DIA ADALAH KAKAK KELASKU

DIA ADALAH KAKAK KELASKU
Akhir Bahagia


__ADS_3

Pagi ini di sekolah, Sandra sudah mulai terlihat keceriaannya. Kakinya sudah mulai bisa diajak berdamai walaupun belum sembuh sempurna.


"San, nanti pulang sekolah ikutan yuk ke tempat Kak Adam. Dia ulang tahun dan mau mentraktir kita buat makan tapi mau bakar Bakaran sendiri di kebunnya", kata Lissa.


"Ya deh gimana nanti, ini kaki aku masih susah jalan", kata Sandra dengan nada agak sedih. Sandra ingin ikut tapi dia sadar kalo dia justru akan menyusahkan temen temen nya.


Siang ini pelajaran sudah berakhir dan Sandra berjalan pelan menuju gerbang. "Sandra......tunggu", suara kak Dewa memberhentikan langkah Sandra.


"Yuk ikut kakak San, Adam mengajak ke kebunnya sekarang, tadi kakak usah minta ijin ke mami kamu dan Tante mengijinkan asal kamu aku jaga", Kak Dewa berbicara padaku.


"Kakak nggak liat kaki Sandra masih susah buat jalan nanti kakak malah repot, usah kakak aja ke sana, Sandra pulang aja ya", tolak Sandra halus


Tangan Sandra langsung ditahan Dewa. Dewa turun dari motornya, kemudian mengeluarkan jaket dan memakaikan di tubuh Sandra, tidak lupa Dewa memasangkan helm. Sandra langsung naik ke motor Dewa karena Sandra tahu Dewa nggak akan terima penolakannya.


"Kak, kenapa kok nggak jalan ?", tanyaku karena merasa kak Dewa malah diam saja dari tadi, padahal aku udah naik ke atas motornya.


Aku menyadari kak Dewa nggak akan jalan sebelum aku berpegangan padanya. Dan benar saja saat aku lingkarkan tanganku di pinggangnya kemudian motorpun dijalankan.


Kak Dewa berbelok ke arah villa nya.


"Loh kak, katanya mau ke tempat kak Adam?", tanyaku pada kak Dewa yang kemudian dibalas dengan menyodorkan hapenya kepadaku,"Bukalah chat Adam, dia bilang mau belanja dulu untuk disini jadi mereka sampai kira kira jam 3 nanti artinya masih satu setengah jam lagi".


Kak Dewa menyiapkan susu coklat hangat untukku dan beberapa camilan dari dapur. Aku sungguh nggak enak karena aku malah nggak bisa bantu karena kakiku berasa nyut-nyutan, mungkin lama di jalan tadi.


"Kakimu masih sakit Sandra?", tanya kak Dewa sambil mengangkat kakiku ke atas sofa dan melepaskan sepatuku.


"Kak jangan, biar Sandra aja", kataku menolak tapi kak Dewa tidak mendengarkanku malah memijat perlahan kakiku hingga rasanya nyaman.


Kami mengobrol tentang semuanya hingga kak Dewa menjelaskan akhir hubungan antara Kak Dewa dan Kak Bela.

__ADS_1


"Sandra......kakak mau memintamu untuk kali ini, maukah Sandra membuka hati Sandra untuk kakak dan biarkan kakak menebus kesalahan kakak kemarin kepada Sandra, kakak sayang sama Sandra", Dewa mengungkapkan perasaannya pada Sandra.


Sandra tidak menjawab dan hanya anggukan kecil disertai senyuman yang dia berikan tulus pada Dewa.


Dewa mendekati Sandra, dua tangannya menangkup pipi Sandra dan memajukan wajahnya hingga tidak ada jarak dengan wajah Sandra. Seketika itu Sandra merasakan kehangatan di bibirnya. Dewa mencium bibir Sandra dengan lembut dan rasa kasih sayang sambil meletakkan satu tangannya di tengkuk Sandra sedang tangan yang lainnya mengusap lembut punggung Sandra.


Sandra dan Dewa saling mengungkapkan rasa yang selama ini dipendam. Mereka sangat menikmati ciuman itu sampai akhirnya Sandra mendorong Dewa berlahan untuk menghentikan kegiatan mereka.


"Udah ya kak, takut nanti keterusan", Sandra mengingatkan Dewa.


"Maaf ya San", Dewa menjawab sambil merubah posisi duduknya dan kemudian membawa kepala Sandra untuk direbahkan ke bahunya. Satu tangan Dewa memeluk Sandra.


Sandra malah berusaha memejamkan matanya yang kemudian malah membuatnya tertidur di pelukan Dewa. Ketika sudah tidak ada lagi jawaban dari mulut Sandra, Dewa melihat kekasihnya ini tertidur. "Ya ampun nih bocah diajak sayang sayangan malah ditinggal tidur", Dewa menggerutu sambil menoel pipi Sandra gemas. Dewa yang tadinya tidak berniat tidur pun akhirnya ikut tertidur.


Sandra yang kaget karena merasa ada tangan yang melingkar di perutnya akhirnya terbangun. Dipandangnya wajah Dewa dari dekat hingga Dewapun ikut terbangun.


"Udah San, pandangin wajah aku yang ganteng?", tanya Dewa membuat Sandra kaget.


"Kamu boleh pandangin aku sepuasmu San, aku milikmu sayang", Dewa memeluk Sandra dari belakang karena Sandra mau beranjak pergi.


"Wooooooi Wa, jangan dipaksa, itu anak orang, dasar kamu nanti ketahuan papa mamanya dikawinin deh kalian", kata Adam yang tiba tiba sudah masuk ke villa Dewa.


"Kak Adam", kata Sandra


"Biarin Dam biar cepet dihalalin daripada akunya khilaf ", kata Dewa sekenanya tanpa melepaskan pelukannya dari Sandra.


Sandra yang sudah sangat malu cuma bisa diam sambil mencubit perut Dewa agar melepaskan pelukannya.


"Awwwww Sandra, sakit ih", teriak Dewa.

__ADS_1


"Dasar kamu Wa, edan sukurin biru tuh perut sekalian nanti kalo visum kelihatan KDRT dari calon istri, kagak jadi dikawinin deh kamu", goda Adam, " Ayo cepet turun tuh anak anak udah pada nyampe semua".


Acara hari ini membawa kegembiraan untuk semuanya, terutama Sandra dan Dewa yang bisa mengakhiri kisah mereka dengan hal yang tidak terkira.


"Sandra, kamu nggak niat bales si Bela tuh, dia kan udah menyakiti kamu luar biasa, tangan, kaki, wajah ....aduuuuh semua habis dia sakiti, harusnya kamu kasih pelajaran tuh anak", kata Lissa nyerocos nggak ada abisnya.


"Terus kapan beresnya Lis,, kalo aku nyakitin Bela berarti aku sama kayak dia jahat juga dong", sahut Sandra.


"Iya nih Lissa sayang.....jangan manas manasin Sandra, dia udah bisa maafin Bela ya udah deh", kata Rendi sedikit mengomeli kekasihnya.


"Iya tapi kan kamu nggak liat gimana sakitnya aku liat Sandra digituin, aku sahabatnya lho Ren, aduh aku ngeliat Sandra begitu kayak yang aku ngerasain juga", kata Lissa kembali bicara.


."Apalagi aku Lissa, semua sakit yang Sandra rasakan itu sebagian besar adalah kesalahanku, aku nggak bisa jagain dia dengan baik.....maafin aku ya Sandra", kata kak Dewa yang tiba tiba saja ikut bergabung dalam obrolan itu. Dewa memegang tangan Sandra kemudian mengecupnya.


"Eh apaan sih malah pada melow gitu......liat nih, aku juga nggak papa kok, Bela melakukan semuanya juga ada alasannya, aku ngerti kok dan apapun itu seenggaknya yang dilakukan Bela kemarin kan juga membuat aku jadi lebih dewasa buat ngehadapin masalah ya kan kak Dewa?", kata Sandra bijak.


"Dewasa sih tapi kenapa ya kemarin abis manggung ada yang langsung nangis bikin se RT panik", kak Adam menyahut untuk menggoda Sandra.


"Ih kakak malu maluin aja, aku udah sok sok an cool malah dijatohin aaah nggak jadi sok wise deh aku", Sandra menghela napas panjang sambil pura pura kesal.


Tiba tiba Dewa langsung memeluk Sandra dan semua langsung bersuit suit ria sambil tepuk tangan.


Sandra yang malu malah meronta ingin melepaskan pelukan dewa tapi Dewa malah mengeratkan pelukannya sehingga Sandra nggak bisa lagi bergerak.


"Udah ah yuk kita nggak mau ganggu, kalian terusin aja tapi jangan khilaf ya Wa........kita mau karaoke di atas ah", kata Adam mengajak Rendi dan Lissa


"Kakak, ih lepasin dong, Sandra kan malu jadinya", Sandra pura pura kesal.


"Biar begini dulu ya sayang, seenggaknya hanya ini yang bisa kakak lakukan untuk mengobati semua luka yang pernah Sandra rasakan" Dewa memohon pada Sandra.

__ADS_1


"Ya sayangku kak Dewa, semua rasa sakit Sandra sudah digantikan sama kakak dengan seluruh kebahagiaan yang kakak kasih buat Sandra", kata Sandra sambil membalas pelukan Dewa lebih erat.


TAMAT


__ADS_2