
Hari ini seharusnya Sandra merdeka dari siksaan bangun pagi karena hari sabtu. Cuma sayangnya kemerdekaan itu bukanlah hak semua orang, termasuk Sandra.
"Sandraaaaaaaa........banguuuuun, aduh kamu itu cewek bukan sih, bangun dong ayoooo, itu rezekimu bisa dipatok ayam lho", mulai mami konser dan diawali dengan amnesia karena lupa aku ini cewek atau cowok. Setelah itu ayam yang nggak salah pun dia fitnah matok rezeki aku. Mamiiiiii mamiiiii kayaknya lupa nggak skincare an pagi ini jadi mode kurang.
"Mami, kita mo kemana sih, pagi pagi udah ngajak ke acara kawinan?", kataku sekenanya.
"Hush ngawur kamu, siapa yang mau ke kawinan sih San, kita tuh mau transmigrasi bedol desa ke planet Pluto, eh iya apa kamu pindah sekolah sekalian ya ke Pluto biar bisanya ngomong guk guk guk, nggak cerewet banget", jawab mami dengan sangat tidak ilmiahnya. Kenapa planet Pluto jadi punya sekolah buat jadi guguk alias doggy.
"Yey si mami kan aku nanya, lagian ini bawain segambreng coba buat apa kalo nggak dipake hajatan", tanyaku ngasal.
"San, dengerin mami, kita tuh mo kerumah anak buah papa kamu, beberapa bulan yang lalu Pak Andi kena musibah, dia terjebak sama seseorang sehingga karir di kantor nya hampir tamat sampai sudah dibawa ke kantor polisi. Sampai beberapa bulan nggak ada yang mau membantunya mencari bukti bahwa dia dijebak, semua orang hanya mencoba mencari selamat masing masing saja, nggak perduli sama penderitaan Pak Andi", cerita mami Sandra.
"Waduh Mi dramatis banget ya, gitu deh orang sekarang, rasa empati nya udah pada nyaris ilang", kataku sok bijak
"San, kamu nggak salah minum obat ya....kok nggak biasanya ucapanmu berfaedah banget, mami jadi ngerasa bersyukur banget nggak rugi ngasih makan kamu tiga kali sehari kalo gini 😂😂", nah ibu suri mulai perhitungan buat ngurus aku. Ini sebenarnya aku anak siapa ya, makanku aja diperhitungkan. Aduh Ya Allah, sadarkan mami ku yang bergelar ibu suri ini.
Kami sampai di rumah yang tidak terlalu besar tapi cukup asri
"Mbak Beby....... akhirnya sampai juga kerumah ku, mari mbak ayo masuk", kata seorang wanita yg ternyata adalah istri Pak Andi, namanya Tante Linda.
"Eh ternyata sama si cantik, pasti ini Sandra ya yang mbak sering ceritakan" lanjut Tante Linda. Mudah mudahan ibu suri pas cerita lagi bener nih inget aku anaknya, lah kalo enggak pasti abis dia menyesali ngasih makan aku tiga kalo sehari.
"Iya Tante, perkenalkan saya Sandra anaknya mami yang paling cantiiiiiik soalnya cuma satu ceweknya", kataku sambil mencium tangan Tante Linda.
"Sandra kayaknya seumuran anak Tante deh, coba bentar Tante panggil anak Tante ya?", Tante Linda segera memanggil anaknya.
Beberapa saat kemudian Tante Linda bersama seorang anak perempuan turun ke bawah dan betapa terkejutnya aku karena anak Tante Linda ternyata adalah ........Kak Ana. Ya kak Ana temen se geng Kak Bela dan kak Sinta yang suka ngerjain aku.
"Kak Ana.....", tanyaku kaget
"Lho.....Ka.....kamu Sandra", jawab kak Ana tak kalah kagetnya dengan aku.
__ADS_1
Menyadari aku dan Kak Ana saling mengenal kemudian Tante Linda dan mami menyuruh kami mengobrol saja di teras belakang rumah. Mungkin saja emak emak itu pengen puas meng-ghibah tanpa kami ganggu.
"Sandra, ternyata kamu adalah anaknya Om Prasetya ya ......",tanya kak Ana
"Kebetulan iya kak, kan nama belakang aku ada Prasetya nya... 😂😂😂 dan ternyata orang tua kita saling mengenal ya Kak?....memang dunia ini sempit banget, kesana kesini akhirnya ketemunya kenal kenal juga", kataku sambil membuka pembicaraan
Kak Ana kemudian menunduk dan aku lihat seperti genangan air yang hampir jatuh di matanya.
"Kak Ana kenapa ?.....kok nangis, Sandra bikin salah apa kak?", kataku khawatir soalnya ini anak kan sohibnya nenek sihir jadi aku harus tetap hati-hati.
Kak Ana memelukku dan ini yang bikin aku kaget, soalnya selama ini kak Ana and the geng kan nggak pernah suka sama aku.
"Sandra, maafkan kakak ya?....Selama ini kakak, Sinta dan terutama Bela selalu menyakitimu. Aku menyesal Sandra, ternyata orang yang aku sakiti selama ini adalah putri dari Om Prasetya yang sudah mengerahkan segalanya membantu papaku ketika semua orang tidak perduli........Sandra,.... tanpa papa dan mamamu entah apa yang akan terjadi dengan keluargaku", kak Ana bercerita sambil terisak.
"Kak sudahlah jangan bicara seperti itu. Sandra sudah memaafkan semuanya, Sandra nggak papa toh yang lalu itu memang mungkin Sandra juga salah. Kalo masalah papa dan om Andi, Allah udah atur segalanya seperti itu kok", jawabku.
"Iya San, tapi aku merasa malu banget sama kamu saat ini, coba liat betapa baiknya mama dan papa kamu kepada keluargaku tapi apa yang kakak lakukan padamu, parahnya kakak dan sahabat sahabat kakak malah selalu melukaimu.....semua itu sebenarnya sangat tidak pantas kakak lakukan Sandra", kak Ana terus meminta maaf padaku.
Sandra nggak papa bener kak, semua udah Sandra lupain, kan nggak enak punya musuh. Sandra yakin kakak punya alasan kuat memilih dekat dengan kak Sinta dan kak Bela", jawabku agak bijak walaupun hatiku kesel juga.
Hidup memang rumit untuk semua orang, tetapi sepertinya kita tetap harus mengambil sikap bagaimana menghadapi kesulitan-kesulitan itu. Bahkan saat ini aku pun mencoba menghadapi kesedihan hatiku dengan terus berpikir positif....apakah itu berhasil untukku. Sejauh ini rasanya belum karena aku masih merasakan sakit saat kulihat kak Dewa.
"Sandraaaaaaa........ayo cepetan, udah ditunggu anak anak", ajak Lissa karena hari ini rencananya adalah acara penutupan panitia kurban di Cikole.
Sampai di lapangan bener aja, semua kendaraan udah penuh. Lissa sudah sama Rendi pastinya.
"Ayo San, naik cepet, kamu sama aku aja", kak Adam mengajakku berboncengan.
"Pakai ini, cepetan.....terus pegangan jangan lupa.....Dam, tolong kali ini bantu aku jagain Sandra", kak Dewa tiba tiba memakaikanku jaket dan meletakkan tanganku di pinggang kak Adam.
Aku lihat kak Dewa buru buru ke arah motor PCX miliknya dan ternyata kak Bela berjalan mendekati motor kak Dewa dan mereka berboncengan. Ya Allah, kok sakit ya rasanya aku lihat pemandangan ini, lagian kenapa kak Dewa harus memberikan jaket kepadaku dengan kata kata seperti itu. "Kakak jadi bikin Sandra susah ngelupain kakak", gumamku dalam hati.
__ADS_1
Kak Adam memilih agak menjauh dari kak Dewa, kelihatan sekali kak Adam memahami perasaanku. Kak Adam justru mendekati motor Rendi dan Lissa.
Sampailah kami di tempat acara dan semuanya berjalan lancar sesuai rundown. Malam ini kita ada acara sambil mengitari api unggun, dinginnya luarbiasa kalo malam disini. Lissa sudah aman dengan Rendi. Ah nasibku jadi jomblo berasa ngenes banget ya, udah gitu kedinginan lagi.
Aku berjalan ke belakang hendak masuk ke dalam tenda tiba tiba dari belakang ada yang memelukku sambil membungkam mulut ku", Jangan teriak Sandra, aku Dewa .... tolong biarkan begini dulu ya, sebentar aja". Aku ingin menolak tapi tubuhku justru mengkhianatiku. "Kak, jangan gini, Sandra semakin susah melepaskan kakak, kalo kakak seperti ini terus, lepasin Sandra kak, jangan terus kakak beri harapan kepada Sandra untuk sesuatu yang nggak mungkin", aku berusaha menahan air mataku dan melepaskan pelukan kak Dewa.
Awalnya kak Dewa menahan kencang pelukannya tapi lama kelamaan akhirnya kak Dewa melepaskan ku ,"maaf Sandra, aku kangen kamu".
Keesokan harinya kami semua bersiap akan pulang dan aku memilih pulang dengan Brian temanku pagi pagi sekali. Aku sudah ijin pada Lissa. Memang beberapa orang pulang pagi karena acara sebenernya udah selesai dari semalam.
"Astagfirullahaladziim mampus aku bisa dihajar si Dewa nih, ngapain anak itu pulang nggak ngomong sama aku", kak Adam menepuk jidatnya mendengar laporan Lissa.
"Lissa, kamu jangan bilang sama Dewa ya, nanti kalap tuh anak, tunggu saat kita mau pulang nanti aja", kata Adam mengajak Lissa berbohong.
'Iya tapi kalo kak Dewa marah, kakak yang tanggungjawab ya", Lissa mencoba nego.
Benar saja yang kami khawatirkan terjadi, saat kak Dewa menyadari Sandra nggak ada akhirnya Adam pun mengatakan semuanya. Hampir Adam kena bogem mentah dari dewa kalo saja Rendi tidak menahannya.
"Kenapa kamu nggak bilang dari tadi sama aku sih Dam, Ya Allah Sandra, gimana kalo ada apa apa di jalan sama dia Dam, kamu ngerti nggak sih?", Adam mulai diberikan siraman rohani oleh Dewa.
Dewa
Sandra kamu udah sampai rumah
Sandra
Alhamdulillah udah kak, terimakasih 🙏
Dewa
Kok kamu pulang nggak bilang kak Adam, kakak jadi khawatir.
__ADS_1
Sandra hanya me-read tapi tidak membalas WA terakhir dari Dewa.
Bela dan Dewa pulang berboncengan kembali, seperti saat berangkat Dewa sudah mengultimatum Bela kalo ingin berboncengan dengannya, Bela nggak boleh memeluknya, Dewa hanya mengijinkan Bela untuk berpegangan pada baju di punggungnya.