DIA ADALAH KAKAK KELASKU

DIA ADALAH KAKAK KELASKU
Dilema Dewa


__ADS_3

Bela menemui Dewa di rumahnya karena Bela merasa Dewa sangat mengacuhkannya sejak peristiwa Bela menjebak Dewa beberapa bulan yang lalu.


"Dewa......kamu kenapa sih sekarang jadi sangat cuek sama aku?, dulu kamu sangat memperhatikan aku", Bela bertanya ke Dewa


"Perlu aku jawab pertanyaanmu Bel, kamu tahu persis kenapa aku begini", Dewa menjawab.


"Wa, nggak bisakah kamu coba buat membuka hatimu untukku, setidaknya kamu coba sayang sama aku, apa sih kurangnya aku dibandingkan Sandra?", tanya Bela.


"Aku sayang kamu Bela tapi tidak lebih dari sebagai seorang kakak kepada adiknya, satu lagi kamu dan Sandra tidak bisa dibandingkan karena hati tidak bisa berbohong Bela, aku merasakan kenyamanan yang tidak bisa aku dapatkan saat bersamamu", Dewa berusaha menjelaskan semuanya dengan berlahan.


"Tapi aku mencintaimu Dewa dan aku ingin kita selalu bersama, aku yakin pasti aku bisa membahagiakanmu, kenapa Wa, tidak bisakah aku punya hak untuk merasa bahagia dengan kamu?", tanya Bela sambil menangis.


"Kamu berhak bahagia tapi bahagiamu tidak dengan aku Bela, mungkin kamu bisa bahagia denganku tapi bagaimana denganku apakah aku juga nggak punya hak untuk bahagia? kalo aku merasa bahagiaku adalah dengan Sandra?", Dewa mengatakan apa yang dia rasakan.


"Diaaaaaaaam Dewa, aku nggak mau denger lagi...... pokoknya aku harus dengan kamu, aku mau kamu dan aku nggak peduli bagaimana perasaanmu padaku yang penting kamu tetep sama aku", Bela berteriak sampai mama Dina dan papa Arga, papanya Dewa datang mendekat.


"Ya Allah Dewa, Bela ....ada apa dengan kalian ?", tanya mama Dina khawatir sambil mendekati Bela


"Tante,Om, setelah apa yang Dewa lakukan sama Bela sekarang Dewa mau meninggalkan Bela karena Sandra?", teriak Bela


"Kamu gilaaaaa Bela, kebohongan apa lagi ini", Dewa menatap Bela dengan amarah.


"Dewa...... hentikan semua sikap burukmu.....papa nggak pernah ngajarin kamu nggak bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kamu lakukan !....plaaaaak.....", papa Dewa marah dan kemudian menampar Dewa.


"Papaaaaaa........ Astagfirullahaladziim, apa yang papa lakukan", teriak mama Dina sambil memeluk Dewa.


"Siapa Sandra?..…..apa perempuan itu yang sudah mengganggu hubunganmu dengan Sandra?....", tanya papa Arga dengan marah.

__ADS_1


"Iya Om, Sandra adik kelas Bela yang selalu saja berusaha mendekati Dewa dan berusaha menjelekkan Bela di depan Dewa sehingga Dewa salah sangka pada Bela dan menjauhi Bela", Bela mencoba mengadukan Sandra pada papa Arga.


Saat Dewa ingin melawan, mama Dina menahannya.


"Dewa sabar, jangan lawan papa dalam kondisi saat ini, kam harus nurut mama nak, sekarang kamu diam dulu", mama Dina berbisik pada Dewa dan Dewa berlari menuju kamarnya kemudian menangis karena rasa marah, sedih dan kecewa.


Keesokan harinya di sekolah, ada sesuatu yang terjadi. Pulang sekolah, Sandra, Lissa dan Rendi bersama sama berjalan di trotoar menuju cafe dekat sekolah. Tiba tiba dari belakang ada seseorang memanggil.


"Sandra........", seorang laki laki seumuran pak Arif menyapa Sandra.


"Iya Om, ada yang bisa Sandra bantu?....maaf kalo Om siapa ya?", tanya Sandra dengan sopan.


"Kenalkan saya Arga, papanya Dewa.....begini Sandra, saya minta kamu berhenti menggoda anak saya dan mengganggu hubungan anak saya dengan tunangannya Bela, berapa uang yang kamu mau supaya kamu mau menuruti keinginan saya?", Papa Dewa berbicara tanpa ekspresi.


Sandra tidak menjawab dan hanya menahan air mata yang menggenang.


"Sudah kamu tidak usah pura pura sedih, ini saya sudah siapkan untuk kamu, tapi kalo kamu masih ganggu anak saya, akan saya datangi lagi kamu", kata papa Dewa sambil memberikan amplop ke tangan Sandra lalu pergi.


"Lissa maaf boleh aku minta Rendi untuk antarkan aku kerumah Dewa?", tanya Sandra setelah puas menangis.


Lissa pun mengiyakan permintaan Sanda dan kemudian mereka berdua langsung menuju rumah Dewa.


Dewa baru saja sampai rumah tengah duduk sambil makan dengan mama Dina.


"Assalamualaikum....", Rendi mengucapkan salam dan kemudian terdengar sahutan dari dalam dan mama Dina segera membuka pintu.


"Rendi....Sandra...", kata mama Dina. Dewa yang mendengar nama Sandra disebut langsung beranjak dari meja makan mendekat ke arah pintu.

__ADS_1


Melihat mama Dina, Sandra langsung melangkah maju dan memeluk mama Dina," Tante, maafkan kalo Sandra sudah dianggap melakukan kesalahan pada Om dan Tante........ Sandra mengerti dan sudah ikhlas meninggalkan kak Dewa .......Tante dan Om nggak perlu memberikan Sandra ini", Sandra berkata sambil melepaskan pelukannya dari mama Dina dan mengembalikan amplop yang tadi diberikan oleh papa Dewa kepadanya.


"Apa ini Sandra ?......", tanya mama Dina tapi Sandra langsung berbalik mencium tangan mama Dina dan berlari untuk pamit. Dewa yang menyadari ada sesuatu langsung berlari mengejar Sandra dan menahan tangannya.


Pada saat Sandra berlari tadi, Rendi dengan cepat menjelaskan apa yang terjadi kepada mama Dina.


"Kak lepaaaaaas......jangan Kakak menyentuh Sandra lagi, Sandra nggak ikhlas kakak pegang pegang Sandra lagi", Sandra berteriak sambil menangis histeris. Rendi yang menyadari keadaan makin kacau segera melepaskan tangan Dewa dari Sandra.


"Ren.....ada apa ini?....apa yang terjadi?", Dewa bertanya sambil berteriak-teriak.


Sandra yang sudah histeris tiba tiba melemah hingga hampir terjatuh untung saja Rendi segera menahannya. Dewa langsung berlari mendekati Sandra dan menggendongnya masuk ke dalam rumah. Mama Dina yang ikut panik segera menyuruh Dewa membaringkan Sandra di kamar tamu. Mama Dina mencoba membangunkan Sandra. Terlihat Dewa sangat mengkhawatirkan keadaan Sandra.


"Sandra sudah nggak papa Dewa, biarkan dulu dia istirahat, sepertinya Sandra sangat tertekan", kata mama Dina.


Setelah itu Rendi menceritakan secara detail apa yang sudah terjadi pada Sandra tadi. Dewa yang mendengar cerita itu hanya bisa mengusap wajahnya dengan frustasi. Bagaimana bisa, papanya melakukan hal ini kepada Sandra. Mama Dina pun tidak kalah kecewa dengan sikap suaminya yang begitu gegabah melakukan hal ini.


Tiba tiba terlihat Sandra sudah mulai menggerakkan bola matanya pertanda sudah mulai sadar.


"Aku dimana.....mami mana?", Sandra langsung mencari maminya.


"Suuuut sayang, ini ada Tante, tadi Sandra pingsan di rumah Tante", kata mama Dina sambil mengelus pipi Sandra.


Sandra yang melihat Dewa mendekat kepadanya justru berusaha duduk dan memeluk mama Dina,"Tante, Sandra nggak mau kak Dewa dekati Sandra lagi......Sandra nggak mauuuuu Tante", Sandra menangis lagi. Tante Dina mencoba meminta Dewa menjauhi Sandra dulu untuk menenangkannya.


Perih rasanya hati Dewa......wanita yang dia sangat sayangi menjadi ketakutan saat dia dekati. Rendi berusaha bicara pada Dewa untuk memahami kondisi Sandra saat ini dan meminta ijin Dewa untuk membawa pulang Sandra.


Rendi membawa pulang Sandra dan sesuai permintaan Rendi, Dewa tidak menampakkan wajahnya di depan Sandra. Dewa hanya bisa melihat dari jauh kekasih hatinya dibawa pergi oleh Rendi.

__ADS_1


Mama Dina memberi pengertian kepada Dewa agar Dewa jangan tersulut emosi dengan papa Arga, agar masalah ini tidak makin rumit. Mama Dina berjanji akan membantu Dewa menyelesaikan masalah ini perlahan lahan.


Dewa hanya bisa menangis kali ini. Rasa cintanya pada Sandra telah membuat Sandra malah mengalami peristiwa buruk dalam hidupnya.


__ADS_2