Dia Dosenku

Dia Dosenku
20. kebenaran terungkap


__ADS_3

aku panik bahkan sangat panik. apa yang ku takut kan terjadi. perempuan yang bersama pak Arkana menarikku ke dalam toilet. aku benar-benar lemas. apa yang akan ku lakukan. kay, Rania, kalian dimana..


"ikut aku" kata perempuan itu dan aku mengikuti nya dari belakang.


"kamu apanya Arkana?" tanyanya menyelidik


"bukan apa-apa kak sungguh, di dosen saya"


"terus kenapa tadi dia memeluk kamu"


"i i itu bukan apa-apa kak. sungguh kak. aku aku benar-benar minta maaf kak. ini tidak seperti yang kakak pikiran. aku minta maaf kak sungguh" mataku berkaca-kaca dan terus menunduk. aku benar-benar takut dan gemetar.


"oh yah? aku dengar Kana memberikan kamu banyak barang termasuk uang dan blackcard, mana?"


"itu itu aku gak tau kak, pak Arkana yang terus memberikanku, dan uang itu ada disini kak. aku terus ingin mengembalikannya kak tapi pak Arkana terus menolak. sungguh kak,. kakak bisa mengambil nya aku tidak pernah memakai nya kak. dan untuk barang-barang nya itu ada di hotel kak, aku akan berikan semuanya sama kakak, aku mohon kak bisa kakak memberikan semua itu pada pak Arkana, aku benar-benar terbebani kak." aku terus mengoceh sambil mengeluarkan dompet dari dari tas ku dan kuberikan pada perempuan ini.


"kenapa? bukannya kamu suka? cewe seperti kamu kan emang untuk menggoda laki-laki kaya. bukan begitu?" bukannya mengambil dompet dia malah menghinaku


"aku aku aku ga seperti itu kak" air mataku menetes tak terbendung. aku merasakan sakit. tiba-tiba pak Arkana datang.


"Anna.. kamu kenapa?" pak Arkana mendekatiku dan aku berlari pergi meninggalkan mereka. aku gak tau mau lari kemana. aku lari sebisa mungkin. telepon ku berdering kulihat nama Kayla disana. aku segera mengangkat nya.


*Anna kamu dimana?*


*kay, aku aku aku gak tau kay* jawabku terisak


*Anna, kamu dimana, kamu kenapa?*


*aku gak tau kay* aku menangis sejadi-jadinya. aku gak mikirin betapa paniknya sahabatku. aku kembali ke mobil bus aku duduk disana. sendirian.


telepon berdering, kulihat nama pak Arkana disana. aku tidak menjawabnya. kukirim chat ke kayla bahwa aku ada di bus istirahat.


tak lama kemudian pak Arkana datang ke bus. dia naik menghampiri ku. aku takut dan panik.


"Anna, aku minta maaf"


"ngapain bapak disini?"


"kamu chat aku Na, aku panik sudah mencari kamu kemana-mana tadi"


"hah??" kuperiksa WhatsApp ku dan benar. aku mengirim chat ke pak Arkana bukan ke kayla.


"kamu kaget? nyatanya chat kamu nyasar ke aku"


"maaf pak,"


"apa yang kamu bicarakan dengannya tadi?"


"dia melihat bapak memeluk saya tadi. maaf pak mungkin sebaiknya bapak pergi. sebentar lagi semuanya akan datang".


"kenapa?"


"maaf pak, saya tidak ingin terlibat dengan bapak dan istri bapak"


"istri??"

__ADS_1


"maksud saya kekasih bapak, perempuan cantik yang tadi itu"


"Lidia?? hahahahhaha" pak Arkana tertawa terbahak-bahak dan menitikkan air mata.


"apanya yang lucu pak?"


"kamu Na, kamu sangat lucu, hahahha... Lidia itu adik aku sayang hahaha"


"hah??" aku bingung kaget dan senang bercampur aduk.


"dia adik aku, dia kuliah di luar negeri. kemarin dia pulang dan aku suruh dia singgah di sini. sekalian liburan bareng keluarga"


"ta tapi?"


"kamu cemburu sama Lidia?"


"aku pikir itu istri bapak" aku menunduk


"istri aku itu nanti kamu Anna" lagi-lagi pak Arkana mengusap pucuk kepala ku. aku damai dan aku senang.


"bisa kamu liat aku?" kata pak Arkana lembut dan kuberanikan diri untuk mengangkat kepala ku dan menatap nya.


"aku sayang sama kamu Anna, aku tulus Sama kamu, apa kamu bisa menjaga hati kamu untuk aku?"


"tapi pak, apa aku pantas untuk bapak? aku cuma mahasiswa biasa pak,"


"aku juga cuma dosen biasa sayang"


"kalau kak Lidia adik bapak, berarti bapak? aaappp" aku kaget dan terkejut. aku menutup mulut ku dengan tanganku karena gak percaya. bagaimana bisa pak Arkana anaknya direktur.


"tadi pagi aku mau mengajak kamu makan dengan calon ipar dan mertuamu sayang. tapi kamu malah lari, kamu setakut itu? banyak loh yang antri mau makan sama aku. kamu malah menolak mentah-mentah, kamu tau gak papa tadi ngeledek aku, karena ga bisa ajak kamu makan" pak Arkana menjelaskan panjang lebar


"dan tadi di tanah lot, aku mau ngajak kamu foto bareng. kamu lari lagi"


"aku aku takut pak. aku pikir bapak bersama istri bapak"


"tapi sekarang kamu jangan salah paham lagi yah,."


"aku gak yakin pak, aku sadar diri dengan posisi aku pak, aku merasa tidak pantas untuk bapak"


"kenapa?"


"aku tidak selevel dengan bapak"


"ga usah mikir macem-macem sayang, pokoknya malam ini aku jemput kamu. kita akan makan malam bersama keluarga ku"


"ta tapi pak"


"ga ada tapi-tapian,, setelah pulang nanti malam kamu siap-siap yah,". pak Arkana berdiri dan mencium pucuk kepalaku. aku tidak percaya. -apa aku bermimpi? tapi perempuan itu bukan istrinya? itu adiknya. aaaakkkhh-


aku menelpon sahabatku. dan menyuruh nya ke bus. mereka datang dan membawakan ku makanan.


"Anna, kamu dari tadi disini??" katt kayla


"kay, aku aku harus gimana kay"

__ADS_1


"kenapa?" timpal Rania


"pak Arkana dia dia menyatakan cinta Ran, sama aku, perempuan itu adiknya, bukan istrinya."


"benarkah??"


"terus kamu bilang apa?"


"aku ga bilang apa-apa, ga nolak gak nerima. tapi nanti malam dia mengajakku makan malam, gimana dong"


"ada yang kasmaran cie ciee" ledek kayla


"aku harus gimana? apa aku pura-pura sakit?"


"mana bisa kek gitu Na, kamu harus datang nanti malam"


"tunggu, kalo kamu bilang itu adiknya pak Arkana berarti, pak Arkana anaknya direktur???


"iya kay, dia anaknya direktur."


"kamu beruntung banget Na"


"bukan beruntung kay, aku malah gak enak gimana gitu. perasaanku kita gak selevel"


"itu bukan masalah, yang penting dia cinta sama kita, iya gak kay" goda Rania


"bisa aja kamu Ran".


aku bahagia campur haru namun ada rasa tidak yakin karena kami tidak sepadan. apa yang akan di katakan keluarganya. apa aku akan di terima. lagi pula aku merasa yakin bahwasanya pak Arkana cuma akan main-main..


tak lama kemudian teman-teman sudah berdatangan. semuanya naik ke bus termasuk dosen lainnya. namun kali ini pak direktur beserta keluarganya tidak ada. hanya pak Arkana yang kulihat naik ke bus duduk di kursi paling depan.. WhatsApp ku berdering tanda chat masuk.. ternyata pesan dari pak Arkana


*kamu mau duduk sama aku?* isi pesannya


*tidak pak, saya nyaman disini*


*atau aku yang pindah kebelakang?*


*jangan pak, bapak disitu aja*


*kamu mau makan sesuatu?*


*sudah pak, teman saya membawakan saya makanan*


*telpon aku kalo kamu butuh sesuatu yah*


*baik pak*


aku menyimpan handphone ku dan menyandarkan kepalaku di kaca mobil. melihat indahnya pemandangan kota Denpasar. bus melaju menuju pantai Kuta....


...****************...


...****************...


#to be continued

__ADS_1


#see you tomorrow :)


#have a good day


__ADS_2