Dia Dosenku

Dia Dosenku
2. Pak Dosen Ketemu Mama


__ADS_3

-wah sandwich nya Enak banget, pasti yang bikin istrinya- aku tertegun dan bergidik ngeri membayangkan istrinya. Dan tertawa sendiri dalam hati.


"Kamu melamun?" Tanyanya tiba-tiba.


"Hah, ti tidak pak, boleh saya balik ke kelas sekarang?"


"Yah silahkan"


Aku lalu bergegas pergi meninggalkan ruangan itu membawa sekotak susu yang dia berikan.


"Anna wait wait giman gimana kamu ngapain di ruangannya, kamu di hukum? Di beri peringatan?" Tanya Kayla tanpa jeda.


"Pelan - pelan kenapa?, Aku gak ngapa-ngapain. Cuma di suruh makan sandwich".


"Masa sih, aaahhh pak dosen tau kamu kurang makan" kata Rania sambil tertawa


"issss yang benar saja, nih kamu mau susunya?" Sambil menyodorkan susu kotak itu ke Rania


"Yapp maulaahh, sini"


"Bagi dong Ran" kata Kayla dengan sumringah


Sontak Rania langsung mengambilnya dan meminumnya bersama Kayla. Aku gak nyangka kedua sahabatku segitu semangat nya.


Satu hari kuhabiskan di kampus dengan rasa tidak semangat. Membantu papa sampai subuh benar benar membuat ku drop.


Jam kuliah selesai, saatnya pulang kerumah.


Aku memesan ojek online di aplikasi ku sambil menunggu di gerbang kampus.


Rania dan Kayla sudah pulang duluan di jemput oleh supirnya. Yah mereka termasuk orang kaya. Mereka yang selalu bersamaku sejak SMA tanpa memandang status keluarga ku yang serba kekurangan. Sambil menunggu ojek online tiba-tiba mobil mewah keluar dari di pintu gerbang kampus. Mobil itu berhenti dan menurunkan kaca pintunya.


"Nungguin siapa?"


"Saya nunggu ojek online pak" wah ternyata mobil pak dosen.


"Mau saya antar?" Sambil turun dari mobilnya


"Hah tidak usah pak, itu ojeknya sudah datang" kataku sambil menunjuk tukang ojek yang baru tiba.


Pak Arkana menghampiri ojek itu dan memberikan selembar uang biru. Entah apa yang mereka bicarakan. Saya menyusul untuk naik ojek, tiba-tiba ojeknya pergi.


"Loh pak saya yang mesan ojek, kok pergi pak" ku teriaki ojek itu yang sudah berlalu.


"Saya buru-buru neng" sambil berlalu menambah kecepatan motornya.


"Ojeknya sudah pergi, kamu saya antar yuk" sambil berlalu membuka pintu mobil nya.


"Ah tidak usah pak, saya bisa pesan ojek lagi" sambil mengotak atik hp ku untuk pesan ojek online lagi.


"Udah yuk aku antar kamu" lalu menarik tangan ku masuk ke mobilnya.


Dia lalu masuk mobil dan menyalakan mobilnya. Benar-benar tidak menyangka kalo aku naik mobil dosen ini.


-Yah tampan sih tapi gimana kalo istri nya tau. Gimana kalo orang liat. Gimana gimana nih-


"Kamu kenapa?" Tanyanya tanpa menoleh


"Hah? . Ah tidak apa-apa pak" kupaksakan senyumku karena gugup.


"Kamu mau kemana?"


"Ahh antar saya ke pasar pak, depan pasar sentral pegagan" kataku mulai menguasai diri.


"Ke pasar?" Sambil menoleh kebingungan.


"Iya pak, saya mau ke pasar"

__ADS_1


"Ngapain ?"


"Bapak dan ibu saya jualan di sana pak, emang tiap pulang kampus saya ke sana bantu ibu bapak"


"Oh..." Dia mengangguk. Entah apa yang dia pikirkan. "Boleh saya kenalan dengan ibu bapak kamu?"


" Uhhuk.. Haah? Maksudnya pak?" Saya tersedak liur sendiri.


"Yah maksud saya kalo kamu sudah nyampe boleh kan saya turun kenalan sama ibu bapak kamu" katanya tanpa ekspresi


"i i iya pak" saya benar-benar gugup. Entah apa maksud dosen tampan ini.


Setelah itu hanya keheningan, tanpa bicara lagi. Tak lama kemudian kami sampai di pasar tempat orang tuaku jualan.


"Stop di depan pak, di depan kedai buah itu" sambil menunjukkan kedai papa. Kedai buah pak Ahmad nama kedai papaku.


"Kamu jualan disini"


"Iya pak. Terimakasih banyak tumpangannya pak. Saya turun dulu."


Saya pun turun tanpa melihat pak dosenku yang ternyata beneran ikut turun juga.


"Anna sudah pulang nak, kamu sama siapa?" Tanya ibuku


"Ah iya ma, dia dosenku. Dia ngasih aku tumpangan ma" katamu sambil menggaruk kepala ku yang tidak gatal.


"Assalamualaikum bu, saya Arkana, dosennya Anna" sambil menjabat tangan ibuku.


"Ah iya pak, terimakasih banyak sudah mengantarkan Anna, dia tidak berbuat salah kan pak, Anna orangnya plin-plan soalnya" timpal ibuku


"Oh tidak bu, saya kebetulan lewat tadi"


"Silahkan duduk pak, makan buah dulu"


"Ah tidak perlu bu, saya buru-buru. Saya ada janji. Saya pulang dulu bu"


"Sama-sama bu, saya pamit dulu, by Anna" dia melambaikan tangan ke arah ku. Lalu masuk mobil nya dan melajukan mobilnya.


"Kok tumben dosen kamu antar?" Tanya ibuku sembari menyelidik.


"Mama gak mikir macem-macem kan" timpalku sambil menyelidik juga


"Ah sudah, masuk makan sana, papa sama Lidia makan di dalam"


"Oke maaam sayang" ku kecup pipinya lalu masuk ke dalam.


"Kak, dosennya tampan yah" timpal lidia


"Maksudnya?"


"Kaka naksir sama dosen itu yah"


"Naksir dengkul mu" ku jitak kepalanya


"Aaaoocch sakit tau gak"


"Lagian suka banget ngawur"


"Sudah, kalian kalo ketemu kok berantem mulu, sudah, makan cepet" ayah melerai dan kami melanjutkan makan tanpa ada drama lagi.


Setelah selesai makan aku ke depan menjual menggantikan ibuku, sambil membawa buku pelajaran untuk mengerjakan tugas harian.


Sedangkan Lidia siap-siap untuk tidur siang.


Keseharian aku seperti itu. Jelang magrib aku, ibu dan Lidia bergegas pulang.


Sedangkan papa tinggal jualan sampai jam 10 malam.

__ADS_1


Setelah sampai rumah aku rebahan di kamarku.


Tiba-tiba melihat tanganku yang di tarik pak dosen tadi. "Tampannya"


Aku bergumam tapi tiba-tiba sadar. "Ya ampun. Aku pasti gila. Ngapain mikirin pak Arkana. No No No ini gak boleh"


Ku tepuk pipiku untuk melupakan hal-hal yang mustahil.


Lalu kuperbaiki posisi tidurku hingga terlelap.


Hingga pagi buta, seperti biasa, suara ibuku memecah dan membuyarkan bunga tidurku


"Annaa... Kok masih ga bisa bangun pagi kamu" ibu teriak dan menarik selimut ku.


"Maaa, bentar lagi napaa"


"Bangun gak."


"Iya maa"


Setengah sadar aku menuju kamar mandi dan "buugghh' kejedot pintu yang tiba-tiba di tutup Lidia


"Aaahhhh Lidiaaaaa"


"Mamaaaaaa, Anna ngamuk" teriaknya


"Sini lo gak," aku mengejar Lidia yang lari bersembunyi di belakang papa


"Papa dia ngamuk"


"Papa dia tiba-tiba nutup pintu nya" sambil menarik Lidia.


"Aku kan ga tau kaka ada disitu"


"Bilang aja kamu sengaja, iya kan"


"Ini kalian kenapa sih, Anna sudah kamu sana mandi, Lidia kok kamu gitu sih sama kaka kamu"


"Udah, Lidia sarapan dulu baru berangkat yah, Anna mandi sana. Nanti telat lagi"


Sambil menyiapkan sarapan.


"Iya ma"


Setelah selesai mandi dan sarapan sayapun menuju kampus. Seperti biasa. Memesan ojek online. Karena kami belum memiliki motor.


Sesampai nya di kampus, Rania juga baru datang.


"Annaa bareng masuk yuk"


"Yuk, Kayla belum datang?"


"Tau nih, eh kemarin aku sempat liat kamu naik mobil pak Arkana"


"Masa sih, tau dari mana?"


"Jadi kemarin aku balik ke kampus, hape aku ketinggalan"


"Gila kamu yah, bisanya ninggalin hape"


"Annaaa..."


Suara laki-laki itu ...


Siapa yang manggil yaahh


#to be continued#

__ADS_1


__ADS_2