
Sudah 4 hari ini Sandra pulang sekolah dengan Reno. Sandra memang meminta Reno untuk bersamanya karena dia ingin Dewa berpaling darinya. Dewa memang tidak suka pada Reno, dan itu memudahkan Sandra untuk membuat Dewa membenci dirinya karena dekat dengan Reno.
"Sandra, apa nggak papa kita begini terus....aku tahu di hatimu hanya ada nama Dewa, apakah tidak menyakitkan buat kamu?", tanya Reno.
"Kalo kamu keberatan membantuku nggak papa Ren, besok jangan kamu jemput aku lagi', Sandra menjawab.
"Sandra enggak gitulah, jangan marah, aku hanya nggak mau kamu menyakiti dirimu sendiri.....", kata Reno kemudian.
Lissa sebagai sahabat Sandra pun tidak mengerti dengan perubahan sikap Sandra. Tidak biasanya Sandra mau dijemput oleh Reno. Apakah mungkin Sandra mencoba membuka hati dengan Reno......itu yang Lissa nggak tahu.
Makin hari hubungan Reno dan Sandra terlihat makin dekat dan hal ini juga tidak luput dari perhatian Dewa.
Dewa tahu ada kemungkinan dia akan kehilangan Sandra karena kejadian kemarin tapi Dewa merasa masih sangat sakit ketika melihat orang yang dicintainya bersama orang lain.
Sudah lebih dari tiga minggu ini, Sandra mencoba menghindari Dewa. Hari ini Sandra melihat untuk kesekian kalinya Dewa berdiri di bawah tiang bendera dan itu adalah pemandangan yang seharusnya tidak mungkin terjadi
"Sandra.....", panggil Pak Arif.
"Ya Pak....", jawab Sandra.
"Saya ingin menanyakan sama kamu, apa kamu tahu kenapa akhir akhir ini Dewa sangat berubah. Tugas tidak pernah dikerjakan kemudian di kelas tidak mau memperhatikan materi dan nilai-nilainya cenderung menurun. Kalo seperti ini terus saya khawatir", Pak Arif memberikan penjelasan padaku.
"Maaf Pak Arif, Sandra kurang tahu karena akhir akhir ini Sandra sudah jarang berkomunikasi dengan kak Dewa", jawabku pada Pak Arif.
Yah, ini adalah hal yang aku khawatirkan akan terjadi. Kak Dewa kecewa pada kedaaan sehingga menghancurkan hidupnya sendiri.
Di tempat yang lain Adam sebagai sahabat Dewa juga menyadari perubahan pada Dewa.
"Dewa, kenapa kamu seperti ini?....mana Dewa yang dulu aku kenal sangat dewasa dalam menghadapi apapun?", tanya Adam pada Dewa.
"Udah mati Dam, Dewa yang itu. Toh buat apa semuanya aku lakukan kalo pada akhirnya aku tidak akan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan. Aku tak bisa lagi menentukan keinginanku karena semua orang merasa berhak mengatur hidupku", Dewa menjawab.
"Maksudnya gimana Wa, Kamu mau menyerah begitu saja dengan keadaan ini, kamu nggak mau memperjuangkan kebenaran yang selama ini belum terungkap?", kata Adam sedikit emosi.
__ADS_1
"Apa yang mesti aku perjuangkan Dam, toh aku udah kehilangan semuanya, termasuk Sandra. Saat ini dia benar benar ingin menjauhiku setelah perlakuan papaku padanya, aku ngerasa semua udah selesai Dam", Dewa berkata tanpa harapan.
"Dewa sadaaaaaar kamu, jangan kayak gini, bangun dan perjuangkan lagi kebahagiaan kamu, jangan menyerah. Aku kenal kamu dari dulu dan kenapa sekarang justru aku merasa nggak kenal kamu sama sekali?', Adam berusaha menyadarkan Dewa.
Dewa tidak menanggapi pembicaraan Adam kemudian memilih berdiri untuk pergi. Adam yang agak emosi melihat Dewa seperti itu berdiri dan menarik tangan Dewa tapi yang terjadi malah Dewa mendorong Adam. Perkelahian tanpa alasan jelas pun terjadi antara Adam dan Dewa.
Bela yang melihat perkelahian itu akhirnya memisahkan mereka dan membawa Dewa yang sudah terluka dengan menahan satu tangan Dewa di lehernya.
Di koridor menuju UKS, Dewa berpapasan dengan Sandra yang tidak sengaja melihat Bela dan Dewa.
Dewa memilih mengalihkan pandangannya dari Sandra. Perih rasa hati Sandra melihat keadaan Dewa dan juga bagaimana Bela dengan mesranya memperlakukan Dewa.
Tidak berbeda dengan Sandra, Dewa pun merasakan perih melihat Sandra yang sebetulnya ingin sekali dia peluk dalam kondisi saat ini. Tapi Dewa paham bahwa sekarang mungkin Sandra sudah bisa melupakannya.
Dirumah Dewa.
"Dewaaaaa .......Apa apaan kamu berkelahi di sekolah?, mau jadi jagoan kamu?......belum lagi nilai nilai kamu yang hancur semua, kamu mau jadi apa Dewa?", Papa Arga memarahi Dewa ketika mendengar informasi dari sekolah tadi. "Kenapa kami diam, jawab pertanyaan papa, kamu harus belajar bertanggung jawab atas segala perbuatan kamu sendiri termasuk pada Bela".
"Apa yang harus Dewa pertanggungjawabkan Pa, Dewa nggak melakukan perbuatan bejat kepada Bela, sekarang Dewa menyerah, terserah mau papa bawa kemana hidup Dewa. Papa lebih percaya pada kebohongan Bela. .........Dewa udah nggak peduli toh bahagia atau tidaknya Dewa udah nggak ada yang peduli lagi", Dewa mengungkapkan isi hatinya.
"Tapi kenapa papa justru menghina Sandra seperti itu, Dewa lah yang mengejar Sandra bukan Sandra Pa....Sandra banyak terluka karena ke egoisan Dewa Pah dan suatu saat nanti Dewa akan ceritakan semuanya ke Papa", Dewa memberanikan diri bercerita.
Papa Arga hanya terdiam, sebenarnya apa yang dilakukannya kemarin adalah karena hasutan Bela dan mama Dina juga sudah memperingatkan papa Arga untuk berhati hati mengambil langkah.
Langkah yang diambil papa Arga justru menyakiti perasaan Arga hingga membuat perangainya berubah. Dan itu disadari oleh papa Arga.
Sandra yang mendengar perkelahian antara Adam dan Dewa kemudian mencari tahu apa yang terjadi kepada Adam.
"Kak Adam, kenapa kakak malah berkelahi dengan kak Dewa?", tanya Sandra.
"Apa pedulimu Sandra, toh kamu bukan siapa siapa Dewa......buat apa kamu mengkhawatirkan Dewa, lupakan dia, Dewa bukan orang yang pantas untukmu, sekarang dia orang lemah yang nggak akan bisa melindungimu", Adam berkata dengan santainya.
'Kakak kenapa bilang begitu......kakak tega benget. Sandra hanya......hanyaaa......", Sandra menjawab sambil terbata karena matanya mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
"Hanya apa San........sudah lupakan Dewa.....", Adam membentak Sandra.
Sandra tak sanggup lagi berdebat dengan Adam lalu berlari meninggalkan Adam sambil berlari. Dewa yang melihat kejadian itu segera mendekati Adam.
"Dam.....apa yang kamu lakukan pada Sandra, kenapa dia menangis seperti itu?", Dewa bertanya dengan cemas.
"Aku suruh Sandra untuk berhenti memikirkan kamu lagi Wa, sesuai keinginanmu kan kamu nggak mau berjuang untuk dia lagi......puas kamu", Adam berbicara dan membuat Dewa langsung menutup wajahnya dengan tangannya. Dewa sangat frustasi menyadari keadaan ini.
"Kenapa kamu menangis Sandra ?", Tanya Reno
"Apa semua air matamu itu masih berhubungan dengan Dewa.......Ya Allah Sandra, lupakan Dewa, sudahlah dia nggak pantas buat kamu.......kamu liat aku Sandra, aku didepan kamu dan berusaha buat ada dan melindungi kamu setiap saat disini. Liaaaaaat Sandra .....jangan nangis lagi karena si Dewa itu", Reno berkata sambil berteriak dan mengguncangkan bahu Sandra .
Dewa yang tadi berlari mencari Sandra, melihat kejadian itu tanpa sadar sudah mendaratkan pukulan di tubuh Reno.
Adu jotos pun tidak terelakkan antara Reno dan Dewa.
"Aaah, kurang ajar....apa apaan kamu Dewa main pukul aja", teriak Reno
"Jangan kamu sakiti Sandra, kalo kamu mau marah, lawan aku saja.....", kata Dewa dan perkelahian tidak terelakkan pun terjadi.
Rendi yang tidak sengaja melihat perkelahian itu langsung memisahkan Reno dan Dewa......Rendi menahan Dewa sedangkan Reno ditahan Sandra. Reno memilih segera menggandeng tangan Sandra dan membawanya pergi. Sandra tidak menoleh sedikitpun pada Dewa dan mengikuti ajakan Reno.
Dewa merasa terluka melihat kejadian itu, Sandra sudah tidak lagi memperdulikan dirinya lagi. Bahkan dalam kondisi saat ini tetap Sandra memilih bersama Reno. Dewa berjalan sambil dipapah Rendi.
"Kak Dewa.......", suara yang sangat dihapal oleh Dewa menyapanya dari belakang.
Saat Dewa menoleh dia melihat Sandra dihadapannya kemudian langsung memeluknya, "Kakak sudah, jangan lagi perdulikan Sandra, sakit rasanya buat Sandra kalo kakak selalu ada buat Sandra. Lupakan Sandra kak, kakak harus bahagia. Rasa yang kita punya salah kak".
Dewa membalas pelukan Sandra, yah pelukan yang sangat Dewa rindukan ini. Satu tangan Dewa mengusap punggung Sandra dan tangan yang lainnya mengusap kepalanya.
Bela yang tiba tiba datang dan melihat keadaan ini langsung menarik tangan Sandra dan mendorongnya ke belakang. Sandra yang tidak siap hampir saja terjatuh apabila tidak ditahan oleh Reno yang langsung menangkap tubuhnya. Dewa yang terkejut ingin mendekati Sandra, tapi langkahnya ditahan oleh Bela. Adam yang datang disaat yang tepat langsung menahan Dewa,"Dewa, tolong kontrol emosimu, jangan mempersulit situasi, biar Reno membawa Sandra pergi dulu, aku yang akan bertanggung jawab', kata Adam kemudian", Ren, bawa Sandra pergi dari sini".
'Ya Reno, sanaaa bawa pacar kamu pergi dari sini supaya nggak ganggu pacar orang terus", kata Bela sedikit berteriak.
__ADS_1
"Sudah Bela cukup, ayo kita pulang semua, bubar", Adam menengahi karena akhirnya ada banyak temen temen lain yang berkumpul di situ.
Sandra pergi dengan perasaan kacau, terutama Bela sudah mempermalukan dirinya di depan teman-temannya. Dan Sandra pun menyesali kenapa tadi dia tidak mau mendengarkan omongan Reno yang tidak mengijinkannya kembali melihat kondisi Dewa.