
Matahari ☀️ pagi ini terasa cukup cerah dan suasana yang sejuk karena AC yang masih setia mendinginkan kamarku. Tapi tiba tiba sesaat setelah aku meregangkan kaki dan tanganku tiba tiba perasaanku berkata bahwa ada yang tidak beres nih tapi apa ya............ "AllahuAkbar, jam berapa ini ? ....aduh abis aku kesiangan pastinya", aku terbangun dengan mode rusuh seakan musuh akan datang menyerang dari berbagai sisi tapi bukan sisi ponakannya Lissa yang disamain sama segitiga sama sisi itu. Cukup 10 menit mandi dan pakai baju sambil adegan lari maraton pun aku lalui.
"Maaaaaaam, mami ih tega amat kok nggak bangunin Sandra sih, kan telat nih jadinya", rengekku pada pejabat negara di rumah ini yg bergelar ibu suri. "Aduh nih anak, kalo mami nggak dosa mites anak, pasti mami pites kamu jadi tigabelas biji. Mami itu dari pagi udah 3 kali bangunin kamu dengan berbagai jurus tahu, mulai jurus dewa mabok sampai jurusnya sun go kong tapi kamu pakai jurus molor yang episodenya banyak kayak sinetron jadi mami memutuskan untuk mendukung acara molormu itu ", jawab mami ku dengan jawaban yang malah bikin aku menyesal kenapa tadi aku mesti nanya. Walaupun aku masih ngantuk tapi otakku sepertinya sudah bisa diajak jalan buat mikir sebenernya nyambung nggak sih jawaban wanita dengan gelar ibu suri alias mamiku ini. (mites / pites \= kalo ada kutu digencet pakai kuku kita terus diuyel uyel \= bahasa Jawa ).
__ADS_1
Tanpa melalui adegan sarapan yang memang harus aku skip hari ini, aku langsung cabut buat berangkat sekolah.
Baru saja sampai di kursiku, Pak Arif sudah menyapa kami semua pertanda beliau sudah siap memberikan kami ilmu yang sangat bermanfaat kalo dipandang dari sudut positif beliau sebagai seorang guru. Tapi mungkin akan sedikit berbeda jika pandangan itu dilihat dari sudut negatif kami sebagai penduduk kelas ini dengan rata rata pembagian kapasitas otak yang aku rasa minim. Mungkin saat Allah membagikan kapasitas otak kepada umatnya, kami semua telat datang atau lupa bahwa hari itu ada pembagian kapasitas otak. Ah entahlah semakin aku memikirkan hal ini semakin pusing juga aku mencari kebenaran nya.
__ADS_1
"Selamat pagi semuanya, Bapak lihat hari ini muka muka kalian cukup ceria, berarti mungkin tugas yang bapak berikan dua hari yang lalu sudah selesai ya ?.......baiklah sekarang silahkan kumpulkan buku tugas kalian di meja saya sekarang!", perintah Pak Arif kepada kami semua.
"San, mana tugasmu ?......kamu udah ngerjain belum?", tanya Lissa menunggu buku tugasku. " Aku udah beres semua tugasnya cuma kok bukunya nggak ada ya, aduh gimana nih Lis.....abis aku pasti dihukum Pak Arif", kataku sambil cemas.
__ADS_1
Akhirnya setelah aku kumpulkan semua kekuatan super power ku, aku memberanikan diri untuk mengatakan kepada Pak Arif dan sudah aku duga apapun alasanku Pak Arif tidak akan melepaskan ku dari jerat hukuman hari ini. Nasib sial membawaku pada acara hormat bendera yang tidak seharusnya dilakukan di hari Selasa seperti ini di lapangan selama jam pelajaran Pak Arif. Belum selesai nasib buruk ku hari ini sampai disini, sudah 30 menit aku berdiri menghormat bendera sampai leherku berasa kaku, aku lihat Pak Arif masuk ke kelas XII IPA-2 entah apa yang dilakukan disana tapi tiba tiba aku lihat kak Dewa berjalan menghampiri ku sambil membawa botol air mineral. Ya Allah, aku malu banget nih, aku tahu pasti ini kerjaan Pak Arif. Pak Arif.....kenapa teganya bapak membuat harga diriku jatuh dihadapan kak Dewa. "Sandra, kamu ngapain disini ?", tanya kak Dewa tanpa ekspresi kepadaku. "Lagi jemur baju abis nyuci tapi sebadan badannya sekalian biar anget kak", jawabku sekenanya dan sukses membuat senyum terlukis pada wajah kak Dewa. Senyum itu membuat aku meleleh tapi juga tidak mampu aku balas karena harga diriku yang sudah lebih dulu berkhianat dan entah kemana pergi meninggalkanku saat kak Dewa mulai melangkahkan kakinya mendekatiku. "Udah San, balik gih ke kelas, ini buku tugasmu udah ada kok", kata kak Dewa sambil menunjukkan buku yang sedari tadi dia letakkan dibelakang badannya. "Loh kok bisa buku aku ada sama kakak ?.....perasaan buku ini tadi ketinggalan deh di rumah soalnya aku telat bangun jadi aku buru buru berangkat sekolah dan aku nggak ngecek lagi ternyata buku itu belum aku masukkan ke tas", jelasku panjang lebar sambil aku tutup mulut aku kemudian karena aku baru sadar sudah membuka aibku sendiri dihadapan kak Dewa. "Udah udah sana balik ke kelas, Pak Arif kok yang nyuruh aku kasihi buku itu ke kamu", kata kak Dewa. Benar dugaan ku ternyata guruku yang maha benar dan maha baik itu sengaja mengerjai ku. Kenapa coba harus nyuruh kak Dewa buat ngasih buku itu ke aku emangnya apa dari 30 orang temen sekelas ku tidak satupun yang sesuai spesifikasi nya untuk mengantarkan buku ini kepadaku ?. harus ya pakai kurir dari tempat lain. Upps bukan maksudku mengatakan kalo kak Dewa itu kurir lho soalnya agak nggak pantes banget gelar kurir aku sematkan buat cowok seperti dia. Haduh tambah runyam dan memalukan saja ini ceritanya. Langsung aku ambil buku tugasku dan beranjak akan kembali ke kelasku. "Nih, jangan lupa minum dulu, dari tadi kamu kepanasan kan ?", kata kak Dewa sambil memberikan botol minuman padaku. "Thanks ya kak, assalamualaikum", salam ku pada kak Dewa karena berada didekatnya aku merasa harus lebih berperilaku baik. Mungkin memang benar kalo berkumpul dengan orang baik, kita juga akan menjadi baik. Malah aku berpikir apa selama ini aku berkumpul dengan orang sesat ya sehingga perilakuku kurang baik ?......lah berarti si Lissa sesat dong ?.... astagfirullah jangan sampai dia tahu aku berpikiran seperti itu kepadanya bisa nggak selesai satu hari aku dimaki sama nenek sihir yang menjabat sebagai sahabatku itu.
"Pak, ini buku tugas Sandra, maaf Pak tadi bukunya ketinggalan di rumah dan terimakasih air mineral nya Pak", kataku saat sampai di kelasku. "O iya Sandra, lain kali jangan diulang lagi ya dan air mineral apa San ? ....saya nggak merasa ngasih kamu itu, ya sudah sana duduk", perintah Pak Arif kemudian. Lah berarti air mineral itu dari kak Dewa ya ?...aku berpikir sendiri. Alhamdulillah lumayan lah seenggaknya dia tahu apa yang aku perlukan tadi. Ternyata selain pinter, kak Dewa juga baik. Hah aku tahu, dia baik begitu karena dia nggak mau aku mengundurkan diri dari acaranya dia nanti. Wkwkwkwk 😂😂😂😂
__ADS_1