
"Annaa"
Suara itu aku kenal. Yah itu suara Romi. Teman seangkatan ku tapi dia jurusan keperawatan. Aku berteman dengannya sejak kami masuk universitas ini. Romi berlari kecil menghampiri ku.
"Ada apa Rom?"
"Gak, baru nyampe yah"
"Iya, baru aja"
"Akhir-akhir ini jarang liat kamu An" katanya penuh senyuman
"Oh, aku jarang keluar kelas Rom, hehe" kataku sambil senyum nyengir
"Ya kamu aja yang gak pernah nongol," timpal Rania
"Hahah, aku duluan yah, jam istirahat ketemu di kantin yuk, aku traktir" kemudian berlalu pergi
"Beneran Rom.. bebas milih yaa" teriak Rania,. Romi hanya melambaikan tangannya sambil berlalu jauh. Dan kami berjalan menuju kelas.
"Na, kek nya Romi suka deh sama loh"
"iiuhhh, ngaco. Mana ada"
"Feeling aku sih"
"Feeling lo doaang, dah ah ga usah ngaco. Yuk masuk"
Jam pelajaran pun di mulai. Semua mahasiswa mengikuti pelajaran secara seksama dan fokus. Hingga jam istirahat tiba.
"Aaaahhhh seperti nya gula darah ku turun drastis Ran" keluhku
"Jadiii solusinya ???"
"Kantiiinnnnn" aku, Rania dan Kayla bersorak ria dan menuju kantin.
__ADS_1
Saking semangatnya tanpa melihat keadaan sekitar dan "buugghh"
Aku menabrak seseorang. Dan orang itu
-aaakkkh pak Arkana, mampus aku- dalam hatiku
"Ma maaf pak saya tidak melihat jalan. Maaf pak" kataku sambil sedikit membungkuk
"Maaf pak kami terburu-buru karena sangat lapar" kata Kayla
"Setelah makan, kamu ke ruangan ku Anna" kata pak Arkana sambil berlalu.
"Baik pak"
Pak Arkana berlalu tanpa menolah lagi.
"Mampus guee" aku benar-benar takut
"Kok bisa sih orang itu tiba-tiba muncul?" Kata kayla
"Jadi gak nafsu makan gue gimana dong aku beneran takut ini..
"Gak, lo harus makan Na, makan yang banyak supaya bisa hadapin pak dosen" timpal Kayla menyemangati.
"Ya udah yuk"
Aku dan teman-teman ku melangkah gontai ke kantin. Setiba di kantin ternyata Romi dan seorang temannya sudah menunggu di suatu meja kantin.
"Anna, sebelah sini" teriak Romi
Aku dan kedua sahabatku menuju meja Romi.
Dan duduk di bangku yang tersedia.
"mau pesan apa? bebas kok" kata Romi sambil menyerahkan buku menu.
__ADS_1
"Nasi goreng aja kita bertiga, plus es teh yah Rom" kata Rania semangat
"oke" Romi lalu pergi membawa buku pesanan ke mbak warti pemilik kantin.
"Anna kamu kenapa? sakit? kok murung?" tanya Romi penuh selidik
"ah gak kok, cuma capek aja" kupaksakan senyumku
"tau kan Rom, capek nya teman kita yang satu ini" kata Rania sambil mengusap usap punggung ku.
"hehe, tau kan kerjaan aku di rumah abis ngampus, kek gak tau aku aja" kataku nyengir
"emang kerja apa?" tiba-tiba teman Romi ikut nimbrung.
"dia siapa Rom?" tanya Kayla
"kenalin dia senior kita dari seni, namanya kak rival"
"salam kenal kak, aku kayla" sontak kayla langsung menyodorkan tangannya untuk salaman.
"aku rival" mereka saling salaman.
"eh makanannya udah siap, makan yuk" kata Rania penuh semangat.
sedangkan aku sangat bad mood. entah apa yang akan terjadi nanti. aku di hukum apa nanti sama pak Arkana. aku benar-benar takut dan gugup.
"Anna kok dari tadi kek ngelamun. bener deh, ada masalah yah" Romi benar-benar seperti menyelidik
"gak kok Rom, aku baik-baik aja. beneran cuma capek aja kok" kataku berbohong.
"udah ah makan aja yuk." kata Rania yang mulai memahami kegelisahan ku
selang beberapa lama akhirnya selesai acara makan kami. Romi yang mentraktir kami. itung-itung hemat biaya makan lagi. hehe.
aku pun menuju ke ruangan pak Arkana ...
__ADS_1
#to be continued