Dia Dosenku

Dia Dosenku
10. pengakuan Romi


__ADS_3

"Annaa..."


seseorang memanggil ku, aku berbalik dan itu Romi.


"kamu mau pulang?"


"iya Rom,"


"bareng aku saja, aku antar yah"


"ah ga usah Rom, lain kali aja"


"kamu udah pesan gojek? kalo belum aku antar aja," lagi-lagi Romi menawarkan tumpangan.


"oh gak usah Rom, aku bisa balik sendiri"


"Anna ... Yuk pulang." tiba-tiba pak Arkana datang dari belakang.


"kamu pulang sama pak dosen?" kata Romi sambil mengerutkan dahi nya.


"iya Rom, aku pulang duluan yah. byee"


Romi pasti bingung, dia pasti banyak pertanyaan, ah sudahlah.


aku berjalan mengekor di belakang pak Arkana menuju ke parkiran mobil nya. lalu aku naik mobil pak Arkana, aku merasa canggung. di mobil tidak ada pembicaraan hanya keheningan.


namun pak Arkana membuka suara.


"dia siapa?"


"siapa pak?" tanyaku kebingungan


"laki-laki depan gerbang tadi, dia siapanya kamu?"


"oh itu Romi pak, itu teman saya dari keperawatan"


"bukan pacar kamu?"


"bu bukan pak, saya gak pacaran"


tidak ada komentar lain lagi. pak Arkana kembali fokus menyetir mobilnya dan aku memilih memandang keluar mobil. tak lama kami pun sampai di depan kedai papa ku.


"terimakasih banyak pak, saya turun dulu"


tak ada komentar dari pak Arkana, aku turun dari mobil dan pak Arkana langsung melajukan mobilnya. ibuku pun keluar dan menghampiri ku.


"Itu pak Arkana tadi?"


"iya ma.."


"dia nganterin kamu lagi?"


"iya ma, dan masalah studi tour aku di suruh di suruh bayar besok ma, 1juta. sisanya nanti di cicil tiap bulan 1 juta"


"benarkah, Alhamdulillah, ayuk masuk dalam ganti baju dan makan"


"papa mana ma,"


"pergi antar buah ke kedai mak cik, stok alpukat nya menipis"


"mama udah bicarain studi tour aku ke papa?"


"udah, papamu pasti seneng biayanya bisa di cicil"


aku masuk ke kedai papaku . lanjut makan dan istirahat. malam hari aku pulang belajar sebentar dan tertidur.


"Annaa.. bangun . udah pagi..


"iya ma.. mmmmmmmhhhh udah pagi lagi??"

__ADS_1


"ini uang sejuta, kamu bayar uang studi tour kamu"


"makasih banyak maa"


"udah, bangun sana mandi"


aku mandi, sarapan dan lanjut ke kampus. sesampai di kampus aku langsung ke ruangan pak Arkana, untuk memberikan uang pembayaran ku .


sesampai di kantor, banyak sekali teman-teman mahasiswa yang menginformasi pembayaran nya. karena hari ini adalah hari terakhir menyetor pembayaran. aku langsung mengetuk pintu ruangan pak Arkana.


"assalamualaikum pak ."


"waalaikum salam, masuk" pak Arkana membuka pintu dan menyuruh ku masuk.


"duduk"


"iya pak, ini pembayaran aku sejuta pak," kataku sambil menyodorkan uang ku"


"kamu pegang uang kamu. ayo kita sama-sama ke bank"


"sekarang pak?"


"hari ini hari terakhir membayar,"


"ah iya pak"


kami pun pergi ke bank sesampai disana pak Arkana mengambil slip pembayaran dan menulis di depan meja teller.


"kamu duduk, tunggu disini" pak Arkana menyuruhku duduk di kursi tunggu. sementara dia masuk ke suatu ruangan. setelah beberapa menit dia pun sudah keluar.


"ayo pulang"


"haah? kenapa pak, aku belum membayar"


"sistemnya error" sambil berjalan akupun mengekori dari belakang.


"bisa sayang, kamu kan ada aku" jawabnya sambil senyum licik


"hah??" dia panggil aku sayang? aku gak salah dengar kan? gak gak, aahh jantung ku. tunggu. pipiku panas?? aaakkhh hati lembek ngapain merona hanya karena panggilan sayang. mungkin aja dia juga keceplosan


"kamu kenapa? pipi mu merah??"


"hah??" aaakkkk malu-maluin..


"kamu gak usah khawatir, kamu akan tetap berangkat, aku udah bayar tadi"


"hah?? bapak bayar?? jadi nantinya aku nyicil ke bapak gitu ?"


"gak, aku gak mau di cicil, bayar langsung tunai setelah kamu ada uang"


"tapi pak... aku . "


"saya benar-benar mau kamu panggil aku selain bapak"


"tapi kak ini urusan studi tour ku gimana??" tunggu aku aku panggil dia kaka?? aakkhh mulutku


"aku kan bilang kamu bisa pergi.."


"tapi kak ... "


"gitu dong, kan enak di dengar,. kamu akan pergi. oh yah besok usahakan datang cepat. karena kita akan absen. ingat jangan bawa banyak barang. pakaian bisa kamu beli disana"


"iya pak" mana mungkin aku beli pakaian disana, buang-buang uang. pembayaran aku aja gak cukup.


"oh ya pulang nanti aku anter yah. ada sesuatu yang mau saya berikan"


"apa pak??"


"bapak lagi?"

__ADS_1


"maaf pak, saya belum terbiasa, eh maksudnya kak" kikuk banget aku jadinya.


"pokoknya nanti aku antar yah. sekalian ketemu sama ibu kamu."


"iya pak, eh kak" dia mau ketemu mama?? kenapa? ada apa? keknya ada yang gak beres. benar gak sih.


setelah sampai di kampus aku buru-buru masuk supaya gak diliat orang. tiba-tiba Romi datang menghampiri ku..


"Anna, kamu dari mana"


"dari bank Rom, bayar studi tour, besok kami berangkat ke Bali"


"kamu utang penjelasan sama aku Na," menatap ku serius


"soal pak Arkana?"


"ayo duduk dulu" Romi menarik tangan ku menuju sebuah bangku taman.


"jadi dia pak Arkana Rom, penanggung jawab kelas aku. tau kan besok kami ke Bali sementara aku belum bisa bayar uang studi tour. jadi aku konsul ke dia kalo aku belum bisa bayar."


"tapi kamu pulang sama dia??"


"dia anter aku pulang Rom"


"kamu tau aku cemburu Na?"


"Rom, aku sama dia gak ada apa-apa kok, dia dosen aku, dosen kita"


"aku mencintai kamu Anna"


"Rom, ak aku ..."


"aku selalu nungguin kamu Na, jaga diri kamu baik-baik"


"Rom aku..."


"selamat sampai tujuan yah, hati-hati kamu di perjalanan, maaf gak bisa nemani kamu jalan"


Romi berlalu pergi. meninggalkan aku dengan segala kebingungan ku. sulit mencerna segala apw yang di katakan Romi.


Romi menyukai ku? mencintai ku? bagaimana mungkin. selama ini aku hanya menganggap dirinya teman bahkan ku anggap sebagai kakak ku.


aku berjalan ke kelas ku dan mendapati kedua sahabatku.


"Anna, gimana urusan kamu beres kan? besok jadi kan kamu ikut??"


"iya Kay, aku akan ikut kok"


aku gak banyak bicara lagi. betapa banyak rahasia yang kini ku sembunyikan dari teman ku. aku mengikuti pelajaran seadanya tanpa fokus sedikit pun.


setelah pulang kuliah pak Arkana menungguku di parkiran mobil nya. setelah sampai pak Arkana membuka pintu mobil dan aku masuk mobil.


mobil melaju meninggalkan kompleks universitas.


ga ada pembicaraan, yang ada hanya keheningan yang membuat suasana menjadi canggung. sampai akhirnya aku buka suara.


"maaf pak saya berhenti di depan, saya mau membeli beberapa perlengkapan untuk besok"


pak Arkana langsung menghentikan mobilnya tanpa sepatah kata pun.


ada apa ya. kok jadi keluar aura dingin. apa aku salah? atau ada yang salah?


"maaf pak, saya turun sekarang, bapak bisa pulang. hati-hati di jalan pak"


pak Arkana masih diam, ia hanya mengangguk tanpa menoleh ke arah ku. lalu aku turun dari mobilnya. dab langsung melaju kencang.


"ada apa ya.." aku bingung..


#to be continued

__ADS_1


__ADS_2