Dia Dosenku

Dia Dosenku
9. aku menghadap pak Arkana


__ADS_3

malam telah berlalu dan pagi menyapa. aku di bangunkan ibuku.


"Anna.. kamu udah baikan nak? kemarin kayla menelpon mama, katanya kamu pingsan, dan udah balik ke rumah. mama buru-buru pulang dan mendapati kamu tidur, dan mama gak ganggu tidurmu" mama mengusap kepala ku


"aku udah baikan ma, entah kemarin tiba-tiba kepalaku pusing ma"


"kamu gak usah ke kampus dulu,"


"gak apa-apa maa.. beneran udah baikan"


"oh ya, kata kayla kalian akan studi tour?"


"iya ma, mama gak perlu khawatir, aku akan menghadap ke dosen kalo aku ga usah ikut karena suatu hal"


"jangan Nak, kamu tanya aja dosen kamu, bisa di cicil gak, kamu harus ikut, ini peluang kamu melihat kampung orang, sekedar jalan-jalan menghilangkan penat kamu"


"iya ma makasih banyak ma" aku memeluk mamaku. mendapatkan kehangatan dan kekuatan darinya. aku sangat mengerti bahwa orang tuaku tidak punya uang sebanyak itu. tapi kalo untuk nyicil pasti bisa menyisihkan sedikit keuntungan.


aku bergegas mandi dan siap-siap ke kampus. kupesan ojek online dan berangkat. sesampai di kampus aku berjalan memasuki halaman kampus. tiba-tiba aku berpapasan dengan pak Arkana.


tapi pak Arkana sama sekali tidak menyapa ku. jangankan menyapa, melihat ku saja tidak.


apa pak Arkana marah? atau memang tidak melihat ku? ah tidak mungkin. jelas-jelas aku melihat wajahnya dari dekat. apa aku salah yah.


aku balik menatap punggung pak Arkana hingga menghilang. ada rasa sedih dan rasa hampa ketika pak Arkana tidak menyapaku. tapi ah sudahlah. emang aku siapanya.


ku balik tubuhkan dan melangkah ke kelas ku.


aku langsung duduk, ku lihat sekeliling ku tidak ada Rania dan Kayla..


"Ren, Rania dan kayla belum datang?"


"ada deh kayaknya ke kantin, gimana keadaan kamu, kenapa gak absen aja dulu"


"aku udah baikan kok Ren, makasih pengertian nya"


"Annaaa.. kamu Dateng??" pekik Rania


"iya Ran, aku udah baikan"


"padahal kamu bisa absen dulu Na," kayla memegang tanganku erat


"aku udah baikan bener deh"...


waktu pelajaran berlangsung. tak henti-hentinya sahabat ku mengkhawatirkan keadaan ku. mungkin mereka takut aku pingsan lagi.. 1 jam pelajaran berlalu. waktu istirahat pun tiba. aku bergegas untuk menghadap ke dosen ku tentang pembayaran ku study tour nantinya.


"Anna, kamu baik-baik aja kan."


"aku beneran gak apa-apa kayyy"


"kalo gitu kita makan yuk," ajak kayla.


"kalian duluan deh, aku mau urus sesuatu dulu di kantor"

__ADS_1


"urusan apa Na?"


"biasa Ran, urusan pembayaran aku studi tour, mamaku belum ada uang mungkin cuma bisa bayar setengah dulu"


"kita bayarin kamu aja dulu Na?"


"gak gak, jangan Ran, aku mau minta keringanan dulu. hehe.


"sayaang semangat yaaa, kamu tau kan kita akan selalu ada untuk kamu" kata kayla yang mencubit pipiku dengan gemesnya.


"iya, makasih banyak Ran, kay"


"yaudah kita duluan ya, nanti kamu nyusul kan."


"iya, kalo udah selesai aku nyusul"


kami pun berpisah, kayla dan Rania segera ke kantin dan aku ke ruangan staf dan dosen. aku menemui salah satu Dosen untuk bertanya.


"assalamualaikum buu"


"waalaikum salam, ada apa Anna?"


"maaf Bu, mengenai pembayaran studi tour ku, apa bisa saya cicil bu?"


"penanggung jawab kelas kamu siapa?"


"pak Arkana bu"


"kamu temui pak Arkana dulu. minta solusi sama dia bagaimana baiknya"


aku melangkah gontai menuju ruangan pak Arkana. aku sedikit gugup dan takut. dengan jantung berdebar aku mengetuk pintu.


-bagaimana ini, aku harus bilang apa. apa pak kana akan setuju? aaahhh sudahlah. hufftt bismillahirrahmanirrahim


tok-tok "assalamualaikum"..


pintu terbuka


"waalaikum salam, masuk"


pak Arkana mempersilahkan aku masuk. aku benar-benar takut dan meremas jariku.


"silahkan duduk, ada apa?"


"maaf pak, ini mengenai pembayaran studi tour ku pak" saya bicara tanpa melihat pak Arkana Karena gugup


"apa bisa kamu melihat saya?" tanya nya dengan lembut, aku pun mengangkat wajahku perlahan untuk menatap pak Arkana


"maaf pak" kataku mempererat remasan jariku.


"kenapa studi tour kamu?".


"maaf sebelumnya pak, saya bermaksud meminta keringanan pembayaran, apa bisa pembayaran nya saya cicil pak?"

__ADS_1


"kamu mau cicil berapa?"


"saya bermaksud cicil sejuta perbulan pak, apa bisa saya bayar 1 juta sebelum berangkat pak, sisanya saya akan cicil perbulan. kalo bisa pak"


"baik saya akan rekomendasikan kamu. setelah kamu punya uang, hubungi saya dulu, nanti kita bayar sama-sama di bank. karena slip pembayaran kamu nantinya butuh tanda tangan saya"


"ah terimakasih banyak pak, terimakasih banyak. insyaallah besok saya akan siapkan uangnya. terimakasih banyak sebelumnya pak" kataku dengan semangat dan sumringah.


"jangan beritahukan yang lain, karena ini jalur khusus"


"iya pak, terima kasih banyak pak, saya akan ke kelas sekarang pak, terima kasih" tak henti-hentinya aku mengucapkan terima kasih.


"sebaiknya kamu ke kantin dulu, jangan lupa makan, tubuhmu ringan sekali" katanya tanpa melihat ku


"aahh iya pak, dan terima kasih sudah menolong saya saat saya pingsan pak, terima kasih banyak"


"lalu kenapa kamu pergi tanpa menunggu saya?" aura dingin terpancar pada wajahnya.


"maaf pak, saya tidak ingin merepotkan bapak,"


"lalu kenapa tidak mengabari ku? atau kamu sengaja menghindari saya Anna?" dia menatapku serius dan mendalam. entah itu ekspresi apa, saya tidak mengerti.


"maaf pak sayaa..... "


"kamu tau betapa khawatirnya saya? betapa paniknya saya saat kamu jatuh? kamu tau berapa jadwal yang saya batalkan demi kamu? kamu tau betapa paniknya saya saat keruangan medis kamu gak ada, saya ke kelas kamu dan teman kamu bilang kamu pulang, saya berlarian ke gerbang dan kamu sudah tidak ada"


"ma maaf pak .." tidak terasa air mataku menetes. entah ini perasaan apa.


"hapus air mata kamu, dan saya mohon sama kamu jangan menghindari saya," lalu memberi ku sapu tangannya.


"saya takut pak .. " jawabku hampir terisak


"takut kenapa?"


saya takut kalo saya menyukai bapak pada akhirnya dan bagaimana tanggapan orang-orang, aku takut rasaku mendalam dan akhirnya sakit dengan perasaan dan kebodohan ku sendiri.


"ya sudah, hapus air mata kamu, dan balik ke kelasmu, kalo bisa kamu ke kantin dulu. saya akan terlambat masuk 15 menit. jadi kamu bisa makan tanpa buru-buru"


saya mengangguk dan berdiri, dan pak Arkana membukakan pintu. aku berjalan ke kantin sambil menguasai diriku. sesampainya di kantin saya memesan makanan dan makan dengan lahap tanpa memikirkan perasaan ku lagi. setelah makan aku ke kelas ku. benar kata pak Arkana dia benar-benar terlambat 15 menit. aku bertemu di depan pintu.


"silahkan pak, bapak duluan" kataku


pak Arkana membalasnya dengan senyuman lalu masuk ke kelasku.


jam pelajaran berlangsung sampai akhir jam pelajaran. pak Arkana meninggalkan kelas lalu di susul mahasiswa lainnya. aku pun berdiri namun telepon ku berdering tanda pesan masuk. kulihat layar hp ku dan itu chat dari pak Arkana.


*saya antar kamu pulang*


isi pesan nya singkat, dan aku memutuskan untuk menunggunya di gerbang kampus.


"Annaa ... "


seseorang memanggil ku ....

__ADS_1


#to be continued


__ADS_2