
Hari senin. Yah hari senin merupakan hari yang paling membosankan untuk sebagian orang. Termasuk aku salah satunya. Namaku Anna Anggraini, dipanggil Anna. Aku memiliki seorang adik bernama Lidia Anggraini, yang baru kelas 1 SMA. Sedangkan aku seorang mahasiswa. Aku kuliah di kampus yang bernama universitas Myungsei. Salah satu universitas ternama di jakarta. Aku kuliah program D3 Kebidanan. Yang saat ini sudah semester 2.
Namun sebenarnya aku bukan berasal dari jakarta. Aku dan keluargaku berasal dari desa, merantau ke Jakarta mencari kehidupan yang lebih layak. Mencoba berbagai macam pekerjaan dan usaha, namun kini papa dan mamaku memutuskan untuk berjualan buah-buahan. Puluhan tahun orang tuaku merantau mulai dari sewa ruko, ngontrak rumah, ngekost, hingga tahun kemarin sudah berhasil membeli 1 rumah sederhana minimalis di kawasan kota ini.
Tidak jauh dari rumah papaku mendirikan suatu kedai Buah dekat pasar kota. Di sanalah orang tuaku bekerja mengais rejeki untuk menghidupi kami sekeluarga terutama biaya kuliah aku dan biaya sekolah adikku Lidia. Kedai tersebut papa menjual berbagai macam buah-buahan mulai dari buah lokal hingga buah import. Kalau waktu tengkulak datang bawa buah kadang aku dan adikku bantu papaku ngecek barangnya. Entah itu pagi siang malam bahkan tengah malam aku selalu bantu papa. Karena aku sadar bahwa ini semua demi aku. Seperti semalam aku bantu papa sampai jam 4 subuh hari. Capek ? So pasti sangat capek banget apalagi aku kuliah pagi hari ini. So so tired.
"Anna.. bangun.. bukannya hari ini kamu masuk pagi? Ini sudah jam 7 Loh"
"bentar lagi maa". Suara mama seolah membuyarkan semua mimpiku.
"anak ini, ya udah kamu pasti capek bantuin papa semalam. Jangan lama bangunnya nanti telat loh"
"Iya ma, bentar lagi" kataku sambil mengumpulkan nyawa dan ingatanku. Hehe
"Mama mau ke kedai gantiin papa jualan, mama udah siapin roti dan uang saku di meja"
Aku langsung bangun meski beneran capek banget. Aku langsung mandi dan siap-siap ke kampus. Hari ini aku pake long dress hitam dipadukan dengan crop top hijab dan pasmina warna senada. Memasukkan buku mata kuliah dan handphone ke Totebag favorit aku dari SK collection. Namanya tasnya khamila bag. Favorit aku banget.
Lalu aku ke meja tempat mamaku meletakkan uang saku ku. Ku ambil uang saku tanpa sarapan sedikit pun karena waktuku sudah hampir terlambat.
Kupesan ojek online lewat aplikasi, tak lama ojeknya pun datang.
Sesampai di kampus aku langsung masuk kelasku. Kelas yang super ribut oleh celoteh para teman-teman. Dan Di sana sudah ada teman akrab ku Rania, dan Kayla. Mereka lebih dari sekedar teman mereka pantas dikatakan sahabat.
"Anna, tumben kamu telat" kata Rania
"Biasalah, aku bantu papa sampai jam 4 subuh" kataku sambil duduk dan telungkup di mejaku.
"Ouuhh sayang, semangat yaaa" kata Kayla.
Tak lama kemudian dosen masuk. Katanya sih dosen baru. Tapi bodoh amat akunya, mau dosen baru atau apalah yang penting aku kuliah, belajar dan mendapatkan nilai yang memuaskan.
"Assalamualaikum" kata dosen itu sambil senyum. Tampan. Itu kesan pertamaku. Hahaha padahal gak boleh mikirin hal kek gitu.
Serentak semua mahasiswa menjawab salamnya. Banyak diantaranya yang berbisik-bisik. Termasuk kedua sahabatku yang sepertinya langsung terpesona.
"Kalian pasti sudah tau kalau saya dosen pengganti, dikarenakan dosen sebelumnya cuti. Ada yang sudah kenal saya??"
"Belum pak" kata teman-temanku serentak.
"Perkenalkan nama saya Arkana Arsya, saya yang akan mengajar kalian selama 1 semester ini, sekaligus saya sebagai konsultan mahasiswa kedepannya, dan kalo gak salah saya wali kelas kalian"
"Status paak" kata erin secepat kilat
"Status?? Status rahasia, menurut kalian status saya apa?" Katanya sambil tertawa kecil.
"Yaaaaa" sontak langsung ramai seakan kecewa kalo dosen itu tidak menyebutkan statusnya.
"Nomor WhatsApp paak" timpal erin lagi.
"Kalian bisa save 087********, chatnya kalo ada kepentingan saja yah"
__ADS_1
Semuanya pada ngetik terkecuali aku. Aku pikir untuk apa. Kalo masalah pelajaran mah bisa di tanyakan langsung.
Jam pelajarannya pun di mulai. Tapi aku gak konsen sama sekali efek sangat ngantuk.
"Ssssttt Anna, hei, lo tidur?" Kata Rania membangunkan ku.
"Aku beneran ngantuk Ra,"
"Bentar lagi selesai kok jam pelajaran nya.
Aku pun memaksakan mataku ini untuk tetap terbuka. Tiba-tiba ....
"Yang di belakang, yang tidur, siapa namanya"
"Mampus gue Ra" kataku sedikit kaget
"Saya pak" kataku
"Ya, siapa namamu" sambil berjalan kearahku.
"Saya Anna pak, Anna Anggraini" kataku gugup
"Setelah pelajaran ini ikut ke ruangan saya"
"Iya pak"
Jam pelajaran selesai.
"Ra, gimana dong, gue takut"
"Lo ke sana aja dulu, paling di berikan peringatan" kata Rania
Dengan terpaksa dan rasa gugupku, aku ke ruangan pak dosen, lebih tepatnya aku panggil dia pak Kanna. Persis seperti pembersih bulu kaki.
Sesampai di ruangan staf dan dosen aku bertanya dimana ruangan pak Kana.
"Maaf pak, ruangan pak Arkana dimana yah?" Kataku sopan
"Ada di dalam, pas sudut belok kanan" kata staf itu.
"Makasih pak" lalu aku pergi ke ruangan itu.
Sesampai di depan ruangannya aku mengambil nafas dalam-dalam lalu ku hembuskan pelan. Dan ku ketuk pintunya.
"Masuk" kata orang yang ada di dalam.
"Assalamualaikum pak, saya anna" kataku super sopan karena takut
"Waalaikum salam, masuk dan duduk".
Akupun duduk tepat di depan mejanya.
__ADS_1
"Kamu tahu kesalahan mu?"
"Tahu pak, saya tertidur di jam pelajaran bapak"
"Mengapa kamu tertidur, atau memang kebiasaan kamu tertidur di jam pelajaran?"
"Ti. Tidak pak, baru kali ini pak" kataku gugup
"Kamu begadang?" Katanya penuh selidik
"Iya pak, saya bantu papa saya sampai larut malam"
"Kerja?"
"Iya pak, kerja, jualan buah"
"Saya sangat tidak suka kalau ada mahasiswa yang tidur di jam pelajaran saya"
"Saya minta maaf pak, ini tidak akan terulang lagi"
"Saya mau kamu menulis surat permintaan maaf 10 lembar disini" sambil menyodorkan kertas Hvs dan pulpen.
"Masa sih pak sampai 10 lembar?" Kataku
"Kamu tidak mau?"
"Ya sudah pak" jawabku pasrah. Sambil mengambil pulpen dan kertas nya. Lalu aku mulai menulis suratnya.
Namun tiba-tiba perut saya berbunyi dn sangat jelas terdengar. Membuat saya malu.
"Kamu lapar?" Katanya menyelidik
"Ah tidak pak. Bukan apa-apa" jawabku.
Lalu dia mengeluarkan sekotak makanan dari mejanya,.
"Ini sandwich, kamu makan. Aku tau kamu lapar" katanya sambil menyodorkan makanannya.
"Ah tidak apa-apa pak" namun perutku berbunyi lagi. Benar-benar memalukan.
"Kalo kamu makan, kamu bisa langsung ke kelas kamu" katanya dengan nada lembut
"Maaf pak, ini beneran gak usah"
"Kamu makan 1 aku makan 1, anggaplah seperti kamh menemani saya makan"
"Tapi paak...'"
"Udah, makan yah, ini susu bagus untuk otakmu"
"Ahh terimakasih pak"
__ADS_1
Aku lalu makan dengan lahap karena memang belum makan dari tadi pagi.
#to be continued