
aku memandangi punggung pak Arkana, dia memang baik seperti kata kayla.
"Anna, kamu beneran gak ingat apa-apa?" kata Rania serius
"ga ingat apa-apa aku Ran, emang kenapa? apa yang terjadi?"
"kamu muntah Na, kamu sangat pucat, pak Arkana yang terus nemenin kamu, bahkan mengurus muntahan kamu" kata kayla
"masa sih kay, separah itu aku? aku benar-benar gak ingat"
"dan kamu tau, setelah muntah, kamu tertidur di dada pak Arkana"
"uhhukkk, apaaa??" aku keselek dan sangat tidak percaya
"kamu tidur saaaaaangat nyenyak, apa mungkin itu yang bikin kamu lupa ingatan saking nyamannya? hahahaha" Rania menertawakan ku
"pak Arkana terus menggenggam tangan mu dan memastikan kamu baik-baik aja" kata Kayla.
"ma ma masa sih kay??" -ini benar-benar memalukan-
"gimana rasanya tidur di dada bidang itu Na? hahah" sahabat terus meledek dan menggodaku. sementara aku sama sekali gak ingat apa-apa. aku benar-benar tidak percaya, ini sungguh sangat memalukan.
tak lama kemudian pak Arkana menghampiri kami..
"kalian udah selesai makannya?"
"iya pak" jawab Kay
"sekarang kita akan naik ke pesawat, Anna kamu udah ga apa-apa kan?"
"iya pak, saya sudah merasa lebih baik"
kami pun berjalan menyusuri gedung itu, naik ke pesawat terbang, Lion Air. kami duduk di kursi masing-masing sesuai nomor kursi yang tersedia.
aku duduk di samping pak Arkana, sedang kayla dan Rania duduk di kursi seberang.
"kamu baik-baik saja?'"
"iya pak saya baik-baik saja pak"
"sabar yah, cuma sebentar kok, setelah sampai kamu istirahat aja dulu di hotel."
"ah gak usah pak, aku bisa ikut kok" kataku senyum
"kencangkan sabuk pengaman kamu, sini ku pasangkan" pak Arkana memasangkan sabukku.
"makasih pak"
pesawat mulai naik dan membuat perut ku berputar lagi. ku beranikan diri untuk memberi tahu pak Arkana. meski memalukan tapi itu tidak penting sekarang.
"pak, sa sayaa..."
"Anna, kamu baik-baik saja??"
"pegang tangan aku, kamu tidur, tutup mata kamu,, kamu ga perlu khawatir, aku disini, kamu pejamkan mata kamu"
aku memejamkan kan mataku, tanganku keluar keringat dingin. namun hangatnya tangan pak Arkana mampu mengimbangi dingin yang kurasakan. aku bersandar di kursiku dan tidak ingin membuka mataku.
__ADS_1
saat setelah sampai. pesawat pun akan landing,. rasanya sangat tidak nyaman dan bergemuruh membuat aku panik. saya ingin muntah perut aku ikut bergemuruh. pengumuman crew bahwa kami sudah sampai di bandara Ngurah Rai. semuanya bergegas turun tapi tidak denganku. aku benar-benar mabuk perjalanan. aku tidak bisa ngapa-ngapain bahkan untuk berdiri rasanya aku tidak punya kaki.
"Anna, kamu baik-baik saja?" kata dosen itu namun aku tidak menjawab
"mending Anna langsung istirahat di Hotel pak" kata dosen lain lagi
"iya pak, saya dan Anna akan pisah rombongan pak, Anna sebaiknya harus istirahat. saya akan pesan taksi menuju hotel pak"
"biar kami berdua ikut temani Anna di hotel pak," kata kayla
"yah, itu akan lebih baik," kata pak Arkana
"Anna, kamu bisa jalan gak," tanya Rania namun aku tidak menjawab, aku bahkan tidak sanggup membuka mataku
"biar aku Gendong saja, Anna maaf yah, aku gendong kamu turun" pak Arkana akan menggendong ku aku tidak peduli lagi. aku hanya ingin istirahat. -aku ingin pulang-
sepertinya pak Arkana benar menggendong ku. menggendong ala bridal style turun dari pesawat menuju masuk ke bandara.
"maaf pak, saya bisa jalan kok, saya bisa turun sekarang" aku meminta pak Arkana menurunkan aku.
"Anna, kau baik-baik saja,?" aku mengangguk
"kamu duduk disini. aku mengambil koper dulu,."
"saya ikut ambil koper pak, koper saya dan koper Rania" kata kayla.
pak Arkana dan kayla pergi bersama mengambil koper kami.
"Ran, maaf yaa ngerepotin kamu, kamu jadinya gak ikut tour pertama"
"ya ampun Anna, kamu gak usah mikirin itu kali, mana bisa kami biarin kamu di anterin pak Arkana, berduan, ke hotel. nanti........" sepertinya Rania menggoda ku
"haha, candaa. sorry.. tapi bener Na, mana mungkin kami ninggalin kamu."
"makasih banyak Ran"
aku berterimakasih kepada Rania dan Kayla yang sangat mengerti keadaanku. tak lama kemudian pak Arkana datang bersama kayla membawa koper di kedua tanganya.
"gimana Na, kamu udah bisa jalan? taksi sudah ada di luar"
aku berdiri dan mencoba berjalan, Rania memapahku. kami pun naik taksi. menuju satu hotel.. sesampai disana pak Arkana melalukan check in..
kami pun menaiki lift menuju entah lantai berapa dan aku sangat mual. bahkan menaiki lift membuatku ingin muntah namun ku tahan sekuat yang kubisa.
pak Arkana membuka pintu kamar hotel, Rania menidurkan ku di tempat tidur. aku pun terlelap dan tidak ingat apa-apa lagi..
...****************...
keesokan harinya aku terbangun. di bangunkan oleh sahabat ku.
"Na, Anna.. bangun.. kitaa harus segera siap-siap"
aku bangun dari tidurku, mengingat semua yang terjadi, aku mengingat di papah oleh Rania menaiki sebuah taksi.
"Annaa..." kayla memanggilku pelan
"iya kay, aku akan segera mandi"
__ADS_1
"Anna kamu baik-baik saja?" kata sahabatku khawatir
"baik-baik aja kok, aku mandi dulu" segera ku bergegas turun dari tempat tidur dan langsung mandi. setelah selesai berpakaian rapi, kami pun turun untuk sarapan. aku berbalik melihat kamar hotel yang kami tempati.
"VIP??" kataku
"yaaappp, pak Arkana baik banget Na, dia memberikan kita kamar VIP" kayla terlihat senang
"semalam aku iseng-iseng tanyain harga kamarnya, kamu tau gak harganya?" tanya Rania membuatku penasaran. aku menggeleng karena memang tidak tau
"permalamnya sampai 1.7 juta Na." kata Rania serius
"haaahhh??" aku kaget sangat tidak percaya. bagaimana bisa pak Arkana memberikan kami hotel semahal itu.
"ssssstttttt, Jangan kencang-kencang Na, pak Arkana ada di sebelah" kata Kayla berbisik sambil menaruh telunjuknya di bibirnya.
"apa?? kok bisa sih?" kataku pelan
"udah yuk jalan aja, kamu tau Na, kamu benar-benar mabuk" kata Rania
"kamu belum ingat apa-apa Na?" kata kayla
"aku cuma ingat Rania memapahku naik taksi" jawabku santai.
"kamu benar-benar parah kalo mabuk Na"
tiiinggg..... lift terbuka dan kami memasuki lift menuju lantai bawah untuk sarapan bersama.
"aaaahhh aku juga gak tau kay, kenapa bisa sih aku kek gini, mungkin karena pertama kalinya aku jalan begini" aku memelas
"udahlah, yuk kita sarapan"
kami keluar dari lift menuju tempat sarapan bersama. di sana Sudah banyak mahasiswa dan dosen yang mulai makan. termasuk pak Arkana sudah ada disana. aku dan sahabatku berjalan ke tempat prasmanan makanan. aku mengambil piring dan
"aaaahhhhkkkk" aku teriak
"Annaaa, kamu kenapa??" Rania dan Kayla panik
"Ra Ra Ran.. aku ingat," aku terbata-bata karena tiba-tiba mengingat semuanya.
"ingat apaa,?? Kayla tambah panik
beberapa mahasiswa mendekati ku karena mereka panik, dosen pun menghampiri ku termasuk pak Arkana.
"Anna, kenapa??" pak Arkana mendekatiku
"aah aak ahk ga papa pak". aku semakin terbata-bata.
-gila gila aku benar-benar gilaa, aakkhh kenapa bisa aku semabuk itu. aaakk aku muntah dan omo-omo ini benar-benar memalukan,-
aku mengingat semuanya. semuanya.
"kamu benar-benar tidak apa-apa Anna?" tanya pak Arkana lagi.
"dia baik-baik aja kok pak," kata kayla sambil menarikku pergi dari situ. Rania pun ikut. aku yakin mereka semua panik. bahkan akupun sampai panik sendiri...
......................
__ADS_1
#to be continued