Dia Dosenku

Dia Dosenku
17. hal tak terduga


__ADS_3

ku tatap punggung itu menjauh ke arah pantai. siapa wanita itu. siapa yang dia telpon. aku kecewa namun aku tau posisiku siapa. aku hanya sebatas mahasiswanya.


-tapi kenapa dia begitu perhatian, aah aku sudah terlena dan aku sakit sendiri, hahaha bodohnya kamu Anna, kamu siapa sih-


kulihat pak Arkana kembali berjalan ke arahku sambil memasukkan telepon ke sakunya. dia benar-benar tampan dari segala arah. tubuh yang atletis dengan kulit putih.


"Anna...??" suaranya mengagetkan ku dan tersadar dari lamunan


"iya pak" aku gelagapan lagi -kontrol diri kamu Anna"


"kamu melamun? ngelamunin aku yah" dia terkekeh


"ah tidak pak, itu ga mungkin, aku hanya senang melihat orang-orang bersenang-senang pak, namun saya gak bisa ikut"


"kamu mau aku temani?"


"ah ga pak.." jawabku melihat pak Arkana sekilas. aku kembali melihat Rania dan Kayla berkejaran di bibir pantai. Ingin rasanya aku kesana saja daripada disini duduk dengan pak Arkana. dering ponsel pak Arkana membuyarkan lamunan ku. seseorang video call.


*haaiiii* kata orang itu -cewe? pacarnya? istrinya? ah sudahlah-


*hai sayang lagi dimana, tumben nelpon* pak Arkana said


*aku lagi prepare mau pulang, kaangeen* perempuan itu tampak merajuk


*oh yaah?? kamu mampir di Bali yah. aku lagi di Bali*


*Bali? tumben ke Bali?, ada acara??*


*aku mendampingi mahasiswa ku, ini salah satunya* pak Arkana mengarahkan kamera ke arahku, aku melihat perempuan itu cantik sekali


*kamu bersama mahasiswa mu?? siapa?? kamu itu milik akuuuu* perempuan itu tampak cemberut


*iyaaa sayang, aku tunggu di Bali yah. mama papa juga akan nyusul loh*


*benarkah?? aku kangen banget sama mama papa*


*pokoknya aku tunggu di Hotel Puri Nusa Indah, dah yaaa mahasiswa aku udah cemberut*


pak Arkana mematikan panggilan sepihak. entah siapa iti tapi sepertinya mereka sangat dekat..


"dia siapanya bapak?" -astagaa aku bertanya?? Annaa apa yang kamu lakukan. kenapa kamu bertanya. omg ini benar-benar memalukan-.


aku tanpa sadar bertanya. pak Arkana mengerutkan keningnya dan tersenyum seolah tau aku dari tadi memperhatikan dan cemburu.


"diaa?? yang barusan vcall?, dia... yah bisa ku katakan kalo dia separuh hidupku.. dia selalu ada untukku. kamu mau ketemu dengannya? malam ini dia akan tiba di hotel kita. dia besok pagi akan ikut sarapan bersama kita kalo kamu mau ketemu."


"ah tidak perlu pak, untuk apa juga" jawabku dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"teman kamu sudah datang. aku pergi dulu. oh yah kamu bawa sandal?? ada sandal dan sepatu aku beli untuk kamu di bus. kemarin aku lupa berikan. nanti kamu pake yah. jangan sampai terluka lagi sayang".


pak Arkana berlalu pergi tanpa menoleh lagi meninggalkan aku yang melongo tak percaya dengan apa yang ku dengar. Rania dan Kayla datang menyadarkan aku.


"pak Arkana kenapa Na?". tanya Rania


"aku dengar dia memanggilmu sayang?". timpal kayla


"ak aku aku gak tau kay, dia baik sekali sama aku care sama aku tapi..." tiba-tiba telepon ku berdering " mamaku sayang"


*halo maa*


*Anna, kamu baik-baik saja? kenapa tidak menelepon mama?*


*aku baik-baik saja ma, kemarin aku mabuk berat ma, mabuk darat dan udara.*


*terus gimana kamu sekarang?*


*udah baikan ma, udah gak apa-apa kok*


*ya udah, bersenang senang dan belajarlah kamu disitu Nak*

__ADS_1


*iya maa, mama juga baik-baik yaa*


mama menutup teleponnya, Kayla dan Rania kembali memborongiku pertanyaan.


"tapi kenapa Na?" sambung kayla


"kenapa apanya kay?"


"pak Arkana kenapaaa"


"sudahlah kay" kataku cemberut


"Anna, kamu suka sama pak Arkana yah" selidik Rania


"iya Na, kentara banget loh kamu suka" kata kayla


"itu ga mungkin Ran, meskipun aku suka gak mungkin aku gapai"


"What do you mean??"


"tadi pak Arkana bicara dengan separuh jiwanya. dia barusan vcall disini bersama perempuan, cantik banget pula"


"kamu lihat??" kayla said


"lihat, pak Arkana mengarahkan kamera nya dan aku melihat perempuan itu, terus perempuan itu bilang kamu hanya milik aku, dan pak Arkana bilang iya sayaaang" kataku memperagakan pak Arkana berbicara.


"hahaha, sabar Anna.. dia juga bukan level kita ya kan" Rania menyemangati ku


"iya Ran. aku yang bodoh dengan segala kebaikan nya"


"udah yuk, kita istirahat di bus saja" ajak Rania


aku dan kedua sahabatku kembali ke bus. kaki ku yang perih ku paksakan berjalan. kami naik bus untuk istirahat sambil menunggu wisata pantai selesai.


pak Arkana tiba-tiba muncul dan memberi ku kotak besar.


"hadiah yang ku janjikan kemarin, kamu pake yah. aku ga mau kamu pake sepatu yang membuat kaki kamu sakit"


"hadiah??"


"kemarinkan aku janji kamu, lupa ngasih nya"


"t tapi pak"


"pake yah, dan ini makan dengan teman kamu,.


"t tapi pak"


"terimakasih banyak pak" kayla yang bar-bar langsung merebut kresek yang ada di tangan pak Arkana.


"jaga kesayangan ku yaa, kay" kata pak Arkana membuat aku berdebar dan dia tau nama kayla. kayla dan Rania pun tak kalah terkejutnya. pak Arkana berlalu pergi untuk duduk di kursi bus paling depan dekat supir.


"kalian dengar? pak Arkana menyebut namaku? dia tau namaku?"


"kesayangan? siapa? Anna?" kata Rania


"hah? aku? bagaimana mungkin Ran, dia itu punya kekasih, aku melihat nya."


"sssstttttt buka Na, dia ngasih kamu apa" kayla said


"kamu ini kay, ngapain juga langsung main nyosor saja, tiba-tiba mengambil kresek itu dari pak Arkana" kata Rania sedikit penuh tekanan


"respect gaess wkwkwkw, ayo buka buka kotaknya" kata kayla sambil berbisik


aku mulai membuka kotaknya, di dalam kotak ada sepatu, warna pink putih cantik sekali, sepertinya sangat mahal. kemudian ada sandal jepit, dompet dan tas.


"ini hermes semua Na, ini asli Na, ini mahal". aku dan kedua sahabatku sangat heran dan kaget.


"ini tuh puluhan juta Na, kau tahu sandal jepit ini? ini 5 jutaan Na"

__ADS_1


"hah?? bagaimana bisa? maksud aku kenapa dia memberkan aku ini?"


aku dan sahabatku kebingungan, lalu kulihat dompet itu, dompet dior. lalu kubuka dan di dalamnya ada beberapa uang lembaran 100ribu, kartu Atm,.


"Blackcard ???" pekik ku dan kedua sahabatku dan kami langsung menutup mulut karena membuat keributan, beberapa mahasiswa berbalik melihat kami untung semua orang belum pada balik ke bus, jadinya tidak terlalu banyak yang mendengarnya. kami bertiga saling mendekat dan berbicara sambil berbisik-bisik.


"ini atm beneran?" kata kayla


"ini maksudnya apa?" kataku


"dia membeli kamu Na?" kata Rania


"Anna, uang cash ini 5juta" pekik kayla


"hah? sini deh aku belikin, ini udah gak bener kay" pekik ku berbisik


"iya Na, balikin cepetan, mumpung belum ada orang" Rania lalu menarik ku,


aku berdiri dan melangkah ke tempat pak Arkana, aku membawakan semua barangnya yang ada di kotak. aku melihat pak Arkana mengotak atik handphone nya. akupun memberikan diri menyapanya duluan.


"permisi pak" pak Arkana sontak berbalik


"iya Na, ada apa?"


"bisa kita turun berbicara sebentar pak?"


"oh baiklah" aku dan pak Arkana pun turun sambil berjalan ke kursi di bawah pohon.


"pak ini maksudnya apa? ini berlebihan pak" sambil menyodorkan kotak berisi barang-barang nya.


"kamu pake yah. ini untuk kamu kok, aku gak mau kaki kamu terkilir kek gitu" katanya tersenyum


"tapi pak, didalam sini bukan cuma sepatu pak" sanggah ku


"semua yang ada didalam kotak itu milik kamu Anna"


"ta tapi pak, ada uang jutaan dan blackcard pak, itu itu berlebihan pak"


"kenapa? aku malah mau kamu yang pegang semua uang aku, termasuk hatiku jika bisa" dia mengedipkan matanya seraya tersenyum.


"hah??"


"kamu ambil yah, pake have fun dengan sahabat kamu, Jangan lupa belikan bapak dan ibu oleh-oleh".


"tapi pak ini banyak sekali dan ini sangat berlebihan pak"


"bicara lagi aku cium kamu di sini Anna" katanya dengan senyum nyengir


"hah?? iya pak terimakasih banyak pak" aku segera berlari naik ke mobil, kedua sahabatku yang bar-bar dan super kepo langsung menanyakannya apa yang terjadi.


"Anna, awas, kamu kenapa berhamburan kek gitu sih, pak Arkana bilang apa?" pekik kayla


"kay pak Arkana keknya gak waras deh" kataku terengah-engah


"maksud kamu?" timpal Rania


"berkali-kali aku bilang ini sangat berlebihan pak, terus dia bilang, bicara lagi kamu aku cium kamu disini Anna, iiiiih aku merinding gaes, see???" aku lalu menunjukkan bulu kudukku yang memang tengah berdiri..


"iiihh terus gimana barang ini Anna?" kata Rania


"dia ngasih aku semuanya, termasuk uangnya untuk kita have fun."


"yeyy have fun" kata Kayla sumringah


"sembarang kamu kay, aku gak bakal pake uangnya. ntar minta di balikin aku mau balikin pake apa"..


"terus gimana" .....


#to be continued

__ADS_1


__ADS_2