
Hari ini aku pulang sekolah tidak sengaja bertemu dengan Reno dan di sepanjang jalan kami bercerita kesana kemari.
"Jadi Kak Bela itu pernah satu sekolah sama kamu ya Ren?", tanyaku pada Reno
""Iya, dia kakak kelasku yang dulunya baik banget kok, anaknya cantik meskipun memang perilakunya sekarang agak kurang baik", terang Reno. "Dia begitu karena dia kurang perhatian mungkin San, papanya pernah ada masalah sama perempuan lain sampai sifat Bela jadi makin nggak bener", tambah Reno.
"Kasihan juga ya, kok kamu kayak tahu banget tentang kak Bela Ren.....jangan jangan......", kataku
"Apa sih?....Gini, sejak peristiwa dengan Dewa, aku merasa bersalah banget karena temen satu geng aku si Toni brengsek banget. Dia yang waktu itu berusaha melecehkan Bela" terang Reno.
"Ya ampun kasihan kak Bela", jawabku
"Toni akhirnya kami keluarkan dari geng dan juga dia memilih keluar juga dari sekolah setelah menyadari kalo Bela itu satu sekolah dengan kita", Reno meneruskan ceritanya.
"Oh berarti tadinya kalian nggak tahu kalo kak Bela satu sekolah sama kalian?", tanyaku
"Iya San, aku nggak tahu dan disitu aku nyesel bangeeeet sampai aku berusaha deketin Bela karena aku merasa bertanggung jawab atas kejadian itu", kata Reno.
"Terus apa kak Bela maafin kamu ?, tanyaku lagi.
"Akhirnya iya sih San, sampai kemarin juga dia sempet minta aku kembali deketin kamu supaya Dewa melupakan kamu. Katanya itu sebagai imbalan atas permintaan maaf ku juga", kata Reno jujur. "Tapi tenang San, aku tahu gimana kamu ke aku dan aku nggak mau hubungan kita sampai nggak enak gara gara hal ini".
Kali ini kami lebih banyak bercerita mengenai perselisihan kak Dewa dan Reno yang ternyata sebenarnya hanya sebuah kesalahpahaman aja.
"Sandra emang kamu nggak laku ya di sekolahmu, sampai sekarang kok nggak ada yang ngegandeng kamu?, tanya Reno dengan nggak jelasnya.
"Dasar kamu, emang aku nggak bisa liat kudu digandeng ha...ha...ha, coba kamu ngaca deh Ren, kalo aku liat kamu tuh tinggi dapet, putih dapet, ganteng dapet tapi kok nggak dapet dapet pacar sih, emang kamu kelihatan nggak normal kali ya", timpalku lebih nggak jelas lagi.
Reno langsung menjitak kepalaku dan kami tertawa bersama. Dari kejauhan tampak seseorang melihat pemandangan itu dengan hati yang sedih.
"Apakah Sandra bahagia dengan Reno ya, tapi kenapa kok rasanya sakit hatiku liat Sandra tampak bahagia dengan orang lain?", Reno berbicara dengan Adam
__ADS_1
"Ya aku nggak tahu Wa, yang aku tahu Reno pernah suka sama Sandra, tapi ya aku nggak tahu apa Sandra membuka hatinya untuk Reno atau tidak", jawab Adam jujur.
"Wa, aku bingung si Bela kenapa tega ya melakukan semua pada kamu".
"Aku juga nggak ngerti Dam, jadi kayak gini, berasa hancur aja hatiku", kata Dewa mengeluarkan unek-unek nya.
Hari ini Dewa sengaja menemui Bela di cafe dengan Adam di cafe deket sekolah. Dewa ingin mengajak Bela bicara baik baik tentang hubungan mereka. Ketika Bela datang sengaja Adam menyingkir untuk membiarkan mereka berdua bicara.
"Bela, aku mau tanya, apa kebohongan ini mau kamu teruskan?.... bukankah nantinya malah akan menyakiti hati kita berdua Bel ?", Dewa menanyakan pada Bela dengan berlahan.
"Aku bahagia Wa, aku nggak ngerasa tersakiti dan aku yakin kok suatu saat kamu juga akan merasa bahagia dengan aku. Kamu hanya nggak mau buka hatimu dan kasih kesempatan buat aku", jawab Bela
"Bela, aku nggak punya perasaan apapun kepadamu, aku menganggapmu tidak lebih dari teman, aku nggak bisa Bela", Dewa mencoba menjelaskan lagi.
"Kenapa nggak bisa Dewa? .....karena Sandra ya.....jangan harap Sandra bisa memilikimu selama aku masih ada ...enggak bisa Dewa. Kamu mau macem macem dengan hubungan kita Sandra jadi taruhannya", ancam Bela.
"Kamu gila Bela, aku salah apa sama kamu sampai kamu tega melakukan ini semua padaku ?", tanya Dewa.
"Ya Allah Bela, sebegitunya kamu mau siksa aku, Jangan kamu berani sakiti Sandra atau .......", Dewa sudah agak emosi dengan pernyataan Bela.
"Atau apa Dewa.....semua tergantung bagaimana sikapmu padaku. Satu lagi Wa, jangan kamu menghindari aku atau aku bisa buat Sandra akan menyesal sudah mengenal kamu", kembali Bela mengancam Sandra.
Dewa mencoba menahan emosi menghadapi Bela, karena Dewa masih berharap Bela sadar bahwa yang dilakukannya salah. Dewa tahu kalo dia terpancing emosi maka justru Sandra yang semakin terancam. Dewa menyadari Bela sudah semakin tidak terkontrol karena diperbudak keinginannya untuk memiliki Dewa.
"Bela, maafkan aku jika aku pernah salah sama kamu, kamu mesti tahu aku selalu sayang sama kamu karena kamu temanku, orang yang sudah menolongku sampai kamu pun hampir celaka. Aku udah berusaha untuk bisa mencintaimu tapi maaf Bela, aku nggak bisa memaksakan hatiku pada kamu", Dewa berusaha menjelaskan semua dengan tenang.
Tanpa diduga oleh Dewa, Bela mendekat dan tiba tiba memeluk Dewa. Seketika itu juga ada seseorang datang mendekat. Sandra datang dan berada tepat di belakang Dewa.
Bela memeluk Dewa sambil mengatakan "Maaf Dewa".
Dewa yang mengira Bela mulai menyadari kesalahannya malah menepuk punggung Bela seperti membalas pelukannya.
__ADS_1
Hati Sandra bagaikan tersambar petir melihat kejadian di depan matanya. Rasa sakit menvabik cabik hingga ke dasar hati Sandra, hingga Sandra hanya bisa terdiam.
"Hai Sandra .......kamu udah dateng ya?", Bela menyapa Sandra dengan santainya. Dewa yang merasa tidak siap dengan kondisi ini segera melepaskan pelukannya pada Bela.
"Iya kenapa kakak nyuruh aku kesini ?", tanya Sandra berusaha menenangkan dirinya.
"Itu tadi Reno bilang ke aku mau ketemu kamu, jadi aku pikir sekalian aja kalian ketemuan disini soalnya Reno juga menuju ke arah sini", Bela menjelaskan semua tanpa ada rasa bersalah.
"Sandra, kamu .......dengerin kakak ya, tadi yang kamu lihat itu.......", Dewa mau menjelaskan tapi Sandra memotong kalimatnya.
"Silahkan kak diteruskan, Sandra nunggu Reno diluar aja", kata Sandra sambil keluar.
Dewa langsung berlari menghampiri Sandra tapi sebelum itu Bela sempat mencegahnya sehingga adu mulut sempat terjadi antara Dewa dan Bela.
Dewa menghempaskan tangan Bela dan berlari menghampiri Sandra. Diluar Sandra melihat Reno baru datang langsung lari naik motor Reno dan meminta Reno segera pergi dari sini.
"Loh Sandra ada apa?", tanya Reno bingung.
"Ayo jalan Ren.... nanti aku jelaskan", pinta Sandra sambil sedikit berteriak.
Sadar ada sesuatu yang sudah terjadi, Reno tidak lagi banyak bertanya tapi langsung menjalankan motornya ke arah jalan besar. Ditengah jalan Reno merasakan isakan tangis Sandra, tapi Reno membiarkan dulu Sandra mengeluarkan kesedihan hatinya sambil Reno mencari tempat yang nyaman untuk mengajak bicara Sandra.
"Ada apa Sandra ?.....bicaralah kalo kamu mau mengutarakannya tapi kalo enggak nggak papa, tapi udah ya sedihnya, aku nggak suka liat kamu nangis", kata Reno
Reno masih melihat Sandra terdiam kemudian malah Reno kembali bertanya," San, kenapa tadi kamu nyuruh aku ke cafe itu?".
"Akuuu..... nyuruh kamu ke cafe ?, loh bukannya tadi kamu yang nyuruh Bela bilang ke aku untuk menemuimu di cafe?", tanyaku kaget.
"Kok aku ngerasa ada yang nggak beres ya Sandra?.....Terus tadi kamu nangis Bombay sampai teriak nyuruh aku cepet jalan kenapa?", tanya Reno sambil menggodaku.
Akhirnya aku menceritakan semua yang terjadi di dalam cafe tadi pada Reno.
__ADS_1