
Pak Arkana lalu memecah keheningan,
"makan dulu yuk" katanya dengan senyum merekah.
"hah, tidak usah pak" jawabku menolak cepat
"kamu gak mau makan sama aku?"
"bukan gitu pak, ga enak aja makan sama bapak"
"kenapa?? aku jelek?"
"ahh bukan, bukan begitu pak, saya...."
'jadi aku tampan??" timpalnya memotong perkataan ku
"bu bukan begitu pak, ta tapi ga enak diliat orang"
"jadi kamu mau private room?"
"hah?? bukan begitu pak ta tapi....
"ya udah yuk, turun makan, udah nyampe"
pak Arkana menghentikan mobilnya dan membuka seat belt lalu turun membuka kan pintu untukku.
"ini beneran tidak perlu pak" jawabku sambil meringis
pak Arkana pun menutup mobilnya lalu melangkah pergi. aku mengekor di belakangnya. ini benar-benar di luar dugaan aku.
aku merasa gak enak dan risih berjalan seperti ini dengan dosenku. tiba-tiba handphone ku berdering dan kulihat layar tertulis nama kontak "mamaku sayang".
*halo maa*
*kamu dimana Na? masih dikampus?* katanya di telepon seberang
*ga maa saya di Mall, bentar lagi pulang maa*
tiba-tiba pak Arkana menolah melihat ku "ibu kamu??" katanya sambil mengambil hp di tangan ku.
"iya pak"
*assalamualaikum bu, saya Arkana bu*
dia berbicara dengan mamaku. -mampus aku-
__ADS_1
*pak Arkana. pak Arkana sama Anna sekarang?*
*iya bu, saya minta tolong Anna menemani saya membeli peralatan kampus di Mall Tawang*
*iya pak saya hanya khawatir barusan telat datang dan tidak mengabari saya*
*maaf membuat ibu khawatir, saya akan antar Anna pulang nanti*
*ya udah pak, yang penting Anna baik-baik saja*
*iya bu kami akan segera pulang, assalamualaikum bu*
*waalaikum salam*.
tuut... telepon pun dimatikan.
"maaf ya bikin ibumu khawatir" katanya dengan lembut dan menyerahkan handphone ku.
"tidak apa-apa pak"
"temani saya belanja sebentar yah, bentar aja kok"
"mau belanja apa pak"
"saya mau memilih hadiah untuk seseorang"
"emang di mata kamu saya sudah beristri gitu?"
"maaf pak, saya gak bermaksud..."
"kamu mau jadi istri aku??"
"uhhukk, haaah??" saya benar-benar terkejut dan keselek liur sendiri
"hahaha,, kamu ini. yuk milih hadiah " dia tertawa terbahak. menertawakan kebodohan ku mungkin.
-dasar dosen sinting, bikin imajinasi ku traveling kemana-
"menurut kamu, hadiah yang cocok untuk cewe apa yah" tanya pak Arkana kepadaku
-aahh jadi dia cari hadiah untuk cewe, siapa?? tunangan nya? istrinya? calon istrinya? aaahh terus kenapa dia suruh aku yg pilihkan, tinggal panggil aja cewenya. susah amat sih- saya terus menggerutu dalam hatiku. sambil terus mengutuk dosen nyebelin ini.
"kamu kenapa?"
"ah tidak pak. belikan perhiasan aja pak. emas. cincin emas" -huuft-
__ADS_1
"cincin emas? alasannya?"
"yah kalo cincin dia kan pake pak. kemana-mana. jadinya dia akan ingat bapak dimana pun berada, dan kalo lagi butuh uang bisa di jual kembali pak" kataku ceplas ceplos
"haaah??" dia tampak heran
"hahaha bercanda pak, belikan boneka besar aja pak,"
kami pun pergi ke toko boneka di dalam Mall itu. seperti berada di istana boneka. aku belum pernah masuk ke toko sebesar ini. semua jenis boneka ada dan mataku tertuju ke boneka gemoy besar setinggi 1 meter, yap boneka tupai warna pink. -cantik banget, geeemooy nyaaa. gemesssss-
"pak belikan ini aja pak, ini cantik sekali, maksudku ini cocok deh sebagai kado bapak" ku angkat boneka itu -aaakhh benar-benar lembut banget.
"ya udah" .. "mbak saya ambil yang ini yah"
pak Arkana lalu membayar dan mengambil boneka yang aku pilih tadi.
"kita makan sebentar. kamu mau makan apa?"
tanyanya padaku
"keknya ga perlu deh pak, mama saya nungguin saya"
"aku udah izin sama mama kamu, asalkan saya kembali kan kamu dalam keadaan Utuh" sembil tertawa kecil
"isss bapak, langsung pulang aja yah pak"
"gak. kita makan dulu"
-hhuufft- aku menghembuskan nafas kasar. lagi-lagi hanya bisa mengekor di belakangnya.
sesampai di sebuah tempat makan kami pun memesan makanan.
"selamat datang, permisi, mau pesan apa pak, nona" sapa pelayanan itu
"kamu mau pesan apa?"
"apa aja pak. saya makan semua kok"
"steak tenderloin mbak 2 yah, minumnya jus jeruk yah"
"baik pak silakan tunggu sebentar"
pelayanan pun pergi membawa buku pesanan nya..
kembali aku ke suasana canggung. duduk di depan pak Arkana membuatku deg-degan gak menentu. -aaakkk bagaimana bisa aku duduk dengan suami orang, tunangan orang, kalo ada yang liat gimana, aakkhh mampus aku-
__ADS_1
aku terus menggerutu hingga pak Arkana menegur ku ....
#to be continued