DIA ADALAH KAKAK KELASKU

DIA ADALAH KAKAK KELASKU
Rahasia yang Terungkap


__ADS_3

Ketika semua sedang mengobrol tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah Dewa.


Dewa berdiri lalu membuka pintu dan mempersilahkan tamunya itu untuk masuk. Semua terkejut ketika melihat Ana datang ke rumah Dewa.


"Kak Ana.......", Sandra terkejut.


"Pah, Mah.......ini Ana, temen Dewa", Dewa memperkenalkan Ana pada mama dan papanya. Ana langsung mencium tangan mereka dan ikut duduk bersama. " Ana, kok tiba tiba kamu kesini sendirian, ada apa ?....kan biasanya kalian selalu bertiga".


"Tante, Om, Dewa .......Ana kesini mau menyampaikan sesuatu. Ana nggak mau terus merasa bersalah. Dewa.....aku mau menyerahkan bukti video kalo sebenernya memang Bela sudah menjebakmu waktu itu", Ana membuka video obrolan pengakuan Bela.


Semua melihat video itu dan terkejut. Mereka tidak mengira Bela sampai tega menjebak Dewa hingga ada pertunangan antara Bela dan Dewa.


"Alhamdulillah Ya Allah...... akhirnya semua terungkap Pah, Mah......Dewa nggak salah", Dewa langsung memeluk mamanya.


"Bukan cuma itu saja Dewa, aku simpan semua video perlakuan Bela pada Sandra", kata Ana sambil memperlihatkan video itu.


"Astagfirullahaladziim Bela, keterlaluan sekali anak itu. Mama ngeri banget lihat kesadisannya, kok seperti Bela ada tekanan di jiwanya sehingga seperti itu ya", mama Dina berkata sambil bergidik.


'Sandra, kamu kenapa selama ini diam saja. Bela memperlakukan kamu begitu jahat dan kamu nggak ngelawan sama sekali", Adam ikut berbicara.


Dewa melihat video itu hanya diam tapi kemudian Dewa menutup wajahnya dan mulai menangis sambil duduk di dekat kaki Sandra dan menggenggam tangannya sambil berkata,"Sandra......maafkan aku, sakit yang kamu rasakan karena perbuatan Bela adalah kesalahanku, aku egois sehingga kamu terluka".


"Kakak, jangan gini dong, udah Sandra kan juga nggak papa", kata Sandra.


"Iya kak Dewa, santai aja sama wonder woman digituin sama kak Bela nggak kan kerasa apa apa, ilmu bertahannya kan udah tingkat tinggi, cuma hari ini aja lagi apes, jimatnya ketinggalan he...he...he",Lissa menambahi Sandra dengan tidak berfaedahnya.


"Dewa, Sandra ......maafkan aku ya...... seandainya saja aku punya keberanian dari kemarin kemarin, pasti Sandra nggak akan disakiti oleh Bela seperti ini, maaf ya, tolong kalian jangan benci aku", Kak Ana meminta maaf sambil menangis.


Sandra langsung memeluk Ana,"Sudahlah kak Ana, Sandra nggak papa kok, terimakasih kakak sudah mau jujur".


Setelah mengobrol agak lama kemudian Ana pamit pulang diikuti Lissa, Rendi dan juga Adam.

__ADS_1


Papa Arga mendekati Sandra dan duduk didekatnya.


"Sandra.......om mau minta maaf padamu nak, waktu itu om kebawa emosi sehingga om merendahkan kamu dan memberikan kamu........",belum selesai papa Arga bicara, Sandra sudah memotong.


"Om sudah lupakan, Sandra juga nggak papa kok, om nggak salah, pada saat itu memang yang om lakukan adalah hal yang benar", kata Sandra dan Om Arga akhirnya memeluk Sandra.


"Papaaaaaa.......udah deh main peluk peluk aja, kayaknya papa lupa deh, minta maaf sama aku juga he.....he....he", seru Dewa.


"Iya iya.....papa juga minta maaf atas semua yang papa lakukan sama kamu ya Dewa, maaf papa pernah kasar sama kamu nak", kata papa Arga yang langsung memeluk Dewa.


Mama Dina yang melihat peristiwa itu juga langsung ikut memeluk dua laki lako yang amat disayanginya. Sandra sampai mengeluarkan air mata karena tersentuh melihat hal ini.


Sore harinya akhirnya orangtua Sandra datang menjemput. Pak Arga menjelaskan semua yang terjadi pada orang tua Sandra sampai mereka paham apa yang sedang terjadi.


"Aduh Sandra kamu tuh ilmunya kurang tinggi, masak sama pecahan vas kalah, emang kamu nggak bisa menghindar gitu?", tanya mami Sandra membuat semua melongo.


"Mami, itu vasnya udah ngomong mo jatoh ke kanan eh malah ditengah jalan dia kena vertigo jadi jatohnya ke kiri, lah Sandra nggak sempet menghindar jadinya", jawab Sandra sekenanya.


Obrolan mami Beby dan Sandra malah bikin yang lain seolah melihat lawakan. Sampai akhirnya Papa Sandra pamit untuk pulang.


"Mungkinkah Dewa sudah mau belajar menerimaku sebagai calon istrinya?", tanya Bela dalam hati.


Jam 19.15 Dewa datang ke rumah Bela.


Bela dengan sukacita menyambut kedatangan Dewa. Hari ini Bela sengaja berdandan untuk Dewa agar bisa mendapatkan pujian dari Dewa.


Dewa tidak datang sendiri tapi dia bersama kedua orang tuanya.


"Om, Tante mari masuk biar Bela panggil mama dan papa", kata Bela sambil agak kebingungan karena tidak biasanya papa dan mama Dewa datang tanpa memberikan informasi sebelumnya.


"Ma, Pa,.....di bawah ada mama dan papanya Dewa", Bela memberitahu kedua orang tuanya yang juga terkejut.

__ADS_1


Bela mengajak Dewa dan orang tua nya untuk masuk dan mereka berbincang sambil menunggu orang tua Bela.


"Loh Mbak kok tiba-tiba kesini nggak bilang dulu", kata mama Bela.


Setelah cukup lama berbasa basi, kemudian Papa Arga mulai berbicara serius mengenai alasan kedatangan mereka.


"Mas, Mbak, kami datang kesini karena memang kami ingin menyelesaikan permasalah dengan baik baik", kata Papa Arga


'Mas, ini sebenarnya ada permasalahan apa ya kok sepertinya ada yang sangat penting", tanya Papa Bela.


Pak Arga kemudian menceritakan semua yang dikatakan Ana pada mereka. Semua cerita disampaikan oleh pak Arga dengan disertai bukti kejadian tersebut. Papa dan Mama Bela sangat kaget dengan keadaan itu.


"Belaaaa ......apa benar semua ini yang sebenarnya terjadi ?", tanya papa Bela dengan nada suara tinggi.


"Nggak Pah......semua itu nggak bener, Bela nggak bohong pada kalian semua", Bela berusaha untuk memberikan pembelaan.


Bukti rekaman yang diberikan oleh papa Arga kepada papa Bela diamati satu per satu dan memang semuanya adalah bukan rekayasa. Bahkan rekaman saat Bela menyakiti Sandra pun membuat papa dan mama Bela malu karena sebegitu bejatnya kelakuan anaknya.


Plaaaaak, tiba tiba tamparan mendarat di pipi Bela. Papa Bela sudah tak sanggup menahan amarahnya pada anak yang selama ini dianggap benar itu.


"Anak kurang ajar, kamu melakukan hal sejauh ini dan mempermalukan keluarga kamu sendiri. Apa kamu sudah gila Bela", Papa Bela marah.


"Bela......bagaimana kalo Sandra melaporkan semua perbuatan kamu ke pihak yang berwajib?......kamu mikir nggak kalo kamu bisa aja dipenjarakan", tambah mama Bela juga marah.


Akhirnya orangtua Dewa memilih untuk menghentikan pertengkaran keluarga ini dan menyampaikan bahwa Sandra tidak pernah mengadu kepada siapapun atas perbuatan Bela. Bahkan Sandra menutupi kelakuan Bela padanya kepada semua orang termasuk orang tuanya.


"Ya Allah Bela ....kamu harus minta maaf pada Sandra, kamu harus bersyukur Sandra tidak melaporkan perbuatanmu", tambah mama Bela.


Malam itu keluarga Dewa meminta agar pertunangan antara Dewa dan Bela dibatalkan.


Bela yang tidak terima dengan keputusan itu menangis tiada henti.

__ADS_1


"Bela..... segala sesuatu yang dipaksakan akan berakhir nggak baik buat kita semua, aku harap kamu belajar untuk memahami kesalahanmu dan jangan kamu ulangi lagi", Dewa berkata pada Sandra.


Kejadian malam ini pun menyadarkan kedua orang tua Bela bahwa Bela psikisnya sudah tersakiti akibat peristiwa beberapa tahun lalu saat papa Bela tergoda oleh seorang wanita dan membuat keluarga itu terguncang sehingga akibatnya Bela yang merasakan kehampaan dan kesakitan karena kedua orang tua nya sibuk bertengkar. Keegoisan merekalah yang menyebabkan Bela mencari jalan sendiri untuk merasakan bahagia.


__ADS_2