Dewa.


'Kok Sandra nanya begitu, Kakak sudah berapa kali bilang kakak bener bener sayang Sandra", kata kak Dewa sambil menangkup pipiku.


'Ya udah kalo gitu Sandra yakin kakak nggak akan berbuat tidak baik pada Sandra, karena kakak pasti jagain Sandra", Kataku yakin.


"Ya udah ayooo kalo gitu", ajak Dewa masuk ke villa.


Setelah menyiapkan minuman dan makanan kecil yang memang sudah tersedia di lemari, mereka berdua memilih mengobrol di balkon atas.


"Kak....... hubungan kita sekarang ini seperti apa sih?, gini kak, Sandra tidak pernah mau menjadikan sebuah hubungan menjadi salah dimata orang lain, apapun alasannya", kataku memulai pembicaraan.


"Maafkan aku Sandra, aku egois karena nggak mikirin perasaanmu, tapi aku sayang kamu, aku nggak bisa membohongi perasaanku sendiri", kak Dewa menjawab.

__ADS_1


"Sandra juga bingung kak, semua yang terjadi adalah tidak ada keterpaksaan antara kita tapi kenapa membuat Sandra seolah jadi pengecut karena Sandra tahu yang terjadi adalah salah tapi tetap Sandra lakukan", kataku


"Kakak tahu Sandra, bahkan kamu banyak terluka dan disakiti terus karena keegoisan kakak, jadi kakak mesti gimana Sandra?", kak Dewa bertanya padaku.


"Lepaskan Sandra Kak, jangan kakak dekati Sandra lagi, bantu Sandra dengan kakak menjauhi Sandra karena Sandra akan susah melupakan kakak kalo kakak selalu ada disekitar Sandra....," suara Sandra mulai bergetar.


"Tapi Sandra.....kakak nggak bisa ......kakak sayang Sandra,"Kak Dewa duduk bersimpuh didepan Sandra sambil meletakkan kepalanya di paha Sandra.


" Kak Dewa berdiri please......kakak, Sandra juga sayang sama kakak, tapi Sandra merasa merebut milik kak Bela dan itu menyakitkan buat Sandra", kataku pada kak Dewa


Kak Dewa berdiri dan membawaku untuk berdiri kemudian kak Dewa berkata," Kamu tidak merebut aku dari Bela karena aku milikmu Sandra".


Kak Dewa mendekatkan wajahnya ke kening ku dan tanpa kuduga kak Dewa menyentuh bibirku dan menciumnya dengan penuh kelembutan.


Ciuman pertamaku sudah kak Dewa ambil. Aku terkejut dengan apa yang terjadi, aku diam tak membalas ciuman kak Dewa. Kak Dewa semakin dalam mencium bibirku dan mengelus punggungku dengan lembut. Kali ini kak Dewa sudah ******* bibirku dan akhirnya aku pun terbawa suasana membalas semua yang dilakukan kak Dewa, tanganku sudah aku kalungkan di leher kak Dewa. Agak lama kami berciuman dan kemudian kak Dewa menghentikan semuanya.


"Sandra maaf......aku menciummu tanpa ijin, tapi inilah ciuman pertamaku dengan seorang perempuan karena aku menyerahkan diriku untukmu bukan kamu yang merebutnya dari siapapun", kata kak Dewa sambil menetralkan napasnya.


"Sudah kak, jangan bilang apa apa, kita berdua yang menginginkan semua ini", kataku sambil memeluk kak Dewa.


"Kak......Kita selesaikan dulu masalahnya satu persatu, jangan malah kita menambah permasalahan. Sandra ingin Kakak jauhi Sandra karena Sandra ingin Kakak buktikan semua ini tidak seperti yang kak Bela tuduhkan", aku mencoba memberikan penjelasan pada kak Dewa.


'Iya Sandra, aku mengerti....semoga kamu mau memberikan waktu untukku dan menungguku membereskan semua ini, akan aku cari bukti bahwa semua ini fitnah dari Bela......Tapi San......apakah harus kita menjauh ?", tanya kak Dewa.


"Harus kak, Sandra nggak mau orang lain memandang hubungan kita sebagai suatu pengkhianatan", kataku mencoba meyakinkan kak Dewa.


'Sandra, tentang ciuman tadi, demi Allah kakak tidak sedang melecehkanmu, kalo harus karena ini, kakak diminta menikahimu akan kakak lakukan sekarang. Kamu boleh katakan pada semua orang kalo kakak sudah menodaimu jadi kakak akan lebih bahagia", kak Dewa berkata semakin nggak jelas.


Aku langsung memukul kepala kak Dewa," Astagfirullah lah apa bedanya Sandra sama kak Bela kalo gitu, kak ih udah nggak usah tambah ngawur, yuk ah pulang takut banyak setan disini", kataku mencairkan suasana.


"Iya San, deket kamu bikin kakak lama lama khilaf juga.....eh biarin lah San, khilaf juga kalo sama kamu jadinya berkah bukan musibah", kak Dewa menimpali ucapanku.


"Kakaaaaaaak.......udah deh, kak, terimakasih ya atas rasa sayang dan perhatian kakak selama ini pada Sandra.....mudah mudahan ada jalan nantinya buat kita ya Kak?......tapi kalo seandainya jalan kita nggak ketemu, Sandra nggak pernah menyesal sudah mengenal kakak dan mencintai kakak", kataku yang kemudian malah membuat kak Dewa kembali memeluk dan menciumi kepalaku seakan tidak mau melepaskan aku.


DI RUMAH DEWA

__ADS_1


Mama Dina membuka pintu kamar Dewa karena sudah dua mingguan ini Dewa terlihat sangat murung dan tertutup tidak seperti biasanya.


"Dewa....kamu kenapa nak?....Kamu sakit kah atau ada sesuatu Wa", tanya mama Dina.


Tiba tiba Dewa memeluk mama Dina dan menangis. Mama Dina membiarkan Dewa mencurahkan perasaannya lewat tangisannya dan kemudian setelah itu Dewa duduk dan mulai bicara.


"Mama, kalo mungkin semua yang terjadi ini karena Dewa pernah punya dosa sama mama, Dewa minta maaf ya....Dewa nggak kuat nahan rasa ini Ma", Dewa mengadu pada Mama.


"Sandra ya Wa.........dia cintamu ya, apa dia menyakitimu Wa?", tanya mama.


"Enggak Ma, justru Dewa yang menyakitinya, karena Dewa egois dengan perasaan Dewa, Sandra sering disakiti Bela.......", bela Dewa


Dewa menceritakan semua pada mama Dina tentang perasaannya dan apa yang telah terjadi selama Dewa mendekati Sandra.


Seminggu kemudian


Hari ini saatnya Sandra tampil untuk acara ulang tahun Bandung dengan marching band nya. Tangan Sandra sudah mulai pulih walaupun belum maksimal. Setelah tampil Sandra sengaja beristirahat sebentar karena memang capek sekali.


"Hai cantik, apa kabar ?", sapa seseorang pada Sandra.


"Eh Tante, apa kabar, kok Tante ada disini?", tanya Sandra pada Tante Dina, mama Dewa.


"Iya Tante juga ngga mengira ketemu Sandra disini. Hebat Sandra, ternyata gitapati yang dapat tepukan meriah tadi adalah kamu ya nak?", puji Tante Dina.


"Terimakasih Tante, jadi bikin Sandra GR nih, itu applaus untuk semua tim kok Tante", Sandra berusaha merendah.


"Dewa nggak salah ya pilih titip hati ke siapa?", tanya Tante Dina membuat Sandra terkejut.


"Tante maaf, antara kak Dewa dan Sandra tidak ada apa apa, ada hati yang harus Sandra jaga karena lebih berhak daripada Sandra, maafkan Sandra pernah punya rasa dengan kak Dewa, Tante........Sandra sudah berjanji untuk menjauhi kak Dewa", kali ini air mata Sandra hampir lolos.


"Dewa sudah cerita semua Sandra, kamu melakukan semua yang terbaik untuk Dewa, tanpa kamu pikirkan dirimu sendiri, seandainya saja Tante bisa memilih mungkin Tante berharap kamulah yang akan mendampingi Dewa", kalimat yang membuat Sandra berurai air mata keluar dari Tante Dina.


"Jangan Tante, Sandra nggak mau menyakiti siapapun biarkan seperti ini kalo memang sudah jalannya kak Dewa dan Sandra ", Sandra menjawab.


Mama Dina sangat sedih mendengar semua kalimat Sandra. Dewa putranya memang telah melakukan kesalahan-kesalahan tetapi saat ini justru mama Dina meragukan semua pengakuan Bela saat itu karena lama lama mama Dina melihat sikap dan perilaku Bela yang agak aneh .

__ADS_1


__ADS_2