Dia Dosenku

Dia Dosenku
16. kecewa di pantai Pandawa


__ADS_3

hari pertama sarapan di hotel mewah dan aku kedua sahabatku bersiap untuk sarapan. namun tepat di meja prasmanan tiba-tiba aku teringat semuanya, terutama saat aku muntah di Depan pak Arkana lalu tidur di dadanya. benar-benar memalukan sampai tidak sadar berteriak saking kaget dan tidak percayanya aku. Aku dan kedua sahabatku menjauh dari kumpulan mahasiswa lainnya,.


"Anna, kamu kenapa?"


"Ran, aku aku ingat semuanya Ran, itu itu menjijikkan dan memalukan sekali" kataku kepada Rania


"hahahaa kamu ingat hahahah" Rania justru tertawa terbahak-bahak


"Ran kamu ketawain aku??"


"kamu lucu sekali Na, tapi sudahlah, bersikap seperti biasa saja Na,"


"iya Na, toh semuanya sudah terjadi"


"bagaimana mungkin Kay, aku bahkan malu untuk muncul sekarang, apalagi di depan pak Arkana, aaakk No, " aku merasa sangat malu.


" ga apa-apa Na, semua orang juga sudah tau kok, bersikaplah seperti biasanya seolah tidak terjadi apa-apa. okeee??" kata kayla


"yaaappp, sekarang kita makan yuk. kapan lagi bisa makan di hotel kek gini"


aku dan kedua sahabatku menuju tempat sarapan. aku berusaha setenang mungkin. kami mengambil sarapan dan duduk di meja paling sudut. banyak di antaranya yang sudah selesai sarapan. termasuk pak Arkana sudah tidak ada di tempatnya tadi.


setelah selesai makan, kami pun pergi ke lobi depan hotel untuk menunggu bus. tak lama kemudian bus sudah siap dan kami semua naik bus. aku duduk di dekat jendela lalu Rania. Kayla duduk di depanku. dosen pun menyusul naik. kulihat pak Arkana naik bus kami bersama 4 dosen lainnya..


kunjungan pertama kami ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. disana kami keliling orientasi rumah sakit.


melihat semua ruangan dan termasuk ruangan untuk program bayi tabung. kami mengikuti materi seminar di suatu ruangan luas..


semuanya berlangsung sekitar 3-4 jam. kakiku keram dan pegal efek keliling terlalu lama. naik turun menggunakan tangga.


tiba tengah hari kami selesai di rumah sakit.


kami kembali ke bus,.


sesuai arahan dosen, bus melaju ke restoran untuk makan siang.


sesampai di suatu restoran kami di instruksikan untuk makan dan istirahat. aku dan teman-teman lain turun untuk makan..


aku dan kedua sahabatku menuju prasmanan. aku sama sekali tidak berselera.. kuambil sedikit nasi dan sedikit mie goreng. lalu kami duduk di meja makan.. kami mulai makan tiba-tiba pak Arkana datang.


"Anna.. makan ini.." katanya sambil menyodorkan kantongan.


"ini apa pak," tanyaku dan kedua temanku nampak bingung


"makan aja, kali aja kamu gak suka makanan disini. kamu makan yah, bagi sama teman mu. kelihatannya lapar sekali" katanya sambil mengedipkan mata kepadaku.


"ah iya pak" aku mengangguk keheranan


"iya pak, Anna tidak suka makanan disini. lihat saja dia hanya ambil nasi putih secuil dan mie goreng" Kayla menunjuk piring makanku. dan membuatku malu.

__ADS_1


"yaudah makan yang banyak. kalo ada apa-apa dan butuh sesuatu, telpon atau chat saya. okee" pak Arkana berlalu dan mengusap pucuk kepalaku dan aku merasa berdebar. -aakkhh kok gitu sih? bikin salting aja-


pak Arkana pergi. kini sahabat ku yang kepo dan penuh tanda tanya.


"Na, keknya bener deh pak Arkana naksir kamu" kata kayla


"dia beneran care banget sama kamu Na,"


"dia bawa apasih," Kayla membuka kantongan dan itu ...


"McDonald's ???" kami bertiga serentak heran dan kegirangan.. bagaimana tidak. kami yang tidak berselera makan tiba-tiba di bawakan ayam mcd. kami makan dengan lahap dan kekenyangan.


"pak Arkana beneran baik Na" kata Rania


"bagaimana kalo punya maksud apa-apa?" kataku


"kayaknya sih dia naksir kamu Na," kata Kayla


"bagaimana mungkin, apa menurut kalian dia gak punya Istri??" kataku


"eehhheeeemmm jadi kalo dia gak punya istri kamu mau Na. hahaha" kayla terbahak bahak


"yaaaa bisa aja, secara dia good looking iya gak sih. hahahaha" aku pun ikut bercanda. karna aku tahu itu ga akan mungkin dan mustahil. karena bagiku pak Arkana itu punya istri atau bahkan kekasih.


"bener juga sih. dia tampak seperti bapak-bapak" kata Rania


"sembarang kamu Kay, amit-amit" ku pukul pundaknya.


hahaha, kami terkekeh sambil berjalan menuju bus Karena kita akan melanjutkan perjalanan.


bus melaju menyusuri kota Denpasar. kami pun sampai di pantai Pandawa. pantai yang tersembunyi di balik bukit.


kami berjalan kaki lumayan jauh dan cuaca panas. kakiku keram sekali. mau singgah duduk namun panas sekali.


sesampai disana aku membuka sepatuku, kulihat kakiku memar dan memerah.


"Anna, kamu bisa jalan?"


"perih kay, dan keram banget aku" jawabku meringis.


"ga nikmati pantai dong Anna" kata Rania merajuk


"ga papa, Klian duluan aja. aku jadi penonton yang baik, hehehe"


kedua sahabatku berlarian ke pantai. banyak diantaranya berfoto-foto, semua orang menikmati suasana pantai di sore hari. baik orang lokal maupun turis banyak di pinggir pantai. aku memilih duduk di bawa gazebo. menikmati angin laut dan pemandangan laut tiada tepi.


"Anna.." suara mengagetkanku dari belakang


"iya pak" . pak Arkana datang. membawa 2 buah kelapa. lengkap dengan sendok dan pipet.

__ADS_1


"kamu sendirian, ga ke pantai, kulihat sahabat kamu sangat happy disana" sambil melihat lurus kearah Rania dan Kayla.


"iya pak, kaki saya keram" jawab ku


"kamu minum ini, dan jangan pakai sepatu itu, aku siapkan kamu sepatu di bus" katanya tanpa melihatku dan memberiku kelapa itu


"ga apa-apa pak, hanya perlu istirahat sebentar" jawabku melihatnya dengan serius


"nanti makan malam sama aku, mau??" pak Arkana balik menatap ku serius dan membuat aku gelagapan.


"aah iya ga usah pak" aku cepat berbalik muka dan meminum air kelapa


"kenapa?" katanya sambil berbalik menatap lurus ke pantai


"ga apa-apa pak" jawabku senyum


"mamaku datang malam ini. kamu mau makan dengannya? bukan di luar. tapi di restoran hotel. mau??"


"ahh gimana ya pak, ga usah deh kayaknya pak" jawabku ga tau mau bilang apa.


"Anna, kamu mau jalan sama aku?"


"uhuukkk, uhhuk, hah? ma maaf pak"


"kalo lagi berdua kek gini gak usah panggil bapak yah" katanya sambil mengusap pucuk kepala ku. ingin rasanya saya kabur dari sini. pengen rasanya menghilang sesegera mungkin.


"gak usah gugup gituu, aku bukan dosen disini"


katanya tersenyum tiba-tiba handphone nya berdering.


*iya sayang*


......


*iya sayang, istirahat aja dulu*


......


*kami di pandawa sayang, nanti malam ya ketemunya*


pak Arkana menerima telepon sambil menjauh,. entah apa yang dia bicarakan sambil sayang sayangan. ada rasa cemburu dan kecewa dalam diriku.


-*huft, sudah punya kekasih masih deketin aku? maksud nya? dia jelas-jelas memanggil orang itu sayang dan mereka ketemu nanti malam? terus apa maksudnya selalu membuat ku berdebar. aku benar-benar bodoh.-


mohon tinggalkan like dan komen untuk semangati author upload yaaa :)


see you :):):)


#to be continued*

__ADS_1


__ADS_2