Dia Dosenku

Dia Dosenku
4. Mendapat hukuman lagi


__ADS_3

aku pun menuju ke ruangan pak Arkana. aku benar-benar takut dan gugup. aku berharap tidak terjadi apa-apa seperti kemarin waktu aku tertidur di jam pelajaran nya.


setelah sampai aku mengetuk pintu dan memberikan salam dan pintu terbuka. lalu saya masuk ke ruangan pak Arkana.


"maaf pak saya benar-benar tidak sengaja" kataku sambil menunduk karena ketakutan.


"duduk dulu" kata pak Arkana dan aku pun langsung duduk.


"udah kenyang?" kata pak Arkana


"iya pak. maaf pak saya benar-benar tidak sengaja. saya tidak melihat keadaan sekitar ku" kataku tanpa jeda.


"saya cuma mau bilang, kembalikan buku-buku ini ke perpustakaan"


"hah???" aku sangat terkejut


"kok kaget gitu?"


"ah gak pak, saya bawa sekarang" aku langsung berdiri dan mengangkat buku yang di maksud pak dosen super nyebelin ini.


dan -aaakkkh berat juga sih-


"bisa kamu??"


"bisa pak. saya keluar sekarang pak" saya pun keluar dari ruangan sumpek itu.


lalu pak Arkana menutup kembali pintunya.

__ADS_1


aku membawa buku-buku berat itu keluar. untung Rania dan Kayla menungguku di luar. jadi mereka membantu ku membawa buku-buku itu ke perpustakaan yang ada di lantai 2 kampus ini.


"huufftt dasar dosen tengik, capek banget aku" aku beneran ngosngosan menaiki tangga.


"jangan cari masalah deh, tapi eh lo naik mobil pak Arkana kemarin kan.?" tanya Rania


"hmm, dia antar aku pulang dan bertemu mamaku"


"whaaatt??? dia ketemu mama Lusi?" tanya kayla kaget


"terus ngapain?" sambung Rania


" yah ga ada, cuma bilang (assalamualaikum buu saya dosennya Anna)": kataku menirukan pak Arkana kemarin.


"hahaha gitu doang?"


"eh jangan-jangan pak Arkana naksir kamu?" timpal Kayla


"haaah? jangan aneh-aneh deh key, mana tau dia ada istri"


"ssttt atau gak dia duda" kata Rania sambil berbisik


"iya secara dia nyembunyiin statusnya kemarin" aku pun membenarkan


"iiiuuhhhh" Rania bergidik ngeri..


"udah ah ke kelas yuk bentar lagi jam pelajaran

__ADS_1


mulai,"


kami pun mengikuti jam kuliah terakhir. suasana mendung hampir hujan membuat suasana kelas jadi lebih dingin dari biasanya.


tak lama kemudian jam pelajaran telah usai. aku tidak menuju gerbang karena hujan deras dan tidak mungkin ada ojek online di tengah hujan deras ini.


aku berdiri menunggu hujan reda di kantin depan kampus. namun tiba-tiba ada yang menyapaku dari belakang dan membuat aku terkejut.


"nungguin saya?"


"hah? ah tidak pak. saya menunggu hujan berhenti" -pertanyaan apaan. menunggunya?? geer banget sih-


"bareng saya aja"


"ahh gak usah pak ga apa-apa saya tunggu hujan nya reda"


"yuk, ikut payung saya ke parkiran" pak Arkana lagi-lagi menarik tangan ku ke bawa payung nya.


jantung ku berdebar kencang gak karuan. Bau parfum nya yang maskulin menggoda indra penciuman ku. berjalan beriringan seperti ini rasanya canggung dan gugup sekali. Ditambah pandangan teman kampus dan dosen lain. rasanya seperti ingin segera menghilang.


sesampai di mobilnya, dia lalu membuka pintu mobilnya dan menyuruh ku masuk..


Aku pun masuk dan duduk dengan perasaan tidak karuan.


Mobil melaju menyusuri kota dengan keheningan. hanya rintik hujan yang bersuara. menambah kecanggungan suasana. Namun tiba-tiba pak Arkana membuka percakapan ..


#to be continued

__ADS_1


__ADS_2